Daftar 10 Saham Market Cap Terbesar usai Rebalancing MSCI-FTSE, BBCA Masih Jawara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Rebalancing indeks global yang dilakukan MSCI dan FTSE Russell kembali mengguncang pasar modal Indonesia. Sejumlah saham besar dikeluarkan dari indeks internasional tersebut sehingga memicu aksi jual investor asing dan menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kondisi ini membuat kapitalisasi pasar sejumlah emiten ikut tergerus. Meski begitu, saham-saham perbankan jumbo masih mendominasi daftar emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI sebelumnya mengumumkan penghapusan 18 saham Indonesia dari indeks mereka pada Mei 2026. Perubahan tersebut efektif berlaku mulai awal Juni 2026. Beberapa saham yang terkena dampak antara lain AMMN, BREN, hingga TPIA.

Tidak hanya MSCI, FTSE Russell juga menghapus beberapa saham Indonesia dalam evaluasi kuartalan periode Juni 2026. Langkah tersebut membuat tekanan jual dari dana asing semakin besar karena banyak passive fund global harus menyesuaikan portofolio mereka.

Sepanjang tahun berjalan, investor asing tercatat melakukan net sell mencapai sekitar Rp45 triliun. Dalam periode yang sama, IHSG juga mengalami koreksi tajam hingga berada di level 6.100-an.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Hari Ini 21 Agustus 2026 Tembus US$4.500, Ini Pengaruh The Fed

Di tengah tekanan tersebut, saham perbankan masih menjadi penopang utama kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data perdagangan terbaru, BBCA masih menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar mencapai sekitar Rp729 triliun.

Posisi kedua ditempati BBRI dengan market cap sekitar Rp461 triliun. Selanjutnya ada DCII yang mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp460 triliun.

Sementara itu, BMRI berada di posisi keempat dengan market cap sekitar Rp382 triliun. Disusul BREN yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp353 triliun.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI usai rebalancing MSCI dan FTSE:

  1. BBCA – Rp729 triliun
  2. BBRI – Rp461 triliun
  3. DCII – Rp460 triliun
  4. BMRI – Rp382 triliun
  5. BREN – Rp353 triliun
  6. BYAN – Rp331 triliun
  7. MORA – Rp320 triliun
  8. TLKM – Rp306 triliun
  9. AMMN – Rp226 triliun
  10. ASII – Rp207 triliun

Analis menilai keluarnya sejumlah saham dari indeks global justru berpotensi memicu rotasi dana asing ke saham dengan fundamental kuat dan likuiditas besar. Saham bank jumbo seperti BBCA, BMRI, dan BBRI diperkirakan masih menjadi incaran investor institusi global.

Baca Juga :  Taiwan's Chip Industry Soars as AI Boom Fuels Semiconductor Investment: Why Global Investors Are Watching Closely

Di sisi lain, tekanan pasar diprediksi masih akan berlangsung hingga tanggal efektif rebalancing selesai. Investor pun diminta tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memperhatikan sentimen global yang memengaruhi arus modal asing di Indonesia.

FAQ

Apa itu rebalancing MSCI dan FTSE?

Rebalancing adalah penyesuaian komposisi saham dalam indeks global yang dilakukan secara berkala oleh MSCI dan FTSE Russell.

Kenapa saham bisa turun setelah keluar dari indeks?

Karena banyak dana investasi global otomatis menjual saham yang sudah tidak masuk indeks.

Saham apa dengan market cap terbesar di Indonesia?

Saat ini BBCA masih menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Mengapa saham bank masih diminati?

Karena memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan dianggap lebih stabil di tengah gejolak pasar.

Apakah IHSG masih berpotensi volatile?

Ya, pasar masih dipengaruhi sentimen global dan arus dana asing pasca rebalancing indeks. Tim

Berita Terkait

Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I 2026 Naik Jadi Rp10,6 Triliun, Simak Kinerja Terbarunya
Tarif Listrik PLN September 2026 Terbaru: Cek Harga per kWh untuk Rumah Tangga, Bisnis dan Industri
BI Rate September 2026 Tetap 5,75%, Apa Dampaknya untuk Bunga KPR, Deposito dan Kredit?
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 5 September 2026, MYR/IDR Tembus Rp4.359,60
Bunga Deposito Terbaru September 2026: Ada yang Tembus 9%, Cek Bank dengan Bunga Tertinggi
Harga BBM Pertamina Terbaru 5 September 2026 Se-Sumatera: Cek Pertalite, Pertamax hingga Dex
IHSG Sepekan Menguat 1,82%, Net Buy Asing Capai Rp2,30 Triliun
88% Gen Z Pilih ShopeePay, Ini Alasan Top Up E-Wallet Makin Jadi Kebutuhan Harian
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 03:00 WIB

Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I 2026 Naik Jadi Rp10,6 Triliun, Simak Kinerja Terbarunya

Minggu, 6 September 2026 - 02:00 WIB

Tarif Listrik PLN September 2026 Terbaru: Cek Harga per kWh untuk Rumah Tangga, Bisnis dan Industri

Minggu, 6 September 2026 - 01:00 WIB

BI Rate September 2026 Tetap 5,75%, Apa Dampaknya untuk Bunga KPR, Deposito dan Kredit?

Sabtu, 5 September 2026 - 21:30 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 5 September 2026, MYR/IDR Tembus Rp4.359,60

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Bunga Deposito Terbaru September 2026: Ada yang Tembus 9%, Cek Bank dengan Bunga Tertinggi

Berita Terbaru