Jakarta-Google menyediakan fitur SafeSearch untuk membantu menyaring konten eksplisit dari hasil penelusuran. Namun, pengguna tertentu dapat mengubah pengaturan tersebut sesuai kebutuhan. Berikut panduan resmi Google untuk mengatur SafeSearch.
Pengguna dapat mengatur SafeSearch melalui aplikasi Google atau browser. Caranya, buka Google dan masuk ke pengaturan SafeSearch. Setelah itu, pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan penelusuran.
Pada perangkat Android atau iPhone, pengguna dapat membuka aplikasi Google. Selanjutnya, ketuk foto profil di kanan atas dan pilih Setelan. Kemudian, cari menu SafeSearch untuk melihat pengaturan penyaringan hasil penelusuran.
Google menyediakan beberapa pilihan dalam pengaturan SafeSearch. Jika tersedia, pengguna dapat memilih Filter untuk menyaring konten eksplisit, Blur untuk memburamkan gambar eksplisit, atau Nonaktif untuk tidak menggunakan penyaringan SafeSearch.
Pengaturan tersebut juga dapat diakses melalui browser pada HP maupun komputer. Pengguna cukup membuka halaman pengaturan SafeSearch Google, kemudian masuk ke akun Google jika diperlukan. Setelah itu, pilih opsi SafeSearch yang diinginkan.
Namun, tidak semua pengguna dapat mengubah SafeSearch. Jika pengaturan terlihat terkunci, Google menjelaskan bahwa SafeSearch dapat dikontrol oleh orang tua, sekolah, tempat kerja, atau administrator jaringan. Dalam kondisi tersebut, pengguna mungkin tidak memiliki izin untuk mengubahnya sendiri.
Jika SafeSearch terkunci pada perangkat yang digunakan, pengguna sebaiknya memeriksa apakah akun tersebut merupakan akun yang dikelola. Pengguna juga dapat mencoba jaringan atau akun pribadi untuk mengetahui apakah pembatasan berasal dari jaringan atau akun tertentu.
Google menyarankan pengguna memeriksa pengaturan SafeSearch melalui halaman bantuan resminya. Pengaturan yang tersedia dapat berbeda berdasarkan akun, perangkat, jaringan, dan kebijakan administrator. (*)
Editor : Fanda Yosephta









