Bursa Saham Melemah Tajam, IHSG Ditutup di Level 7.026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Tekanan kuat dari saham sektor energi membuat indeks berakhir di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 2,19% atau sekitar 157 poin ke posisi 7.026. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif dengan rentang di level 7.019 hingga 7.161.

Mayoritas saham tercatat mengalami penurunan. Ratusan saham terkoreksi, sementara hanya sebagian kecil yang menguat dan sisanya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp12,4 triliun dengan aktivitas perdagangan yang cukup ramai.

Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor energi dan pertambangan. Saham grup Barito menjadi salah satu penyumbang utama penurunan IHSG hari ini.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 20 Agustus 2026: Saham Apa yang Naik dan Turun? Cek Daftarnya

Tak hanya itu, sejumlah saham tambang dan migas lainnya juga ikut terkoreksi, memperburuk sentimen pasar. Kondisi ini mendorong investor melakukan aksi jual di berbagai sektor.

Meski berada di zona merah, beberapa saham justru mencatat penguatan. Emiten dari sektor ritel, perbankan, hingga energi tertentu masih mampu naik dan menahan pelemahan lebih dalam.

Dari faktor global, pasar dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta ekspektasi meredanya konflik internasional. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Turun 1,88% ke 6.196, Tarif Dagang AS dan Harga Minyak Tekan Pasar

Sementara dari dalam negeri, data ekonomi menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur. Surplus neraca perdagangan juga menurun dibandingkan periode sebelumnya, meski masih mencatat angka positif.

Di sisi lain, inflasi Maret 2026 tercatat melambat, memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar. Bursa Efek Indonesia juga telah memperbarui aturan terkait batas minimal saham beredar (free float) yang akan diterapkan secara bertahap.

Pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan tetap waspada dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. (*/Tim)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 di Logam Mulia : Harga 1 Gram Tembus Rp2,75 Juta, Cek Lengkap Semua Ukuran
Kurs Dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI & BNI Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026
Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026: USD/IDR Tembus Rp17.723, Rupiah Tertekan?
Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026: USD Menguat atau Melemah?
NVIDIA Earnings 26 Agustus 2026: Prediksi Laporan Keuangan, Saham NVDA dan Prospek AI
Suku Bunga Fed Hari Ini 26 Agustus 2026: Tetap 3,50%-3,75%, Pasar Menunggu Sinyal September
Laba Bersih Bank DBS Indonesia Tembus Rp945,70 Miliar pada Semester I 2026, Kredit Melonjak 24,44%
Kurs Dolar AS Hari Ini 25 Agustus 2026: Cek Kurs Mandiri, BCA, BNI dan BRI
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 di Logam Mulia : Harga 1 Gram Tembus Rp2,75 Juta, Cek Lengkap Semua Ukuran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Kurs Dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI & BNI Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026: USD/IDR Tembus Rp17.723, Rupiah Tertekan?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:02 WIB

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026: USD Menguat atau Melemah?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:01 WIB

NVIDIA Earnings 26 Agustus 2026: Prediksi Laporan Keuangan, Saham NVDA dan Prospek AI

Berita Terbaru