IHSG Ditutup Turun 1,88% ke 6.196, Tarif Dagang AS dan Harga Minyak Tekan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, di zona merah. IHSG turun 118 poin atau 1,88 persen ke level 6.196,43 setelah sentimen global memburuk akibat kebijakan tarif dagang terbaru Amerika Serikat serta lonjakan harga minyak dunia.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Data perdagangan menunjukkan hanya 104 saham yang menguat, sementara 587 saham melemah dan 105 saham bergerak stagnan. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.159 hingga 6.268 dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp10.894 triliun.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Namun, saham BMRI justru terkoreksi 5,71 persen ke level Rp4.130 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun yang turun 3,23 persen menjadi Rp2.100 per saham.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya juga mengalami pelemahan. Saham BUMI merosot 6,56 persen ke Rp171 per saham, BBRI turun 1 persen ke Rp2.960, sedangkan DSSA melemah 0,57 persen ke level Rp870 per saham. Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan jual yang cukup merata di pasar.

Baca Juga :  BTN Siapkan Kredit Kendaraan 2026, Nasabah KPR Berpeluang Dapat Cicilan Rumah dan Mobil Sekaligus

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan IHSG dipicu meningkatnya ketidakpastian global. Kebijakan tarif impor terbaru Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan geopolitik membuat pelaku pasar mengurangi aset berisiko.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent yang menembus lebih dari 100 dolar AS per barel turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi itu dipicu oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah, termasuk gangguan terhadap jalur distribusi energi yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.

Tarif impor baru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah negara mitra dagang juga diperkirakan memicu gangguan rantai pasok global. Kebijakan tersebut berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus meningkatkan risiko inflasi dan tekanan terhadap aktivitas perdagangan internasional.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dan kebijakan tarif AS diperkirakan meningkatkan beban subsidi energi, mempersempit ruang fiskal pemerintah, serta memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, inflasi, hingga daya beli masyarakat. Pelaku pasar pun disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 8 September 2026 Naik 1,01 Persen ke 6.686, Saham AMMN hingga MDKA Melaju

FAQ

Mengapa IHSG turun hari ini?
IHSG melemah akibat kebijakan tarif dagang baru Amerika Serikat, kenaikan harga minyak dunia, dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Berapa penutupan IHSG pada 24 Juli 2026?
IHSG ditutup di level 6.196,43, turun 1,88 persen atau sekitar 118 poin.

Saham apa yang paling aktif diperdagangkan?
BMRI menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, disusul TPIA.

Saham apa yang mengalami penurunan terbesar?
Di antara saham aktif, BUMI turun 6,56 persen, BMRI melemah 5,71 persen, dan TPIA terkoreksi 3,23 persen.

Apakah kondisi ini berdampak pada ekonomi Indonesia?
Potensinya ada. Harga minyak yang tinggi dan tarif dagang AS dapat meningkatkan inflasi, menambah beban subsidi energi, menekan rupiah, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi jika berlangsung dalam jangka panjang.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.078 per Dolar AS, Harga Energi Jadi Sorotan
IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026 Menguat 0,95%, Saham BBRI, BMRI, TLKM dan ASII Naik
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 Oktober 2026: Cek Daftar Harga dan Buyback Terbaru
Rupiah Hari Ini 23 Oktober 2026: Dolar AS Tembus Rp18.071, Ini Dampaknya bagi Masyarakat
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini: Cek Daftar Lengkap dan Buyback
Simulasi KUR Mandiri 2026: Pinjaman Rp50 Juta, Berapa Cicilan per Bulan?
Cara Cek BI Checking/SLIK OJK 2026 Secara Online: Syarat dan Langkah Lengkap
AIA Syariah Mulai 1 November 2026, Apakah Polis dan Klaim Nasabah Tetap Aman?
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.078 per Dolar AS, Harga Energi Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:34 WIB

IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026 Menguat 0,95%, Saham BBRI, BMRI, TLKM dan ASII Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 Oktober 2026: Cek Daftar Harga dan Buyback Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Rupiah Hari Ini 23 Oktober 2026: Dolar AS Tembus Rp18.071, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini: Cek Daftar Lengkap dan Buyback

Berita Terbaru