BANDUNG – Kabar penting datang dari sektor perbankan nasional. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat pencapaian besar dengan menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga awal April 2026. Angka ini mempertegas posisi BTN sebagai pemain utama pembiayaan perumahan di Indonesia.
Total pembiayaan yang telah dikucurkan mencapai Rp530 triliun. Nilai fantastis ini menunjukkan besarnya peran BTN dalam membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi BTN dalam membangun ekosistem perumahan nasional selama hampir lima dekade.
Menurutnya, BTN kini tidak lagi hanya fokus pada kredit rumah. Perseroan mulai memperluas layanan melalui konsep beyond mortgage, yakni menghadirkan solusi keuangan yang lebih lengkap untuk kebutuhan keluarga.
Transformasi ini mencakup layanan transaksi, pembiayaan usaha, hingga perencanaan finansial jangka panjang. Bahkan, BTN mulai menawarkan skema bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah agar masyarakat bisa mendapatkan solusi hunian yang lebih terjangkau dan praktis.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyebut permintaan rumah terus meningkat setiap tahun. Namun, tantangan utama masih berasal dari sisi pasokan seperti keterbatasan lahan dan perizinan.
Mayoritas penerima KPR subsidi berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp4,9 juta per bulan. Segmen ini didominasi pekerja informal seperti pedagang kecil dan pelaku UMKM, serta pekerja formal seperti ASN dan karyawan swasta.
Selain KPR, BTN juga memperkuat pembiayaan lewat Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, penyaluran KPP mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.200 debitur, baik dari sisi pengembang maupun masyarakat.
Langkah agresif BTN ini diprediksi akan semakin mendorong pertumbuhan sektor properti nasional sekaligus membuka peluang investasi dan pembiayaan rumah yang lebih luas di tahun 2026. (Tim)









