Bonus Demografi 2040, Al Haris Minta Jambi Siapkan SDM Berkualitas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa bonus demografi yang tengah berlangsung di Provinsi Jambi merupakan peluang besar sekaligus tantangan serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Jambi, Rabu (8/4/2026).

Dalam arahannya, Al Haris menekankan bahwa persoalan kependudukan bukan hanya menjadi tanggung jawab BKKBN, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta hingga masyarakat.

“Isu kependudukan ini sangat luas, mulai dari ibu hamil, stunting, menyusui hingga pengendalian jumlah penduduk. Semua harus kita tangani bersama,” ujarnya.

Bonus Demografi Capai Puncak 2040

Gubernur menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sebanyak 68,66 persen penduduk Jambi berada pada usia produktif (15–64 tahun). Sementara itu, 25,11 persen merupakan usia anak (0–14 tahun) dan 6,03 persen merupakan lansia.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa Jambi sedang berada dalam fase bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2040.

Baca Juga :  Jambi Terima Anugerah Tanda Cinta PAI 2025 dari Kemenag

“Ini peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa menjadi beban pembangunan,” tegasnya.

Tantangan: Stunting, Urbanisasi hingga Lansia

Al Haris menyoroti sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), distribusi penduduk yang belum merata, hingga laju urbanisasi yang semakin cepat.

Selain itu, angka stunting di Jambi yang mencapai 17,1 persen juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kenaikan stunting ini harus segera ditangani dengan langkah konkret dan kolaboratif,” ujarnya.

Di sisi lain, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia juga menjadi isu yang tidak kalah penting. Dengan persentase lansia mencapai 6,03 persen, Jambi mulai memasuki fase masyarakat menua (aging population).

Gubernur mengungkapkan, masih terdapat lansia yang hidup tanpa dukungan keluarga dan tinggal di rumah tidak layak huni. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dan penganggaran yang lebih optimal.

Ancaman Fenomena “Fatherless”

Tak hanya itu, Al Haris juga menyoroti fenomena sosial yang mulai mengemuka, yakni kondisi “fatherless” atau anak yang kehilangan peran figur ayah.

Baca Juga :  Alfin Terima Silaturahmi Lembaga Adat 6 Luhah, Bahas Pembangunan Sungai Penuh

Menurutnya, sekitar 25 persen anak di Jambi berpotensi mengalami kondisi tersebut, yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial anak.

“Ini harus menjadi perhatian bersama karena bisa memicu berbagai persoalan sosial di masa depan,” katanya.

Tekan AKI dan AKB

Gubernur juga menyinggung angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data, Angka Kematian Bayi (AKB) di Jambi berada di angka 16,99 per 1.000 kelahiran, sementara Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 177 per 100.000 kelahiran.

Ia berharap seluruh tenaga kesehatan, termasuk organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia, dapat terus berperan aktif dalam menekan angka tersebut.

Perkuat Sinergi untuk Masa Depan Jambi

Menutup arahannya, Al Haris mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan program Bangga Kencana sebagai bagian dari upaya mendukung visi pembangunan daerah.

“Dengan kerja sama yang kuat, kita optimistis berbagai persoalan kependudukan bisa kita atasi dan menjadi kekuatan bagi pembangunan Jambi ke depan,” pungkasnya

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Ajak Masyarakat Lestarikan Adat
Bersama Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Resmikan Dimulainya Pembangunan RSUD Kerinci
Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Sukses Digelar, Gubernur dan Ribuan Pengunjung Dipukau Festival Adat
Biaya Balik Nama Kendaraan 2026 Terbaru, BBNKB Bekas Gratis tapi Tetap Ada Biaya yang Harus Dibayar
CPNS 2026 Jambi Berpotensi Ditiadakan, Ini Dampaknya bagi Pelamar dan Peluang Formasi Prioritas
Daftar Pemda di Jambi yang Ajukan Formasi CPNS 2026, Kota Jambi Usulkan 330 Posisi
Wisuda XII IAIN Kerinci Kukuhkan 538 Lulusan, Rektor : Kita Siap Melangkah Menuju UIN
Jambi Resmi Punya 2 Bandara yang Didarati Pesawat Berbadan Lebar, Batik Air Perdana Mendarat di Muara Bungo
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:43 WIB

Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Ajak Masyarakat Lestarikan Adat

Senin, 6 Juli 2026 - 15:36 WIB

Bersama Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Resmikan Dimulainya Pembangunan RSUD Kerinci

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:44 WIB

Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Sukses Digelar, Gubernur dan Ribuan Pengunjung Dipukau Festival Adat

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:00 WIB

Biaya Balik Nama Kendaraan 2026 Terbaru, BBNKB Bekas Gratis tapi Tetap Ada Biaya yang Harus Dibayar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

CPNS 2026 Jambi Berpotensi Ditiadakan, Ini Dampaknya bagi Pelamar dan Peluang Formasi Prioritas

Berita Terbaru