Jakarta-Harga Bitcoin hari ini, Rabu, 21 Oktober 2026, menguat ke level US$82.987 atau sekitar Rp1,49 miliar. Di tengah penguatan pasar kripto, Zcash mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,91% dalam 24 jam terakhir.
Mengutip data CoinMarketCap yang dilaporkan Liputan6.com, Bitcoin naik 1,64% hingga pukul 08.52 WIB. Namun, kinerja Bitcoin masih terkoreksi 0,38% dalam tujuh hari terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan harian belum sepenuhnya menghapus pelemahan mingguan.
Ethereum juga bergerak positif dengan kenaikan 2,41% menjadi US$2.454 atau sekitar Rp44,15 juta. Meski demikian, Ethereum masih turun 1,98% dalam sepekan. Investor perlu memperhatikan perbedaan pergerakan harga harian dan mingguan sebelum menilai arah pasar.
Zcash menjadi sorotan setelah harganya melonjak 10,91% ke level US$1.268,25. Kendati mencatat kenaikan harian paling tinggi dalam daftar tersebut, Zcash masih melemah 0,17% selama tujuh hari terakhir. Karena itu, lonjakan ini belum cukup untuk memastikan tren kenaikan berkelanjutan.
Sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatat penguatan. XRP naik 2,94% menjadi US$1,33, sedangkan Binance Coin (BNB) meningkat 1,97% ke US$742,29. Solana turut menguat 1,85% menjadi US$106,62, meskipun masih melemah 0,67% dalam sepekan.
Hyperliquid mencatat kenaikan 4,02% ke US$81,93. Sebaliknya, Tron turun 0,17% menjadi US$0,3308. Meski demikian, Tron masih membukukan kenaikan 0,35% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa penguatan pasar belum terjadi secara merata.
Pada kelompok stablecoin, Tether diperdagangkan di US$0,9988 setelah naik 0,03% dalam 24 jam. Sementara itu, USD Coin berada di US$0,9998. Kedua aset tersebut tetap berada dekat nilai patokannya terhadap dolar AS, meskipun harga pasar dapat mengalami sedikit penyimpangan.
Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,9% menjadi US$2,77 triliun atau sekitar Rp49.840 triliun. Penguatan Bitcoin dan sejumlah altcoin memberikan sentimen positif dalam perdagangan harian. Namun, investor tetap perlu memperhitungkan volatilitas, likuiditas, serta risiko kehilangan modal sebelum membeli atau menjual aset kripto. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









