Berapa Ideal Uang di Rekening? Ini Saran Ahli Keuangan Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di tengah semakin mudahnya akses ke berbagai instrumen investasi, kebiasaan menyimpan uang dalam jumlah besar di rekening bank mulai ditinggalkan sebagian masyarakat. Meski demikian, prinsip cash is king masih dianggap relevan, terutama untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Para ahli keuangan menegaskan bahwa menyimpan uang tunai tetap penting, namun jumlahnya perlu dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan kerugian.

Perencana keuangan umumnya menyarankan agar saldo rekening cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin dalam jangka pendek, seperti pembayaran tagihan bulanan dan kebutuhan sehari-hari. Menyimpan dana setara kebutuhan satu bulan dinilai cukup aman untuk menjaga likuiditas.

Namun, menyimpan terlalu banyak uang di rekening justru memiliki sejumlah risiko. Selain potensi penyalahgunaan atau kejahatan finansial (fraud), nilai uang juga dapat tergerus inflasi. Hal ini membuat daya beli uang menurun dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Promo Besar Akhir Tahun, Begini Cara Menghemat Uang Secara Cerdas

Seorang perencana keuangan bersertifikat, Jessica Goedtel, menjelaskan bahwa rekening tabungan umumnya tidak memiliki perlindungan sekuat kartu kredit. Oleh karena itu, jika terjadi pembobolan rekening, proses pengembalian dana bisa menjadi lebih sulit.

Pendapat serupa disampaikan oleh perencana keuangan Gregory Guenther. Ia menyarankan agar masyarakat hanya menyimpan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu di rekening utama. Sementara itu, sisa dana sebaiknya dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif, seperti deposito, reksa dana, atau investasi lainnya.

Menurut Gregory, keseimbangan sangat penting dalam mengelola keuangan. Terlalu sedikit saldo dapat menimbulkan kecemasan dalam bertransaksi, sedangkan terlalu banyak saldo menyebabkan hilangnya potensi pertumbuhan nilai uang.

Baca Juga :  Krisis BBM Australia Makin Parah, Ratusan SPBU Kosong!

Meski demikian, saldo rekening tidak boleh disamakan dengan dana darurat. Dana darurat memiliki fungsi berbeda, yakni untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis, atau situasi darurat lainnya.

Para ahli menyarankan agar dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dana tersebut sebaiknya disimpan di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga atau instrumen likuid lainnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dan pertumbuhan aset. Menyimpan uang secukupnya di rekening serta mengalokasikan sisanya ke instrumen investasi menjadi strategi yang dinilai optimal dalam perencanaan keuangan modern.

Berita Terkait

Bioskop Alfamart Viral! Tiket Rp15 Ribu dan Bisa Bawa Jajanan Sendiri
Emiten Low Tuck Kwong Melemah, Saham BYAN Kini Lebih Murah?
PKH April 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Cara Cek Penerima dengan NIK KTP
Update Bansos April 2026: BLT Kesra Rp900 Ribu Resmi Dihentikan
Update Terbaru Harga Toyota Innova Reborn
Resmi! Harga BBM Pertamina 5 April 2026, Ini Lokasi Termurah di Indonesia
Gojek Naikkan Tarif Mulai 10 April 2026, Imbas Harga BBM Global
Aturan Baru Pinjol 2026, Debt Collector Tak Boleh Sembarangan Menagih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 10:00 WIB

Berapa Ideal Uang di Rekening? Ini Saran Ahli Keuangan Terbaru

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

Bioskop Alfamart Viral! Tiket Rp15 Ribu dan Bisa Bawa Jajanan Sendiri

Senin, 6 April 2026 - 02:00 WIB

Emiten Low Tuck Kwong Melemah, Saham BYAN Kini Lebih Murah?

Minggu, 5 April 2026 - 18:12 WIB

PKH April 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Cara Cek Penerima dengan NIK KTP

Minggu, 5 April 2026 - 14:00 WIB

Update Bansos April 2026: BLT Kesra Rp900 Ribu Resmi Dihentikan

Berita Terbaru

Air mengalir di badan jalan kawasan pertokoan Sungai Penuh, diduga berasal dari proyek pembangunan Pasar Beringin Jaya, Senin (6/4/2026).

Sungai Penuh

Air Mengalir di Badan Jalan Pertokoan Sungai Penuh, Ini Sumbernya

Senin, 6 Apr 2026 - 10:53 WIB