Basarnas Temukan Korban di Sungai Batanghari, Operasi SAR Resmi Ditutup

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI- Basarnas Jambi memastikan operasi pencarian terhadap Shalsabila Andriany berakhir setelah korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Temuan ini menjadi titik akhir upaya pencarian intensif selama tiga hari sejak laporan diterima pada Jumat siang.

Kepala Kantor Basarnas Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan langsung bahwa proses evakuasi berjalan cepat dan operasi resmi ditutup setelah seluruh unsur SAR melakukan briefing bersama.

Peristiwa tragis ini berawal pada 16 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB ketika saksi melihat korban berjalan seorang diri di Jembatan Aur duri I sebelum berhenti di bagian tengah. Dalam hitungan detik, korban terlihat melompat ke Sungai Batanghari dan meninggalkan sepasang sandal yang kemudian ditemukan warga. Laporan kejadian disampaikan oleh Ahmad Zullifli pada pukul 12.40 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Kantor SAR Jambi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Basarnas Jambi, Polairud Polda Jambi, Damkar Kota Jambi, Polsek Telanaipura, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk operasi pencarian. Adah Sudarsa menegaskan bahwa dari hari pertama pihaknya melakukan penyisiran menyeluruh menggunakan perahu karet dan dukungan drone untuk memperluas area pencarian. Kondisi arus Sungai Batanghari yang cukup deras menjadi tantangan besar bagi tim gabungan.

Baca Juga :  Solidaritas Jambi–Sumbar, Gubernur Al Haris Antar Bantuan Korban Bencana

Upaya pencarian sempat tidak membuahkan hasil pada dua hari pertama meski seluruh unsur telah melakukan penyisiran dari hulu hingga beberapa kilometer ke hilir. Adah menyebut bahwa pihaknya terus memperbarui pola pencarian berdasarkan pergerakan arus sungai dan data visual dari drone yang secara berkala memantau area sekitar lokasi kejadian.

Titik terang akhirnya muncul pada Minggu pagi sekitar pukul 10.15 WIB ketika Tim SAR menemukan tubuh korban pada koordinat 1°32’1.77″S, 103°39’37.09″E atau sekitar 20 kilometer dari titik awal korban diduga melompat. Adah Sudarsa menegaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut.

Evakuasi korban dilakukan secara cepat dengan mempertimbangkan kondisi tubuh yang sudah terendam selama beberapa hari. Adah menyampaikan bahwa seluruh prosedur evakuasi dilakukan sesuai standar SAR dan langsung diserahkan kepada pihak medis untuk proses identifikasi lanjutan. Temuan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian pencarian yang telah berlangsung sejak Jumat.

Baca Juga :  Sekda Sudirman Buka Rakerprov KONI

Pada pukul 11.15 WIB, Basarnas secara resmi menutup operasi SAR setelah seluruh unsur terlibat menggelar briefing akhir. Adah Sudarsa menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama Polairud, Damkar, kepolisian, dan masyarakat yang turut membantu sepenuhnya selama proses pencarian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan menemukan korban meski kondisi lapangan cukup menantang.

Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi membahayakan jiwa agar tim dapat merespons secara cepat dan tepat. Adah menegaskan kembali komitmen Basarnas untuk memberikan pelayanan terbaik dalam setiap operasi SAR, terutama dalam situasi darurat di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Paska Serangan Siber : Bank Jambi Ganti Saldo Nasabah Hilang dan Perkuat Keamanan Sistem
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Stadion Swarna Bhumi Jambi Rp250 Miliar
Program Bedah Rumah 2026, H. Bakri: 5.000 Unit di Jambi Siap Direnovasi
TANGGUNG JAWAB HUKUM DIREKSI PADA KASUS BANK JAMBI
Bank Jambi Pastikan Investigasi Internal, Dugaan Peretasan Dilaporkan ke Polisi
Guncangan di Bank Jambi: Serangan Siber, Kelalaian Sistem, atau Ada Tangan Orang Dalam?
Bank Jambi dan OJK Lakukan Audit Forensik, ATM dan Mobile Banking Nonaktif Sementara
Saldo Nasabah Berkurang hingga Rp24 Juta, Bank Jambi Pastikan Ganti Rugi
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:00 WIB

Paska Serangan Siber : Bank Jambi Ganti Saldo Nasabah Hilang dan Perkuat Keamanan Sistem

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:00 WIB

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Stadion Swarna Bhumi Jambi Rp250 Miliar

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:00 WIB

Program Bedah Rumah 2026, H. Bakri: 5.000 Unit di Jambi Siap Direnovasi

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:17 WIB

TANGGUNG JAWAB HUKUM DIREKSI PADA KASUS BANK JAMBI

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:11 WIB

Bank Jambi Pastikan Investigasi Internal, Dugaan Peretasan Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

Teknologi

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:30 WIB