JAMBI- Basarnas Jambi memastikan operasi pencarian terhadap Shalsabila Andriany berakhir setelah korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Temuan ini menjadi titik akhir upaya pencarian intensif selama tiga hari sejak laporan diterima pada Jumat siang.
Kepala Kantor Basarnas Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan langsung bahwa proses evakuasi berjalan cepat dan operasi resmi ditutup setelah seluruh unsur SAR melakukan briefing bersama.
Peristiwa tragis ini berawal pada 16 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB ketika saksi melihat korban berjalan seorang diri di Jembatan Aur duri I sebelum berhenti di bagian tengah. Dalam hitungan detik, korban terlihat melompat ke Sungai Batanghari dan meninggalkan sepasang sandal yang kemudian ditemukan warga. Laporan kejadian disampaikan oleh Ahmad Zullifli pada pukul 12.40 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Kantor SAR Jambi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Basarnas Jambi, Polairud Polda Jambi, Damkar Kota Jambi, Polsek Telanaipura, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk operasi pencarian. Adah Sudarsa menegaskan bahwa dari hari pertama pihaknya melakukan penyisiran menyeluruh menggunakan perahu karet dan dukungan drone untuk memperluas area pencarian. Kondisi arus Sungai Batanghari yang cukup deras menjadi tantangan besar bagi tim gabungan.
Upaya pencarian sempat tidak membuahkan hasil pada dua hari pertama meski seluruh unsur telah melakukan penyisiran dari hulu hingga beberapa kilometer ke hilir. Adah menyebut bahwa pihaknya terus memperbarui pola pencarian berdasarkan pergerakan arus sungai dan data visual dari drone yang secara berkala memantau area sekitar lokasi kejadian.
Titik terang akhirnya muncul pada Minggu pagi sekitar pukul 10.15 WIB ketika Tim SAR menemukan tubuh korban pada koordinat 1°32’1.77″S, 103°39’37.09″E atau sekitar 20 kilometer dari titik awal korban diduga melompat. Adah Sudarsa menegaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut.
Evakuasi korban dilakukan secara cepat dengan mempertimbangkan kondisi tubuh yang sudah terendam selama beberapa hari. Adah menyampaikan bahwa seluruh prosedur evakuasi dilakukan sesuai standar SAR dan langsung diserahkan kepada pihak medis untuk proses identifikasi lanjutan. Temuan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian pencarian yang telah berlangsung sejak Jumat.
Pada pukul 11.15 WIB, Basarnas secara resmi menutup operasi SAR setelah seluruh unsur terlibat menggelar briefing akhir. Adah Sudarsa menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama Polairud, Damkar, kepolisian, dan masyarakat yang turut membantu sepenuhnya selama proses pencarian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan menemukan korban meski kondisi lapangan cukup menantang.
Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi membahayakan jiwa agar tim dapat merespons secara cepat dan tepat. Adah menegaskan kembali komitmen Basarnas untuk memberikan pelayanan terbaik dalam setiap operasi SAR, terutama dalam situasi darurat di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.
Editor : Fanda Yosephta









