TEKNOLOGI – Persaingan laptop tipis dan ringan di kelas harga terjangkau semakin menarik dengan hadirnya Acer Go Air. Laptop Windows terbaru Acer ini menawarkan sejumlah spesifikasi yang cukup agresif, terutama pada RAM, kapasitas penyimpanan, refresh rate layar, serta konektivitas.
Acer memperkenalkan varian terbaru Go Air di pasar China dengan prosesor Intel Core 5 320. Perangkat tersebut hadir dengan RAM 12GB dan SSD 512GB.
Harga yang ditawarkan di China berada di kisaran CNY 5.499. Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, nilainya sekitar Rp13 jutaan. Namun, angka tersebut belum dapat dijadikan patokan harga untuk Indonesia karena harga retail di setiap negara dapat berbeda akibat kurs, pajak, distribusi, dan biaya lainnya.
Menariknya, konfigurasi Acer Go Air tersebut membuatnya layak dibandingkan dengan MacBook Neo, terutama bagi pengguna yang mempertimbangkan laptop tipis untuk kebutuhan produktivitas sehari-hari.
RAM 12GB dan SSD 512GB
Salah satu daya tarik utama Acer Go Air terletak pada konfigurasi memorinya.
Laptop ini membawa RAM LPDDR5 12GB yang dipadukan dengan SSD 512GB. Kombinasi tersebut memberikan kapasitas yang cukup lega untuk pekerjaan kantor, browsing dengan banyak tab, multimedia, hingga multitasking.
Sebagai pembanding, MacBook Neo pada konfigurasi dasar menawarkan RAM 8GB dan penyimpanan 256GB.
Kapasitas penyimpanan MacBook Neo dapat menjadi lebih besar pada varian tertentu, tetapi tentu terdapat perbedaan harga antar konfigurasi.
Dari sisi kapasitas mentah, Acer Go Air memiliki keunggulan pada konfigurasi 12GB/512GB yang ditawarkan pada varian tersebut.
Namun, kapasitas RAM dan storage bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa sebuah laptop. Arsitektur prosesor, optimasi sistem operasi, kecepatan penyimpanan, manajemen daya, dan kebutuhan aplikasi juga berpengaruh terhadap pengalaman penggunaan.
Layar 14 Inci dengan Refresh Rate 120Hz
Acer Go Air menggunakan layar IPS berukuran 14 inci dengan resolusi 1920 x 1200 piksel.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah refresh rate hingga 120Hz. Acer juga membekali layar tersebut dengan dukungan DC dimming.
Refresh rate 120Hz membuat perpindahan gambar dan animasi terlihat lebih mulus dibandingkan panel dengan refresh rate standar. Fitur ini dapat terasa ketika pengguna melakukan scrolling halaman web, berpindah antarjendela, menjalankan animasi, maupun memainkan game ringan.
MacBook Neo memiliki layar IPS sekitar 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel.
Dalam aspek resolusi, MacBook Neo memiliki keunggulan. Namun, Acer Go Air menawarkan refresh rate lebih tinggi.
Dengan demikian, keduanya mempunyai pendekatan berbeda. MacBook Neo lebih menonjolkan ketajaman layar, sedangkan Go Air menawarkan tampilan yang lebih mulus melalui refresh rate 120Hz.
Thunderbolt 4 dan USB-A
Konektivitas menjadi aspek lain yang membuat Acer Go Air menarik.
Laptop ini dilengkapi dua port Thunderbolt 4 dan satu port USB-A. Kehadiran USB-A menjadi keuntungan bagi pengguna yang masih menggunakan flash drive, mouse, keyboard, atau perangkat lain dengan konektor USB-A.
Sementara itu, MacBook Neo mengandalkan dua port USB-C dengan kemampuan yang berbeda.
Salah satu port MacBook Neo mendukung USB 3 hingga 10Gbps serta DisplayPort, sedangkan port lainnya memiliki kemampuan USB 2 hingga 480Mbps.
Bagi pengguna yang sering menghubungkan laptop dengan SSD eksternal, monitor, perangkat penyimpanan, maupun aksesori lain, konfigurasi port menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli.
Bodi Tipis dengan Bobot Sekitar 1,19 Kg
Walaupun membawa layar 14 inci dan baterai berkapasitas cukup besar, Acer Go Air tetap memiliki desain yang relatif ringan.
Bobotnya berada di sekitar 1,19 kg, dengan ketebalan 12,99 mm.
Sebagai perbandingan, MacBook Neo memiliki bobot sekitar 2,7 pound atau kurang lebih 1,22 kg dengan ketebalan sekitar 12,7 mm.
Perbedaan ukuran dan bobot keduanya relatif kecil. Artinya, Go Air maupun MacBook Neo sama-sama menawarkan konsep laptop ringkas yang mudah dibawa untuk bekerja atau belajar.
Baterai 70Wh dan Pengisian 100W
Acer membekali Go Air dengan baterai berkapasitas 70Wh.
Perusahaan mengklaim laptop tersebut mampu digunakan hingga 19 jam dan mendukung pengisian melalui USB-C hingga 100W. Acer juga mengklaim pengisian dapat mencapai 50% dalam waktu sekitar 30 menit.
Sementara itu, MacBook Neo menggunakan baterai 36,5Wh dan diklaim mampu bertahan hingga 16 jam untuk streaming video atau hingga 11 jam penggunaan web secara nirkabel.
Namun, angka ketahanan baterai dari kedua produsen tidak bisa dibandingkan secara langsung sebagai hasil pengujian independen.
Setiap produsen dapat menggunakan skenario, tingkat kecerahan, aplikasi, dan metode pengujian yang berbeda. Daya tahan nyata juga akan bergantung pada pola penggunaan pengguna.
Acer Go Air Menggunakan Intel Core 5 320
Untuk performa, Acer Go Air mengandalkan Intel Core 5 320.
Prosesor tersebut memiliki enam core yang terdiri dari dua performance core dan empat low-power efficiency core. Kecepatan turbo maksimalnya mencapai 4,6GHz.
Chip tersebut juga memiliki grafis terintegrasi serta NPU dengan kemampuan hingga 16 TOPS untuk beban kerja tertentu yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.
Posisi Intel Core 5 320 lebih ditujukan untuk kebutuhan laptop harian dibandingkan workstation kelas berat.
Karena itu, Acer Go Air lebih cocok diposisikan sebagai perangkat untuk produktivitas, pekerjaan kantor, browsing, multimedia, pembelajaran, dan multitasking sehari-hari.
Acer Go Air vs MacBook Neo
Jika melihat spesifikasi yang tersedia, Acer Go Air memiliki beberapa keunggulan hardware yang cukup menarik.
Acer Go Air:
- RAM LPDDR5 12GB
- SSD 512GB
- Layar IPS 14 inci
- Resolusi 1920 x 1200 piksel
- Refresh rate 120Hz
- Dua Thunderbolt 4
- Satu USB-A
- Baterai 70Wh
- Pengisian USB-C hingga 100W
- Bobot sekitar 1,19 kg
Sementara MacBook Neo menawarkan layar dengan resolusi lebih tinggi dan ekosistem Apple sebagai salah satu daya tarik utamanya.
MacBook Neo juga menggunakan chip A18 Pro, sehingga perbandingan performa tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan jumlah core atau kapasitas RAM.
Pada akhirnya, pilihan antara Acer Go Air dan MacBook Neo sangat bergantung pada kebutuhan pengguna.
Go Air lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan RAM lebih besar, storage 512GB, refresh rate 120Hz, port yang lebih fleksibel, serta sistem Windows.
Sementara MacBook Neo dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan ekosistem Apple, layar beresolusi lebih tinggi, dan integrasi perangkat Apple.
Apakah Acer Go Air Masuk Indonesia?
Pertanyaan terbesar saat ini adalah apakah Acer akan membawa konfigurasi Go Air tersebut ke pasar Indonesia.
Untuk sementara, informasi yang tersedia menyebut varian tersebut diperkenalkan di China. Harga resmi untuk pasar Indonesia juga belum tersedia.
Jika Acer menghadirkannya ke Indonesia dengan spesifikasi yang sama dan harga yang tetap kompetitif, Go Air berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik di segmen laptop tipis dan ringan.
Persaingan dengan MacBook Neo pun menjadi semakin menarik karena keduanya menawarkan pendekatan berbeda untuk pengguna yang menginginkan laptop ringkas dengan performa memadai untuk aktivitas sehari-hari.









