Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS! Ini Penyebab Utamanya yang Bikin Pasar Deg-Degan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS di tengah tekanan global, dipicu konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia yang memperkuat dolar AS.

Nilai tukar rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS di tengah tekanan global, dipicu konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia yang memperkuat dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di awal pekan. Pada Senin (6/4/2026), rupiah melemah ke level Rp16.996 per dolar AS. Angka ini makin mendekati batas psikologis Rp17.000 yang membuat pelaku pasar waspada.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan global yang meningkat. Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memicu ketidakpastian pasar. Investor global pun mulai mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar AS.
Selain faktor geopolitik, lonjakan harga minyak dunia juga memperparah kondisi. Harga minyak mentah jenis WTI sempat menembus USD 115 per barel sebelum terkoreksi. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global yang berdampak langsung pada nilai tukar.
Situasi makin memanas setelah pernyataan dari Donald Trump terkait potensi konflik dengan Iran. Ancaman terhadap jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz membuat pasar semakin tegang.
Kondisi ini mendorong investor menjauhi aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah. Aliran dana global pun cenderung masuk ke dolar AS yang dianggap lebih stabil.
Tak hanya itu, data ekonomi Amerika Serikat juga ikut memperkuat dolar. Laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan hasil yang jauh di atas ekspektasi, menandakan ekonomi AS masih solid.
Kuatnya ekonomi AS membuat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama semakin besar. Hal ini menjadi sentimen tambahan yang menekan rupiah dan mata uang lainnya.
Analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, dengan rentang Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS. Pelaku pasar pun diminta tetap waspada terhadap perkembangan global yang bisa berubah cepat. (Tim/*)
Baca Juga :  WFH hingga B50 Resmi Diumumkan Hari Ini, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI

Berita Terkait

Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle
Harga Smartphone Diprediksi Melonjak hingga 2028, Ini Penyebabnya
Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat
Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir
Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya
Kurs Dolar AS Makin Mahal, Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Sentimen The Fed
Restrukturisasi Besar, Telkom Akan Tutup 10 Anak Perusahaan
Pemerintah Siapkan Marketplace UMKM Nasional, Shopee dan TikTok Shop Terancam?
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:15 WIB

Utang AS Tembus US$39 Triliun, Bitcoin Disebut Bersiap Masuk Supercycle

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00 WIB

Harga Smartphone Diprediksi Melonjak hingga 2028, Ini Penyebabnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:17 WIB

Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS, Ancaman Harga BBM hingga Cicilan Makin Berat

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:02 WIB

Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:00 WIB

Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Purbaya Ketok Aturan Baru PNBP, KAP Telat Lapor Langsung Kena Denda

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00 WIB