JAKARTA – Kabar baik bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan tahun 2026. Sejumlah kampus kedinasan kini memberikan kelonggaran pada syarat tinggi badan maupun kondisi mata minus, sehingga peluang untuk lolos semakin terbuka.
Namun perlu diperhatikan, tidak semua sekolah menghapus kedua syarat tersebut sekaligus. Ada yang tidak mensyaratkan tinggi badan tetapi tetap membatasi mata minus, dan ada juga yang sebaliknya. Karena itu, calon pendaftar wajib memahami setiap ketentuan dengan cermat sebelum mendaftar.
Berikut daftar sekolah kedinasan yang bisa menjadi pilihan:
1. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
Sekolah di bawah naungan BMKG ini masih menerima pendaftar yang menggunakan kacamata. Batas maksimal minus yang diperbolehkan adalah -4 dioptri untuk lensa spheris dan -2 untuk silinder.
Meski begitu, peserta tidak boleh buta warna. Selain itu, STMKG tetap menetapkan tinggi badan minimal, yakni 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita. Taruna yang lolos juga diwajibkan menjalani prosedur LASIK secara mandiri.
2. Politeknik Statistika STIS
STIS menjadi salah satu sekolah kedinasan favorit karena tidak memiliki syarat tinggi badan. Untuk kondisi mata, pendaftar masih diperbolehkan menggunakan kacamata atau lensa kontak hingga minus 6 dioptri.
Syarat lainnya adalah sehat jasmani dan rohani serta tidak mengalami buta warna.
3. Politeknik Keuangan Negara STAN
PKN STAN juga tidak menetapkan batas tinggi badan bagi pendaftar. Kampus ini dikenal memiliki peluang besar bagi lulusannya untuk langsung bekerja sebagai CPNS di sektor keuangan negara.
Untuk kondisi mata, tidak ada ketentuan khusus terkait minus, namun peserta tetap harus memenuhi syarat umum seperti tidak bertato dan tidak bertindik.
4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
STIN masih membuka kesempatan bagi pendaftar dengan mata minus atau plus maksimal 1 dioptri.
Namun, sekolah ini tetap memberlakukan syarat tinggi badan minimal, yaitu 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita. Selain itu, peserta harus sehat fisik dan mental serta bebas dari tato.
5. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
Poltek SSN memperbolehkan pendaftar berkacamata dengan batas maksimal minus atau plus 1 dioptri, tetapi tidak menerima kondisi mata dengan silinder.
Sekolah ini juga menetapkan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, serta mensyaratkan kondisi tubuh yang proporsional dan bebas buta warna.
Peluang Besar Jadi CPNS
Sekolah kedinasan menjadi jalur favorit karena lulusannya berpeluang langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sesuai kebutuhan instansi. Hal ini membuat persaingan seleksi setiap tahun semakin ketat.
Tips Lolos Sekolah Kedinasan 2026
Agar peluang semakin besar, calon peserta disarankan mulai mempersiapkan diri sejak dini.
Mulai dari memahami syarat resmi di portal SSCASN, rutin berlatih soal SKD, menjaga kesehatan, hingga memastikan seluruh dokumen lengkap dan valid.
Dengan adanya kebijakan yang lebih fleksibel terkait tinggi badan dan mata minus, kesempatan untuk masuk sekolah kedinasan 2026 kini semakin terbuka bagi banyak calon peserta di seluruh Indonesia. (tim/*)









