JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berencana membuka rekrutmen sekitar 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan ditugaskan untuk mengelola program Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan jaringan koperasi yang ditargetkan mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut mulai beroperasi secara bertahap pada Agustus 2026.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa proses perekrutan dan pelatihan calon pengelola koperasi akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Selain kementerian terkait, program tersebut juga mendapat dukungan dari Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam proses pembinaan dan pelatihan.
Terbuka bagi Lulusan Sarjana dan Magister
Menurut Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, rekrutmen SPPI akan terbuka bagi masyarakat luas.
Para pelamar dengan pendidikan minimal sarjana dari berbagai bidang ilmu dapat mengikuti proses seleksi yang akan dilakukan oleh pemerintah.
Peserta yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti program pelatihan khusus sebelum ditempatkan sebagai pengelola atau manajer koperasi di tingkat desa.
Rekrutmen Dijadwalkan Mulai Pertengahan Tahun
Pemerintah menargetkan proses rekrutmen tersebut dimulai pada Juni 2026. Saat ini, kementerian dan lembaga terkait masih melakukan koordinasi untuk mempersiapkan mekanisme seleksi serta pelatihan bagi calon peserta.
Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat lokal.









