Penasaran dengan Lokasi Titik KM Nol Kota Sungai Penuh dan Kerinci? Ini Titik Pastinya di Jantung Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi KM Nol Kota Sungai Penuh dan Kerinci. Foto : Fanda Yosephta

Lokasi KM Nol Kota Sungai Penuh dan Kerinci. Foto : Fanda Yosephta

SUNGAI PENUH – Tidak banyak yang tahu bahwa Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci memiliki satu titik Kilometer Nol (KM Nol) yang sama. Padahal, penanda ini memiliki arti penting sebagai titik awal penghitungan jarak dan simbol pusat wilayah. Bagi warga lama, terutama yang lahir tahun 1980 ke bawah, keberadaan KM Nol ini bukan hal asing. Namun bagi generasi yang lebih muda, lokasi pastinya mungkin sudah mulai terlupakan.

Kota Sungai Penuh yang resmi dimekarkan pada 2008 dari Kabupaten Kerinci memang tergolong daerah otonom baru. Meski demikian, secara historis dan geografis, keduanya memiliki keterikatan kuat, termasuk dalam penetapan titik KM Nol. Menariknya, titik tersebut berada tepat di pusat aktivitas kota, atau yang kerap disebut sebagai jantung Kota Sungai Penuh.

Secara lokasi, titik KM Nol Sungai Penuh dan Kerinci berada di kawasan strategis, tidak jauh dari Lapangan Merdeka Sungai Penuh. Kawasan ini merupakan pusat kegiatan masyarakat, mulai dari upacara, olahraga, hingga berbagai agenda pemerintahan dan sosial. Di sekitar titik tersebut juga berdiri sejumlah kantor penting yang menjadi penanda kuat bahwa kawasan ini adalah pusat administrasi dan pelayanan publik.

Jika ditelusuri lebih detail, titik KM Nol itu sebelumnya terpasang tepat di depan PLN Ranting Sungai Penuh. Penandanya berupa tugu kecil dari beton berwarna kuning yang mencantumkan angka kilometer sebagai simbol titik nol. Sayangnya, saat ini penanda tersebut sudah tidak lagi terlihat. Posisi bekasnya bahkan telah rata dengan trotoar, sehingga banyak warga tidak menyadari bahwa di situlah dulu berdiri simbol penting tersebut.

Selain dekat dengan PLN, lokasi itu juga berada di sekitar Kantor Imigrasi Sungai Penuh, kantor camat, Bank Jambi, hingga Kodim 0417/Kerinci. Deretan kantor pemerintahan dan lembaga tersebut semakin menegaskan bahwa kawasan ini memang menjadi pusat kota sejak lama. Tidak berlebihan jika titik tersebut dipilih sebagai KM Nol.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Serahkan SK 1.798 PPPK Paruh Waktu, Formasi Teknis Paling Dominan

Doni, salah seorang warga Sungai Penuh, mengaku masih ingat jelas keberadaan penanda KM Nol itu. “Kalau kelahiran 80 ke bawah pasti sudah pernah melihat ada KM Nol terpasang di depan PLN. Sekarang tidak ada lagi dan sudah rata dengan trotoar,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa keberadaan KM Nol bukan sekadar cerita, tetapi benar-benar pernah menjadi bagian dari wajah kota.

Secara fungsi, KM Nol memiliki arti strategis. Di banyak daerah, titik ini menjadi acuan pengukuran jarak antarwilayah. Bahkan di kota-kota besar Indonesia, KM Nol sering dijadikan ikon wisata dan simbol identitas daerah. Di Sungai Penuh dan Kerinci, meski tidak dikemas sebagai objek wisata, nilai historisnya tetap penting sebagai penanda pusat administrasi dan perkembangan wilayah.

Keberadaan satu titik KM Nol untuk Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci juga mencerminkan sejarah pemekaran wilayah. Sebelum 2008, Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci. Setelah resmi menjadi kota otonom, secara administratif memang terpisah, tetapi secara geografis dan infrastruktur inti tetap berada di kawasan yang sama. Karena itu, titik nol yang telah lebih dulu ada tetap menjadi referensi bersama.

Sayangnya, hilangnya penanda fisik membuat banyak generasi muda tidak lagi mengetahui lokasi pastinya. Tanpa tugu atau papan informasi, orang yang melintas hanya melihat trotoar biasa tanpa menyadari bahwa di titik itu pernah berdiri simbol awal perhitungan jarak kota. Padahal, jika dikelola dengan baik, lokasi tersebut bisa menjadi spot edukatif sekaligus daya tarik sejarah lokal.

Baca Juga :  Azhar Hamzah, Wakil Wali Kota yang Tak Pernah Meninggalkan Tempat Nongkrongnya

Di sejumlah kota lain di Indonesia, pemerintah daerah bahkan membangun ulang tugu KM Nol dengan desain menarik dan papan informasi lengkap. Langkah ini bukan hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian sejarah kota. Sungai Penuh dan Kerinci pun sebenarnya memiliki potensi serupa untuk menghidupkan kembali identitas titik nol tersebut.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lokasi tepatnya, patokannya cukup mudah. Datanglah ke kawasan pusat kota Sungai Penuh, tepatnya di sekitar Lapangan Merdeka dan depan kantor PLN Ranting Sungai Penuh. Meski penanda fisiknya sudah tidak ada, lokasi itu masih menjadi referensi yang diingat warga lama sebagai titik KM Nol Sungai Penuh dan Kerinci.

Ke depan, banyak pihak berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali pemasangan ulang penanda KM Nol. Selain sebagai simbol historis, keberadaan tugu tersebut juga dapat memperkuat identitas kota yang terus berkembang. Apalagi, Sungai Penuh dikenal sebagai salah satu kota strategis di wilayah barat Provinsi Jambi dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Pada akhirnya, titik KM Nol bukan hanya soal angka nol kilometer. Ia adalah simbol awal perjalanan, pusat orientasi wilayah, sekaligus bagian dari memori kolektif warga. Meski kini tak lagi terlihat secara kasat mata, kisah tentang KM Nol Sungai Penuh dan Kerinci tetap hidup dalam ingatan masyarakat yang pernah menyaksikannya.

Bagi generasi muda, mengetahui lokasi dan sejarah KM Nol bisa menjadi cara sederhana untuk lebih mengenal kota sendiri. Karena di balik trotoar yang tampak biasa itu, tersimpan cerita tentang awal penghitungan jarak, pusat pemerintahan, dan jejak perkembangan Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Jalan M. Yamin Pasar Tanjung Bajure Segera Diaspal, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Rp1,2 Miliar
Jalan Tapan–Sungai Penuh Sudah Bisa Dilalui, Antrean BBM Terlihat di SPBU Pelayang Raya
Pengurus PKPS Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Tekankan Kerukunan dan Budaya
Ini Perkembangan Terbaru Nasib Perpanjangan Kontrak 1.513 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Dari BKPSDM
Kekayaan Bovi Handriyanto, Kadis Pendidikan Sungai Penuh yang Baru Dilantik, Tembus Rp2,18 Miliar
BREAKING NEWS: Lima Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Ini Nama-namanya
Gaji PPPK Sungai Penuh 2027 Tetap Dianggarkan APBD, DPRD Tunggu Aturan Pusat
38 Kepala Sekolah SMPN dan SDN Kota Sungai Penuh Dilantik, Wawako Tegaskan Jangan Ada Pungutan Berkedok Komite
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Jalan M. Yamin Pasar Tanjung Bajure Segera Diaspal, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jalan Tapan–Sungai Penuh Sudah Bisa Dilalui, Antrean BBM Terlihat di SPBU Pelayang Raya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Pengurus PKPS Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Tekankan Kerukunan dan Budaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ini Perkembangan Terbaru Nasib Perpanjangan Kontrak 1.513 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Dari BKPSDM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Kekayaan Bovi Handriyanto, Kadis Pendidikan Sungai Penuh yang Baru Dilantik, Tembus Rp2,18 Miliar

Berita Terbaru