Jakarta – Daihatsu Rocky Hybrid hadir sebagai salah satu opsi SUV kompak ramah lingkungan yang memadukan performa dan efisiensi bahan bakar. Model ini mengusung teknologi elektrifikasi yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian, terutama di area perkotaan dengan karakter lalu lintas yang dinamis.
Rocky Hybrid menggunakan sistem e-SMART Hybrid, yakni skema seri hybrid di mana motor listrik bertugas menggerakkan roda, sementara mesin bensin berperan sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Konsep ini berbeda dari hybrid paralel yang memungkinkan mesin dan motor sama-sama menggerakkan kendaraan.
Dari sisi dapur pacu, Rocky Hybrid dibekali mesin bensin 1.200 cc WA-VEX yang terintegrasi dengan baterai hybrid 177,6 volt dan transmisi khusus hybrid (transaxle). Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga maksimum 106 PS, angka yang cukup untuk menunjang akselerasi harian.
Keunggulan lain terletak pada torsi maksimum yang mencapai 170 Nm. Karakter motor listrik yang memberikan torsi instan membuat respons pedal terasa sigap, baik saat berakselerasi, menyalip, maupun melibas tanjakan. Ini menjadi nilai tambah bagi pengendara yang menginginkan sensasi berkendara ringan namun bertenaga.
Rocky Hybrid juga dibekali baterai berkapasitas 0,74 kWh. Secara klaim, kapasitas ini tergolong besar di kelasnya dan bahkan disebut setara dengan beberapa hybrid SUV medium. Dukungan baterai ini berkontribusi terhadap stabilitas suplai tenaga listrik dan efisiensi energi.
Dalam pengujian standar WLTC (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle), konsumsi BBM Rocky Hybrid diklaim mencapai 28 km/liter. Sementara berdasarkan metode JC08 Jepang, efisiensinya dapat menyentuh 34,8 km/liter. Emisi gas buang pun ditekan hingga 83 gram CO2/km.
Menariknya, dalam sesi test drive bersama media, sejumlah peserta melaporkan konsumsi bahan bakar di atas 30 km/liter. Bahkan ada capaian ekstrem mendekati 47,8 km/liter berdasarkan pembacaan MID (Multi Information Display). Meski demikian, angka MID kerap menjadi bahan diskusi karena berbeda dengan metode pengukuran full to full.
Pengujian dilakukan dalam kondisi berkendara normal, meliputi rute kombinasi menanjak-menurun, lalu lintas lancar hingga macet, serta permukaan jalan aspal dan paving block. Selama uji coba, AC tetap dinyalakan dengan jumlah penumpang 3–4 orang, mencerminkan penggunaan realistis sehari-hari. (***)








