JAKARTA — Minat konsumen Indonesia terhadap Daihatsu Rocky Hybrid terus meningkat sejak model ini diperkenalkan di berbagai ajang otomotif nasional. Hingga akhir Januari 2026, pemesanan kendaraan ini sudah mencapai sekitar 550 unit, meski statusnya masih impor utuh (CBU) dari Jepang.
PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI DSO) mengakui, tingginya minat belum sepenuhnya bisa diimbangi dengan ketersediaan unit. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan di Jepang, sehingga distribusi untuk pasar Indonesia mengikuti alokasi terbatas dari prinsipal.
“Permintaan di negara asal cukup tinggi, sehingga pengiriman ke Indonesia bertahap sesuai kuota yang diberikan,” ujar perwakilan Daihatsu saat ditemui di IIMS 2026, Jumat (6/2/2026).
Waktu Tunggu Sekitar Dua Bulan
Meski pasokan terbatas, waktu inden Rocky Hybrid dinilai masih relatif singkat untuk kendaraan CBU, yakni sekitar dua bulan sejak pemesanan. Konsumen yang melakukan pemesanan pada Februari diperkirakan menerima unit pada April.
Durasi tersebut dinilai masih bisa diterima oleh calon pembeli, sehingga tidak menghambat laju pemesanan.
Didominasi Konsumen Kota Besar
Pemesanan Rocky Hybrid sebagian besar berasal dari kota-kota besar, terutama Jakarta. Pameran otomotif disebut menjadi faktor pendorong utama meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ini.
Daihatsu menilai tren ini sebagai indikasi positif bahwa pasar kendaraan ramah lingkungan mulai tumbuh di Indonesia, khususnya di kalangan konsumen urban yang terbuka terhadap teknologi baru.
Rocky Hybrid pun menjadi salah satu indikator bahwa kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif nasional.









