Bandung – Reuni Akbar Kanti Lamo Kerinci (KLK) ke-14 yang digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Sabtu (10/1/2026), benar-benar berubah menjadi lautan kegembiraan. Dari pagi hingga malam, sekitar 900 hingga 1.000 perantau Kerinci dan Sungai Penuh tumplek blek di aula utama, melebur dalam suasana tawa, rindu, dan nostalgia yang terasa hidup kembali.
Puncak kemeriahan terjadi saat dua pemimpin daerah, Bupati Kerinci Monadi Murasman dan Walikota Sungai Penuh Alfin, naik ke panggung. Bukan hanya menyanyikan lagu Kerinci “Datung Ae” dan “Tabayang Radio”, keduanya juga berjoget “Oleh-Oleh” yang langsung membuat seluruh ruangan pecah.
Gelak tawa, sorakan, dan tepuk tangan membahana, terlebih ketika para peserta ikut merangsek ke depan untuk berjoget bersama. Ketua Umum PB HKK Nasional, Irjen Pol (Purn) Syafril Nursal pun ikut bergabung, menambah meriahnya suasana.
Ketua Panitia Pelaksana, Herman Muchtar, mengakui bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. “Dari 1.200 undangan, sekitar 900 hadir. Kursi penuh semua,” ujarnya bangga. Ia juga menekankan bahwa reuni tahun ini istimewa karena menggabungkan hiburan dan dialog pembangunan daerah bersama Bupati dan Walikota yang baru menjabat sekitar 10 bulan.
Energi ruangan semakin memanas ketika MC, Toro, menyemangati para perantau agar terus mendukung pembangunan kampung halaman. “Kita buktikan perantau Kanti Lamo selalu ada untuk Kerinci dan Sungai Penuh!” serunya disambut sorakan menggema.
Ketua Umum HKK Nasional, Syafril Nursal, memuji kekompakan para perantau yang disebutnya sebagai modal besar pembangunan. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Kanti Lamo, Hafizal Rahman, membuat tawa membahana ketika menyebut banyak anggota KLK sebagai “Mukidi” — Muda, Kaya, Intelek, Dermawan, dan Idealis. Guyonan ini langsung menjadi highlight acara.
Di momen penting lainnya, Hafizal mengumumkan kabar gembira: Reuni KLK ke-15 akan digelar di Kota Sungai Penuh. “Insyaallah dua tahun lagi kita pulang kampung,” ucapnya yang disambut tepuk tangan gemuruh.
Tak hanya meriah, reuni ini juga sarat kepekaan sosial. Para peserta menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh, sekaligus menggagas ide pembentukan wadah sosial “Tangguk Kerinci”.
Kehangatan reuni semakin lengkap dengan rangkaian hiburan budaya. Penyanyi legendaris Ernie Johan membuat peserta bernostalgia lewat “Teluk Bayur” dan “Kau Selalu di Hatiku”. Saung Angklung Udjo tampil enerjik, mengajak seluruh peserta memainkan angklung bersama membawakan “Tanah Airku” dan “Kutakek Tinggai”. Tidak ketinggalan, penampilan tari “Putih Masurai” dari KLK Jambi yang memukau panggung.
Menjelang malam, lagu “Kemesraan” dilantunkan sebagai penutup penuh keharuan. Pelukan, tawa, dan rindu yang terbayar tuntas memenuhi ruangan.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama, pembagian 30 doorprize, serta sesi foto besar yang menyatukan para tokoh dan peserta.
Pada Minggu (11/1/2026), peserta dijadwalkan menikmati tour ceria Kota Bandung menggunakan bus wisata Bandros.
Reuni KLK ke-14 bukan sekadar temu rindu, tetapi perayaan besar tentang kebersamaan, identitas, dan cinta kampung halaman—yang diyakini akan terus menyala hingga reuni berikutnya. (fyo)
Editor : Fanda Yosephta









