JAKARTA – Persaingan dua raksasa teknologi dunia memasuki fase baru. Alphabet Inc., perusahaan induk Google, resmi menggeser Apple Inc. sebagai perusahaan dengan valuasi pasar terbesar di planet ini.
Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu AS, kapitalisasi pasar Alphabet menembus US$3,88 triliun atau setara Rp 65.000 triliun. Kenaikan harga saham lebih dari 2% menjadi US$322,03 mengokohkan posisi Alphabet di puncak.
Sementara itu, Apple harus menerima kenyataan pahit. Perusahaan yang identik dengan iPhone itu turun ke posisi kedua setelah valuasinya merosot menjadi US$3,84 triliun, sejalan dengan penurunan saham lebih dari 4% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Keberhasilan Alphabet Bukan Kebetulan
Lonjakan nilai Alphabet dipandang sebagai buah dari strategi agresif perusahaan dalam memperkuat bisnis kecerdasan buatan (AI). Setelah sempat diragukan karena ketatnya persaingan dan munculnya pemain baru di sektor AI, Google mampu membalikkan keadaan.
Beberapa terobosan besar yang membawa Alphabet kembali berjaya antara lain:
• Chip AI Ironwood
Dirilis pada November 2025, Ironwood adalah unit pemrosesan tensor generasi ke-7 yang digadang-gadang menjadi alternatif kuat bagi chip Nvidia.
• Peluncuran Gemini 3
Pada Desember 2025, Google memperkenalkan Gemini 3, sistem AI yang mendapat sambutan luas dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kemampuan Alphabet mengejar ketertinggalan.
Kinerja saham Alphabet pun melonjak 65% sepanjang 2025, pertumbuhan tertinggi sejak era pemulihan pascakrisis global 2009.
CEO Sundar Pichai menegaskan bahwa Alphabet bergerak cepat menjawab permintaan pasar global. Ia mengungkapkan bahwa unit Google Cloud berhasil mengamankan kontrak bernilai lebih dari US$1 miliar hingga kuartal ketiga 2025, melampaui dua tahun sebelumnya.
Apple Masih Berjuang di Arena AI
Di sisi lain, Apple menghadapi tantangan besar dalam menunjukkan kapasitasnya di bidang AI. Perusahaan dinilai terlambat masuk ke gelanggang inovasi AI generatif yang meledak sejak kemunculan ChatGPT.
Peluncuran Siri generasi baru yang dijadwalkan rilis pada 2025 terpaksa ditunda. Apple baru berencana mengenalkan Siri versi baru yang lebih cerdas dan personal pada 2026 ini—langkah yang dinilai terlambat oleh banyak analis pasar.
Firma riset Raymond James pun menurunkan proyeksi pertumbuhan Apple untuk tahun 2026, menyebut persaingan ketat dan dinamika pasar smartphone sebagai tantangan terbesar perusahaan.









