BMKG Ungkap Peta Megathrust Indonesia dari Sumatra hingga Papua

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menyampaikan informasi terkait 13 segmen megathrust yang tersebar di wilayah Indonesia. Penyampaian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai kondisi geologi Indonesia sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana jangka panjang.

Megathrust merupakan zona pertemuan lempeng tektonik aktif, di mana salah satu lempeng bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses tersebut menyebabkan akumulasi energi dalam kurun waktu yang sangat panjang. Apabila energi dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi berkekuatan besar dan berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir.

BMKG menegaskan bahwa informasi ini disampaikan sebagai bagian dari edukasi kebencanaan, bukan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Beberapa Segmen Masuk Kategori Seismic Gap

Melalui keterangan yang dibagikan di akun resmi Instagram @infobmkg, BMKG menjelaskan bahwa sejumlah segmen megathrust di Indonesia telah lama tidak mengalami pelepasan energi signifikan. Kondisi tersebut dalam ilmu kebumian dikenal sebagai seismic gap.

Baca Juga :  139 Pati TNI Resmi Naik Pangkat, Jenderal Tandyo Pimpin Laporan Korps di Cilangkap

Sebagai contoh, Megathrust Selat Sunda tercatat terakhir kali mengalami gempa besar pada abad ke-18. Sementara Megathrust Mentawai–Siberut juga telah ratusan tahun tidak menunjukkan aktivitas gempa besar. Meski demikian, BMKG menekankan bahwa tidak ada metode ilmiah yang dapat memastikan kapan gempa akan terjadi.

Indonesia di Persimpangan Lempeng Dunia

Secara geografis, Indonesia berada di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Interaksi ketiganya membentuk jalur subduksi panjang yang memunculkan sejumlah segmen megathrust dari wilayah barat hingga timur Nusantara.

Hingga saat ini, BMKG mencatat terdapat 13 segmen megathrust aktif yang memiliki potensi gempa dengan magnitudo besar, tergantung karakteristik masing-masing zona.

Baca Juga :  Pandji Pragiwaksono Minta Maaf ke Masyarakat Toraja 

Daftar 13 Segmen Megathrust di Indonesia

Berikut segmen megathrust beserta perkiraan potensi magnitudo maksimumnya:

Aceh–Andaman (M 9,2)

Nias–Simeulue (M 8,7)

Batu (M 7,8)

Mentawai–Siberut (M 8,9)

Mentawai–Pagai (M 8,9)

Enggano (M 8,4)

Selat Sunda (M 8,7)

Jawa Barat–Jawa Tengah (M 8,7)

Jawa Timur (M 8,7)

Sumba (M 8,5)

Sulawesi Utara (M 8,5)

Lempeng Laut Filipina (M 8,2)

Papua (M 8,7)

Fokus pada Kesiapsiagaan

BMKG menekankan bahwa pemetaan dan kajian megathrust menjadi dasar penting dalam:

Penyusunan kebijakan tata ruang wilayah

Penerapan standar bangunan tahan gempa

Penguatan sistem peringatan dini

Peningkatan literasi kebencanaan masyarakat

Dengan langkah mitigasi yang tepat, risiko dampak gempa dapat dikurangi meskipun potensi geologis tetap ada.

Berita Terkait

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU
Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:00 WIB

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih

Selasa, 1 September 2026 - 18:10 WIB

Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Berita Terbaru