Rangkap Jabatan di PUPR Kerinci, Kepala Workshop Awasi Proyek Jalan Rp13 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI – Praktik rangkap jabatan kembali menjadi perhatian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Seorang pejabat struktural di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diketahui menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai Kepala Workshop dan pengawas proyek pembangunan jalan dengan nilai anggaran mencapai Rp13 miliar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang pembagian kewenangan dan efektivitas pengawasan internal.

Pejabat tersebut adalah Armasdi, yang secara administratif tercatat sebagai Kepala Workshop Dinas PUPR Kerinci. Namun dari penelusuran yang dilakukan, Armasdi juga terlibat langsung sebagai pengawas proyek jalan di dinas yang sama. Penugasan ganda ini berlangsung di tengah struktur organisasi yang sebenarnya telah memiliki pejabat dan ASN teknis khusus di bidang pengawasan.

Dalam tata kelola pemerintahan daerah, posisi Kepala Workshop memegang peran penting dalam pengelolaan, perawatan, dan pemanfaatan alat berat milik pemerintah. Workshop seharusnya menjadi penopang utama kegiatan konstruksi, sekaligus instrumen untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan membuka peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset secara profesional.

Baca Juga :  Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Proyek Tahun Jamak, Ini Aturan Hukumnya

Namun kondisi di lapangan menunjukkan fungsi tersebut belum berjalan optimal. Sejumlah alat berat milik Dinas PUPR Kerinci dilaporkan dalam kondisi kurang terawat atau tidak siap pakai. Akibatnya, pada beberapa pekerjaan fisik, dinas justru menggunakan alat dari pihak luar, meskipun aset milik daerah tersedia.

Situasi ini memicu kegelisahan di internal dinas. Sejumlah aparatur sipil negara menyebutkan bahwa personel teknis di bidang pengawasan proyek sebenarnya cukup dan memiliki kompetensi. Namun, potensi tersebut dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal, sementara satu pejabat justru memegang dua peran strategis yang sama-sama menuntut fokus penuh.

Pengawasan proyek infrastruktur bernilai besar, seperti pembangunan jalan dengan anggaran Rp13 miliar, menuntut independensi, ketelitian, dan pengawasan berlapis. Dalam praktiknya, perangkapan jabatan kerap dipandang rawan menimbulkan konflik kepentingan, terutama ketika fungsi pengelolaan aset dan fungsi pengawasan proyek berada pada individu yang sama.

Baca Juga :  PKK Jambi dan Bunda PAUD Edukasi Gizi Lewat Program Berbagi

Di sisi lain, pengelolaan workshop yang tidak optimal berisiko menimbulkan kerugian tidak langsung bagi daerah. Aset yang tidak terawat dapat mempercepat penurunan nilai barang milik daerah, meningkatkan ketergantungan pada pihak ketiga, serta memperlebar jarak antara perencanaan anggaran dan realisasi di lapangan.

“Ini yang membuat kami heran. Kepala workshop sekaligus jadi pengawas proyek, padahal struktur dan jabatannya sudah ada masing-masing,” ujar seorang sumber internal Dinas PUPR Kerinci. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait dasar penugasan rangkap tersebut (***)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Bupati Monadi Gandeng Pers dan Masyarakat Sukseskan Pembangunan RSUD Kerinci
Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Monadi Tekankan Pengawasan Ketat dan Target Rumah Sakit Tipe C
RSUD Kerinci Dapat Suntikan APBN Rp138 Miliar, Dinkes Catat Prestasi Raih Rp211 Miliar dalam 3 Tahun
Menunggu Monadi-Murison, Isu Pelantikan Kepsek SD dan SMP Kerinci Makin Santer
Wisuda XII IAIN Kerinci Kukuhkan 538 Lulusan, Rektor : Kita Siap Melangkah Menuju UIN
ASN Kerinci Keluhkan Surat Sakit Dokter Swasta dan PPPK Tak Diakui, BKPSDM Diminta Beri Penjelasan Resmi
Rehab Jalan Renah Pemetik Mulai Dikerjakan, Warga Pertanyakan Sumber Anggaran Perbaikan
Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:25 WIB

Bupati Monadi Gandeng Pers dan Masyarakat Sukseskan Pembangunan RSUD Kerinci

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:54 WIB

Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Monadi Tekankan Pengawasan Ketat dan Target Rumah Sakit Tipe C

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:40 WIB

RSUD Kerinci Dapat Suntikan APBN Rp138 Miliar, Dinkes Catat Prestasi Raih Rp211 Miliar dalam 3 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menunggu Monadi-Murison, Isu Pelantikan Kepsek SD dan SMP Kerinci Makin Santer

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:43 WIB

Wisuda XII IAIN Kerinci Kukuhkan 538 Lulusan, Rektor : Kita Siap Melangkah Menuju UIN

Berita Terbaru