Marvell Beli Lumentum, Transaksi Rp2.094 Triliun Jadi Sorotan Industri Teknologi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Industri teknologi global kembali mencatat transaksi korporasi bernilai fantastis. Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Marvell Technology, sepakat mengakuisisi Lumentum Holdings, produsen komponen optik dan perangkat jaringan, dengan nilai transaksi mencapai 115 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.094 triliun.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu aksi akuisisi terbesar dalam sejarah industri teknologi. Langkah ini sekaligus memperlihatkan besarnya persaingan perusahaan teknologi dalam mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Marvell mengincar teknologi konektivitas optik milik Lumentum untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan komponen penting bagi pusat data AI.

Dilansir dari laporan KompasTekno yang mengutip CNBC dan TechCrunch, pengumuman kesepakatan akuisisi tersebut disampaikan pada Senin (2/11/2026) waktu Amerika Serikat.

Nilai transaksi ini bahkan melampaui sejumlah akuisisi besar sebelumnya, termasuk pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft senilai 68,7 miliar dollar AS pada 2022 serta akuisisi EMC oleh Dell dengan nilai 67 miliar dollar AS pada 2016.

Akuisisi Menggunakan Skema Pertukaran Saham

Berbeda dengan transaksi yang menggunakan pembayaran tunai, pengambilalihan Lumentum dilakukan sepenuhnya melalui skema pertukaran saham atau all-stock deal.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, setiap pemegang satu saham Lumentum akan memperoleh 4,5 saham biasa Marvell.

Dalam pengumuman kedua perusahaan, nilai perusahaan atau enterprise value dari transaksi ini diperkirakan mencapai 115 miliar dollar AS.

Setelah proses penggabungan selesai, pemegang saham Marvell diproyeksikan memiliki sekitar 67 persen kepemilikan perusahaan gabungan. Sementara pemegang saham Lumentum diperkirakan menguasai sekitar 33 persen.

Penyelesaian akuisisi ditargetkan berlangsung pada semester pertama 2028. Namun, realisasi transaksi masih bergantung pada persetujuan pemegang saham kedua perusahaan serta regulator terkait.

Mengapa Marvell Membeli Lumentum?

Salah satu alasan utama di balik akuisisi ini adalah meningkatnya kebutuhan teknologi konektivitas untuk mendukung operasional pusat data AI.

Baca Juga :  Jensen Huang Klaim AGI Sudah Tiba, Ini Pengertian dan Alasannya

Pusat data modern membutuhkan ribuan chip yang bekerja secara bersamaan. Komponen tersebut harus saling bertukar informasi dalam jumlah sangat besar dengan kecepatan tinggi agar proses pelatihan dan pengoperasian model kecerdasan buatan dapat berjalan optimal.

Selama ini, koneksi antarkomponen banyak memanfaatkan kabel tembaga. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas transfer data, teknologi tersebut menghadapi tantangan dalam hal kecepatan, jarak transmisi, konsumsi daya, dan kepadatan konektivitas.

Industri semikonduktor kemudian semakin mengembangkan koneksi berbasis optik yang memanfaatkan cahaya untuk mengirimkan informasi.

Teknologi ini memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi dan menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan infrastruktur AI generasi berikutnya.

Di sinilah kemampuan kedua perusahaan dinilai saling melengkapi.

Marvell memiliki keahlian dalam pengembangan chip khusus, prosesor jaringan, dan perangkat konektivitas pusat data.

Sementara itu, Lumentum dikenal melalui teknologi komponen optik, termasuk laser dan transceiver. Perangkat tersebut berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya serta mengembalikannya menjadi sinyal listrik.

Dengan menggabungkan kemampuan kedua perusahaan, Marvell berupaya menghadirkan portofolio teknologi yang lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan.

Marvell Bidik Pasar Potensial Rp10.015 Triliun

Akuisisi Lumentum juga berkaitan dengan peluang pertumbuhan pasar infrastruktur AI dalam beberapa tahun mendatang.

Marvell memperkirakan penggabungan kedua bisnis tersebut dapat memperluas total pasar potensial atau Total Addressable Market (TAM) menjadi 550 miliar dollar AS.

Jika dikonversikan menggunakan estimasi kurs dalam laporan sumber, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp10.015 triliun.

Selain memperluas peluang pasar, perusahaan juga memperkirakan integrasi kedua bisnis berpotensi menghasilkan penghematan biaya operasional tahunan lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp18,1 triliun.

Penghematan tersebut diproyeksikan dapat dicapai setelah proses integrasi bisnis berjalan.

Baca Juga :  5 Asuransi Mobil All Risk Terbaik di Indonesia 2026, Premi Mulai 1 Persen

Meski demikian, angka tersebut merupakan proyeksi perusahaan dan realisasinya akan bergantung pada pelaksanaan strategi penggabungan kedua entitas.

Nvidia Memiliki Investasi di Kedua Perusahaan

Hal menarik lainnya adalah keterlibatan Nvidia sebagai investor di Marvell maupun Lumentum.

Pada Maret 2026, Nvidia mengumumkan investasi sebesar 2 miliar dollar AS di Lumentum.

Investasi tersebut menjadi bagian dari kerja sama pengadaan komponen laser canggih untuk memenuhi kebutuhan teknologi Nvidia dalam beberapa tahun ke depan.

Dana tersebut juga diarahkan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan serta perluasan kapasitas produksi Lumentum.

Pada bulan yang sama, Nvidia juga menginvestasikan 2 miliar dollar AS di Marvell.

Langkah tersebut berkaitan dengan pengembangan portofolio teknologi semikonduktor dan jaringan optik yang dibutuhkan untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan.

Keterlibatan Nvidia pada kedua perusahaan memperlihatkan eratnya hubungan antara pengembangan chip AI, teknologi jaringan, dan komponen optik dalam ekosistem pusat data modern.

Sebelumnya, Marvell Juga Mengakuisisi Celestial AI

Pengambilalihan Lumentum bukan satu-satunya langkah Marvell dalam memperkuat bisnis konektivitas berbasis optik.

Pada Februari 2026, Marvell telah menyelesaikan akuisisi Celestial AI dengan nilai transaksi sekitar 3,5 miliar dollar AS atau setara Rp63,7 triliun.

Celestial AI merupakan perusahaan yang mengembangkan teknologi interkoneksi optik untuk menghubungkan berbagai chip di pusat data.

Melalui serangkaian aksi korporasi tersebut, Marvell berupaya memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan.

Persaingan industri AI kini tidak hanya berlangsung pada pengembangan model kecerdasan buatan dan chip pemroses. Infrastruktur pendukung seperti jaringan berkecepatan tinggi, laser, transceiver, dan konektivitas antarchip juga semakin menjadi perhatian perusahaan teknologi global.

Akuisisi Lumentum menjadi salah satu gambaran bagaimana perusahaan semikonduktor mulai memperluas bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI yang terus berkembang.

Berita Terkait

Tak Perlu Langganan Microsoft Office? Kenali 3 Aplikasi Gratis Buatan AI Ini
Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya
Power Bank Xiaomi Ultra Thin 10.000mAh Resmi Diperkenalkan, Desain Tipis dan Baterai Jumbo
iOS 27.3 Beta Dirilis, Apple Hadirkan Fitur Baru iPhone Duo yang Memudahkan Pengguna Kidal
Ray-Ban Meta Gen 3 hingga Oakley Vanguard Hadir di Indonesia, Cek Fitur dan Harganya
Moto g67 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp5,57 Juta dengan Layar AMOLED 5.000 Nit
Apple Siapkan 3 iPad Terbaru 2027
Teknologi AI Makin Berkembang, Mengapa Pusat Data Membutuhkan Banyak Air?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 04:00 WIB

Tak Perlu Langganan Microsoft Office? Kenali 3 Aplikasi Gratis Buatan AI Ini

Kamis, 5 November 2026 - 02:00 WIB

Marvell Beli Lumentum, Transaksi Rp2.094 Triliun Jadi Sorotan Industri Teknologi

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WIB

Power Bank Xiaomi Ultra Thin 10.000mAh Resmi Diperkenalkan, Desain Tipis dan Baterai Jumbo

Rabu, 4 November 2026 - 15:02 WIB

iOS 27.3 Beta Dirilis, Apple Hadirkan Fitur Baru iPhone Duo yang Memudahkan Pengguna Kidal

Rabu, 4 November 2026 - 06:00 WIB

Ray-Ban Meta Gen 3 hingga Oakley Vanguard Hadir di Indonesia, Cek Fitur dan Harganya

Berita Terbaru