KERINCI – Rencana perbaikan Jalan Belui–Koto Lanang di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, menjadi harapan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan berlubang dan permukaan aspal yang tidak lagi rata.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut. Namun, panjang jalan yang benar-benar bisa diperbaiki menjadi perhatian masyarakat karena total ruas yang direncanakan mencapai sekitar 4 kilometer.
Jika anggaran tersebut digunakan untuk merekonstruksi jalan dengan perkerasan beton semen, panjang penanganan bergantung pada volume pekerjaan, ketebalan beton, kondisi tanah, serta harga satuan dalam kontrak. Karena itu, anggaran Rp1,5 miliar belum tentu cukup untuk memperbaiki seluruh ruas sepanjang 4 kilometer.
Berdasarkan dokumen lingkup pekerjaan, kegiatan ini mencakup mobilisasi, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), timbunan pilihan kasar dari sumber galian, serta penyiapan badan jalan untuk rekonstruksi perkerasan lama.
Pekerjaan juga meliputi perkerasan beton semen dengan metode fast track hingga 24 jam dan lapis pondasi bawah berupa beton kurus. Lingkup tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan tidak sekadar menambal lubang, tetapi mencakup penanganan konstruksi pada bagian jalan yang ditetapkan dalam rencana pekerjaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian Jalan Belui–Koto Lanang membutuhkan perhatian. Permukaan jalan terlihat tidak merata dan berlubang. Kondisi yang dinilai paling parah berada pada ruas Desa Kubang hingga Lubuk Suli.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Surmila Apri Yulisa, menyampaikan bahwa perbaikan ruas jalan tersebut merupakan harapan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Ia berharap tahapan setelah pematokan berjalan lancar sehingga pekerjaan segera terlaksana.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Kita berharap setelah dilakukan pematokan, proses selanjutnya dapat berjalan lancar dan perbaikan segera dilaksanakan. Masyarakat tentu menginginkan jalan yang layak dan aman untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” demikian pernyataan Surmila.
Lantas, berapa meter jalan yang bisa diperbaiki dengan anggaran Rp1,5 miliar? Jawabannya perlu mengacu pada lebar jalan, ketebalan perkerasan, harga satuan pekerjaan, dan rincian kontrak. Jika seluruh ruas sepanjang 4 kilometer ditangani, anggaran rata-ratanya hanya Rp375.000 per meter panjang jalan. Dengan demikian, masyarakat perlu mengetahui panjang penanganan yang tercantum dalam kontrak agar dapat menilai sejauh mana perbaikan Jalan Belui–Koto Lanang akan menjawab kebutuhan warga Kecamatan Depati Tujuh.
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : FANDA YOSEPHTA









