Rupiah Tembus Rp18.133 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Stabilitas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Bank Indonesia (BI) memastikan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas mata uang nasional. Perkembangan ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya impor, harga barang, dan kondisi ekonomi masyarakat.

Mengutip laporan Bisnis.com, rupiah ditutup pada level Rp18.133 per dolar AS. Nilai tersebut melemah 35 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan hari yang sama, rupiah masih berada di posisi Rp18.084 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa bank sentral terus memantau pergerakan nilai tukar. BI juga mempertahankan langkah intervensi sesuai perkembangan kondisi pasar. Menurut Destry, pergerakan rupiah turut dipengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing. Karena itu, otoritas moneter terus mencermati penyebab tekanan terhadap mata uang Garuda.

Tekanan terhadap rupiah juga berkaitan dengan sentimen pasar keuangan global dan domestik. Salah satu faktor yang disorot adalah konsultasi MSCI mengenai usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Sentimen tersebut berpotensi memengaruhi keputusan investor asing. Arus modal keluar dari pasar saham juga dapat merambat ke Surat Berharga Negara dan instrumen keuangan lainnya.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Investor Nantikan Data Penting AS

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75 persen pada rapat Oktober 2026. BI memilih mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah. Salah satunya melalui penguatan insentif lindung nilai atau hedging pada instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar menjelaskan bahwa insentif hedging melengkapi kebijakan suku bunga, bukan menggantikannya. BI juga mempertimbangkan perkembangan inflasi, prospek ekonomi domestik, dan kondisi global. Menurut data yang disampaikan dalam laporan tersebut, inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen, masih berada dalam sasaran BI sebesar 1,5–3,5 persen.

Baca Juga :  Professional Liability Insurance Canada 2026: Cost, Coverage and E&O Guide

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku, bahan bakar, barang elektronik, dan sejumlah produk yang menggunakan komponen dari luar negeri. Dampaknya terhadap harga konsumen bergantung pada besarnya ketergantungan impor, biaya distribusi, serta kebijakan harga masing-masing perusahaan. Sebaliknya, eksportir yang menerima pembayaran dalam dolar AS berpotensi memperoleh nilai rupiah lebih besar, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada biaya produksi dan transaksi mereka.

Ke depan, arah rupiah akan dipengaruhi oleh arus modal asing, kondisi pasar global, kebutuhan dolar AS, serta respons kebijakan Bank Indonesia. Masyarakat dan pelaku usaha perlu mencermati perkembangan kurs karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi anggaran, biaya operasional, dan harga barang. Namun, pelemahan rupiah tidak otomatis membuat seluruh harga naik pada saat yang sama. Kecepatan dan besarnya dampak bergantung pada kondisi masing-masing sektor ekonomi. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta, Ini Rincian dan Syarat Klaim Ahli Waris
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 9 Karat
Harga Emas Antam 26 Oktober 2026 Stabil, Cek Daftar Harga 0,5–1.000 Gram
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 26 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,57 Juta, Cek Buyback
Sido Muncul Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar, Ini Jadwal Cair dan Nilai per Saham
Harga BBM 25 Oktober 2026: Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, Shell Super Kosong
Harga BBM 25 Oktober 2026 di Jakarta, Jambi, Sumbar dan Sumut, Ini Daftar Lengkapnya
Token Nvidia Melonjak 224 Persen, Minat Investor terhadap Saham AS Meningkat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.133 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Stabilitas

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta, Ini Rincian dan Syarat Klaim Ahli Waris

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 9 Karat

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Harga Emas Antam 26 Oktober 2026 Stabil, Cek Daftar Harga 0,5–1.000 Gram

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 26 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,57 Juta, Cek Buyback

Berita Terbaru