BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Pengunjung Tembus 65.800 Orang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat nilai transaksi sebesar Rp5,38 triliun selama penyelenggaraan BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat. Capaian tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Pameran yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu mencatat transaksi lebih tinggi meskipun durasi pelaksanaannya lebih singkat. Pada tahun sebelumnya, acara berlangsung selama empat hari dengan nilai transaksi sekitar Rp2,6 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan pencapaian tersebut dalam konferensi pers pada Minggu (25/10/2026). Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini hanya berlangsung sekitar 2,5 hari, dimulai pada Jumat setelah salat Jumat dan berakhir pada Minggu malam.

Peningkatan nilai transaksi itu menunjukkan besarnya aktivitas perdagangan dan pembiayaan yang berlangsung selama pameran. Namun, angka transaksi tersebut tidak serta-merta dapat diartikan sebagai pendapatan atau laba bersih BSI karena mencakup berbagai kategori transaksi yang dilakukan selama acara.

Pengunjung BSI Expo 2026 Mencapai 65.800 Orang

Selain mencatat nilai transaksi miliaran rupiah, BSI International Expo 2026 juga menarik puluhan ribu pengunjung.

Hingga Minggu sore, jumlah pengunjung dilaporkan mencapai sekitar 65.800 orang. Angka tersebut melampaui jumlah pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya yang berada di kisaran 60.000 orang.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia beberapa kali melakukan pengaturan arus masuk. Akses pengunjung sempat dibatasi sementara ketika kepadatan meningkat, kemudian dibuka kembali secara bergantian.

Anggoro menjelaskan, pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung di area pameran.

Dari sisi penyelenggaraan, tingginya kunjungan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia untuk menjaga kelancaran aktivitas di setiap area. Pengelolaan arus pengunjung juga penting agar masyarakat dapat mengakses berbagai stan dan layanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta kenyamanan.

Transaksi Berasal dari Berbagai Sektor

BSI International Expo 2026 menghadirkan beragam kategori produk dan layanan. Transaksi selama kegiatan tersebut berasal dari sektor perjalanan haji dan umrah, pembelian serta gadai emas, pembiayaan kepemilikan rumah, otomotif, fesyen, hingga produk gaya hidup.

Pameran tahun ini mengusung tema Buy Local, Go Global dan melibatkan 426 tenant dari berbagai sektor industri halal.

Keberagaman peserta tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas. Pengunjung juga dapat membandingkan beragam produk dan layanan dalam satu lokasi.

Baca Juga :  Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP

Meski demikian, nilai transaksi yang diumumkan merupakan gabungan dari berbagai aktivitas selama pameran. Angka tersebut tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai transaksi perbankan BSI atau penjualan produk milik satu sektor tertentu.

BSI Perkuat Akses Pasar bagi UMKM

Salah satu fokus BSI International Expo 2026 adalah memperluas peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing.

BSI melakukan kurasi produk lokal bersama sejumlah komunitas dan mitra, di antaranya Localove, Jakartaroma, dan Gleam Lokal. Produk yang ditampilkan mencakup berbagai kategori yang berkaitan dengan industri halal dan gaya hidup.

Anggoro menekankan bahwa kebanggaan terhadap produk dalam negeri perlu diikuti kualitas yang baik, kreativitas, serta harga yang sesuai dengan kemampuan konsumen.

Dengan pendekatan tersebut, produk lokal diharapkan tidak hanya diminati karena berasal dari Indonesia, tetapi juga mampu bersaing melalui mutu dan nilai yang ditawarkan.

Pameran juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk mengenali kebutuhan pasar, memperluas jaringan, serta membangun hubungan dengan calon pembeli dan mitra bisnis.

Bina Sekitar 340.000 UMKM

BSI menyampaikan bahwa perseroan membina sekitar 340.000 UMKM pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 pelaku usaha disebut telah mengalami peningkatan skala usaha atau naik kelas.

Untuk mendukung perkembangan bisnis para pelaku usaha, BSI mengembangkan program pendampingan melalui UMKM Center. Pusat pendampingan tersebut telah tersedia di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Perseroan juga merencanakan perluasan jaringan pendampingan ke Bandung.

Pendampingan diperlukan agar UMKM tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga dukungan untuk meningkatkan kualitas produk, mengelola usaha, memperluas pemasaran, dan memenuhi kebutuhan konsumen.

BSI turut mengembangkan program business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun mitra bisnis. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM memperluas pasar secara bertahap, mulai dari daerah asal ke provinsi lain sebelum memasuki pasar internasional.

BSI Siapkan Jalur Ekspansi Produk Lokal ke Luar Negeri

Selain memperkuat pasar domestik, BSI membuka peluang pemanfaatan jaringan internasional untuk mendukung pemasaran produk Indonesia ke luar negeri.

Anggoro menyebut keberadaan jaringan BSI, termasuk kantor cabang di Dubai, dapat dimanfaatkan sebagai penghubung bagi produk lokal dan pelaku usaha yang ingin menjangkau pasar global.

Baca Juga :  IIMS 2026 Catat Lonjakan Peserta, Brand Jepang hingga EV China Ramaikan Pameran

Meski demikian, peluang kerja sama internasional yang masih dalam tahap penjajakan belum seluruhnya terealisasi. Karena itu, nilai transaksi Rp5,38 triliun yang diumumkan dalam expo merujuk pada transaksi yang telah terjadi, bukan keseluruhan potensi bisnis dari rencana ekspansi tersebut.

Perluasan pasar internasional juga membutuhkan kesiapan pelaku usaha, mulai dari konsistensi kualitas, kapasitas produksi, penyesuaian standar, hingga pemahaman terhadap kebutuhan konsumen di negara tujuan.

BSI Luncurkan Life Card dan Be Wise Gold

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BSI juga memperkenalkan dua layanan, yakni Life Card dan Be Wise Gold.

Life Card merupakan kartu pembiayaan syariah yang ditujukan bagi nasabah individu. Sementara itu, Be Wise Gold ditujukan bagi institusi yang ingin melakukan pembelian emas untuk mendukung kebutuhan bisnis atau pemberian insentif kepada karyawan.

Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperluas layanan keuangan syariah yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen dan dunia usaha.

Senior Executive Vice President Consumer Product Solutions BSI, Wawan Setiawan, menyoroti potensi sektor gaya hidup dalam pengembangan ekosistem industri halal. Sektor tersebut meliputi fesyen, kosmetik, perjalanan, serta makanan dan minuman.

Menurut Wawan, perubahan preferensi konsumen, termasuk kalangan muda yang semakin terbuka terhadap produk lokal, dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha dalam negeri.

Namun, pertumbuhan sektor tersebut tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama dalam hal kualitas produk, pembiayaan, inovasi, dan perluasan jaringan pemasaran.

BSI International Expo Direncanakan Kembali pada 2027

BSI berencana kembali menyelenggarakan International Expo pada 2027. Anggoro menyampaikan bahwa jadwal kegiatan berikutnya berpeluang dimajukan dari Oktober.

Penentuan waktu tersebut akan memberikan ruang bagi penyelenggara untuk mempertimbangkan pelaksanaan acara dan kebutuhan peserta.

Dengan nilai transaksi Rp5,38 triliun serta jumlah pengunjung sekitar 65.800 orang hingga Minggu sore, BSI International Expo 2026 menjadi salah satu agenda yang mempertemukan layanan keuangan syariah, produk lokal, dan pelaku industri halal.

Ke depan, tantangan pentingnya bukan hanya meningkatkan nilai transaksi selama pameran, tetapi juga memastikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk Indonesia.

Berita Terkait

Token Nvidia Melonjak 224 Persen, Minat Investor terhadap Saham AS Meningkat
Cara Daftar Pelatihan Vokasi Kemenaker 2026, Cek Syarat dan Fasilitasnya
Pendapatan Meta Tembus Rp 1.151 Triliun, Investasi AI Makin Besar
QRIS Dipakai untuk Judi Online? BI Siapkan Sanksi hingga Cabut Izin
Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV, Investasi Tembus Rp21 Triliun
Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:00 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Pengunjung Tembus 65.800 Orang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Token Nvidia Melonjak 224 Persen, Minat Investor terhadap Saham AS Meningkat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Cara Daftar Pelatihan Vokasi Kemenaker 2026, Cek Syarat dan Fasilitasnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Pendapatan Meta Tembus Rp 1.151 Triliun, Investasi AI Makin Besar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:00 WIB

QRIS Dipakai untuk Judi Online? BI Siapkan Sanksi hingga Cabut Izin

Berita Terbaru

Internasional

Cadangan Emas Dunia 2026: Indonesia Punya 87 Ton, Peringkat Berapa?

Senin, 26 Okt 2026 - 01:02 WIB