Festival Budaya Sukses, Bagaimana Kerinci Bisa Tarik Wisatawan Dalam Negeri dan Mancanegara?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI, KAYONEWS.CO.ID – Festival Budaya Kerinci 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pariwisata Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk menjadikan kekayaan budaya dan keindahan alam sebagai daya tarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Festival bertema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya” berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di kawasan Dermaga Danau Kerinci. Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani membuka kegiatan tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Festival ini mengangkat seni, tradisi, dan identitas masyarakat Kerinci.

Wakil Gubernur Abdullah Sani mendorong Kerinci menjadi beranda kebudayaan Provinsi Jambi. Menurutnya, daerah ini memiliki modal kuat berupa Danau Kerinci, lembah yang subur, kuliner khas, cerita rakyat, serta beragam tarian tradisional. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat kolaborasi dengan lembaga adat, pelaku pariwisata, dan komunitas kreatif untuk mengembangkan destinasi berkelanjutan.

Rangkaian Festival Budaya Kerinci 2026 menghadirkan pawai budaya, pameran benda budaya, atraksi seni, Kuliner Dahin, Balek Dahin, Kerinci Dimunarai, pacu biduk, hingga Rentak Busamo Kudo Kelabu. Pada 25 Oktober, kegiatan Kerinci Bakaritah turut memeriahkan festival melalui kegiatan bersepeda yang melibatkan ratusan peserta. Rutenya melewati Dermaga Danau Kerinci, Desa Sanggaran Agung, dan Pendung Talang Genting sebelum kembali ke titik awal.

Baca Juga :  Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Sukses Digelar, Gubernur dan Ribuan Pengunjung Dipukau Festival Adat

Data kunjungan wisata menunjukkan peluang sekaligus tantangan. Pada libur Tahun Baru 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci mencatat 62.000 kunjungan ke empat objek wisata unggulan yang dikelola pemerintah daerah. Destinasi tersebut meliputi Danau Kerinci, Air Terjun Telun Berasap, Pemandian Air Panas Semurup, dan Aroma Peko Kayu Aro. Data ini menunjukkan bahwa momentum liburan dapat mendorong pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi Kerinci.

Potensi wisata alam juga terlihat di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). RRI melaporkan bahwa Balai Besar TNKS mencatat 1.642 kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di kawasan konservasi tersebut sepanjang 2026, berdasarkan laporan yang terbit pada pertengahan tahun. Sebagai pembanding, jumlah kunjungan ke lima destinasi unggulan TNKS mencapai sekitar 16.000 pada 2025. Angka ini menggunakan cakupan destinasi yang berbeda dari data objek wisata pemerintah daerah sehingga tidak boleh dijumlahkan langsung.

Lantas, bagaimana Kerinci dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dan asing? Langkah pertama ialah memperkuat promosi digital. Pemerintah daerah dapat memproduksi video berbahasa Indonesia dan Inggris, memperkenalkan kalender festival, serta menyediakan informasi akses, penginapan, pemandu, dan paket wisata. Promosi perlu menjangkau komunitas pendaki, pencinta alam, fotografer, peneliti budaya, dan wisatawan yang mencari pengalaman autentik.

Baca Juga :  Pemkab Kerinci dan PT KMH Tebar Ikan Endemik di Danau Kerinci

Langkah kedua ialah menghubungkan festival dengan perjalanan wisata yang lebih panjang. Wisatawan dapat mengikuti pertunjukan budaya sekaligus mengunjungi Danau Kerinci, Gunung Kerinci, kebun teh Kayu Aro, dan destinasi alam lainnya sesuai kondisi akses serta ketentuan konservasi. Pemerintah juga perlu memperbaiki kebersihan, transportasi, papan petunjuk, fasilitas umum, dan layanan informasi berbahasa Inggris. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menghadiri festival, tetapi juga memiliki alasan untuk menginap lebih lama.

Keberhasilan festival pada akhirnya harus terlihat dari manfaat ekonomi yang diterima masyarakat. Pelaku UMKM, pemilik homestay, pengusaha kuliner, perajin, dan pemandu lokal perlu mendapat ruang dalam setiap kegiatan promosi. Pemerintah daerah juga perlu mengevaluasi jumlah pengunjung, lama tinggal, tingkat hunian penginapan, transaksi UMKM, serta proporsi wisatawan mancanegara. Festival Budaya Kerinci akan memiliki dampak lebih besar apabila keramaian acara berubah menjadi kunjungan berulang, lapangan usaha, dan pendapatan masyarakat yang berkelanjutan. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi
Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci
Daftar Proyek Jalan Kerinci 2026: Ada Paket Rp8,5 Miliar hingga Rp450 Juta
Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya
Buyer Eropa Bidik Kayu Manis Kerinci, Peluang Ekspor Langsung Terbuka
Pipa Induk Bocor, Perumda Tirta Sakti Hentikan Sementara Aliran Air di Siulak hingga Semurup
Mensediar Raih Nilai Tertinggi, Tiga Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci Masuk Wawancara Akhir
Inflasi Kerinci September 2026 Capai 0,70 Persen, Harga Cabai Merah Jadi Biang Kerok
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Festival Budaya Sukses, Bagaimana Kerinci Bisa Tarik Wisatawan Dalam Negeri dan Mancanegara?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Daftar Proyek Jalan Kerinci 2026: Ada Paket Rp8,5 Miliar hingga Rp450 Juta

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya

Berita Terbaru

Pemerintahan

PMK 71/2026 Berlaku, 3 Sanksi Pajak Ini Tak Bisa Dihapus DJP

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:00 WIB