Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.078 per Dolar AS, Harga Energi Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Rupiah berakhir di level Rp18.078 per dolar AS, turun 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia. Pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global, terutama kekhawatiran terhadap pasokan energi dan kenaikan harga minyak mentah internasional.

Berdasarkan laporan Bisnis.com, baht Thailand melemah 0,13%, ringgit Malaysia turun 0,04%, dan rupee India terkoreksi 0,12%. Peso Filipina juga turun 0,12%, sedangkan dolar Taiwan melemah 0,16%. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing turun 0,06%, sementara yen Jepang terkoreksi 0,13%. Yuan China menjadi salah satu mata uang yang menguat, yakni sebesar 0,04%.

Baca Juga :  Harga BBM Sumatera 9 September 2026: Cek Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar AS turut dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor.

Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak dan pangan berpotensi menambah tekanan terhadap perekonomian. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia menghadapi risiko peningkatan kebutuhan subsidi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan kompensasi energi ketika harga minyak melampaui asumsi APBN.

Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan kebutuhan devisa untuk membiayai impor energi. Permintaan dolar AS yang meningkat dapat menambah tekanan terhadap rupiah, terutama ketika sentimen pasar global masih berhati-hati.

Baca Juga :  Rupiah Melemah hari ini, 7 Agustus 2026 Rp17.935 per Dolar AS Hari Ini, Investor Menanti Data Cadangan Devisa Indonesia

Pelemahan rupiah turut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan biaya pembayaran utang luar negeri dalam denominasi dolar AS. Selain itu, kenaikan harga barang impor berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan berikutnya, dalam kisaran Rp18.080–Rp18.130 per dolar AS. Untuk perdagangan pekan depan, ia memproyeksikan pergerakan rupiah berada di rentang Rp17.900–Rp18.250 per dolar AS. Proyeksi tersebut merupakan perkiraan pasar, bukan kepastian arah nilai tukar. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026 Menguat 0,95%, Saham BBRI, BMRI, TLKM dan ASII Naik
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 Oktober 2026: Cek Daftar Harga dan Buyback Terbaru
Rupiah Hari Ini 23 Oktober 2026: Dolar AS Tembus Rp18.071, Ini Dampaknya bagi Masyarakat
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini: Cek Daftar Lengkap dan Buyback
Simulasi KUR Mandiri 2026: Pinjaman Rp50 Juta, Berapa Cicilan per Bulan?
Cara Cek BI Checking/SLIK OJK 2026 Secara Online: Syarat dan Langkah Lengkap
AIA Syariah Mulai 1 November 2026, Apakah Polis dan Klaim Nasabah Tetap Aman?
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,55 Juta, Cek Harga Semua Ukuran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.078 per Dolar AS, Harga Energi Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:34 WIB

IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026 Menguat 0,95%, Saham BBRI, BMRI, TLKM dan ASII Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 Oktober 2026: Cek Daftar Harga dan Buyback Terbaru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Rupiah Hari Ini 23 Oktober 2026: Dolar AS Tembus Rp18.071, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini: Cek Daftar Lengkap dan Buyback

Berita Terbaru

Teknologi

TV 4K: Pengertian, Keunggulan, Perbedaan LED, QLED dan OLED

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB