Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Penguatan ini membawa IHSG ke level 5.439,25, dengan saham perbankan jumbo dan sejumlah emiten besar bergerak ke zona hijau.
Mengutip data RTI Infokom yang diberitakan Bisnis.com, IHSG naik 0,95% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.366 hingga 5.455.
Aktivitas pasar juga menunjukkan dominasi saham yang menguat. Sebanyak 477 saham naik, sementara 187 saham melemah dan 129 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp9.604 triliun.
Di sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,34% ke Rp2.910 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 1,30% ke Rp3.900 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Saham emiten telekomunikasi tersebut naik 1,82% ke Rp2.240 per saham. Adapun saham Astra International (ASII) meningkat 2,25% ke Rp4.550 per saham.
Sejumlah saham lain mencatat kenaikan lebih tinggi. Saham VKTR melonjak 16,96% ke Rp400, sedangkan BUVA menguat 20,38% ke Rp378 per saham. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak hanya terjadi pada saham berkapitalisasi besar.
Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen positif datang dari rencana reformasi bursa. Kebijakan yang mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari penghitungan indeks komposit dijadwalkan mulai berlaku pada 2 November 2026. Langkah ini berkaitan dengan perhatian MSCI terhadap persoalan investabilitas pasar saham Indonesia.
Selain reformasi bursa, rencana investasi Danantara turut menjadi perhatian investor. Dukungan investasi terhadap perusahaan BUMN berpotensi memperkuat sentimen pasar apabila berjalan konsisten dan diikuti perbaikan kinerja perusahaan.
Meski IHSG berakhir di zona hijau, investor tetap perlu memperhatikan risiko pasar, valuasi saham, dan kinerja emiten. Kenaikan indeks tidak menjamin seluruh saham akan menguat pada perdagangan berikutnya. Keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan profil risiko dan analisis masing-masing investor.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









