TEKNOLOGI – Dua celah keamanan serius pada PHP menjadi perhatian dunia keamanan siber setelah ditemukan potensi serangan yang memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh. Kerentanan yang disebut PHP2Shell ini berisiko membuka akses ke berkas, basis data, dan informasi sensitif pada server yang belum mendapatkan pembaruan keamanan.
Ancaman tersebut perlu diwaspadai karena PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun dan mengoperasikan situs web, termasuk berbagai situs berbasis WordPress. Meski tidak seluruh situs PHP terdampak, luasnya penggunaan teknologi ini membuat kerentanan tersebut berpotensi memengaruhi banyak organisasi.
Laporan VOI yang mengutip CNBC menyebutkan, sejumlah lembaga keamanan siber pemerintah telah mengeluarkan peringatan agar organisasi segera memeriksa sistem mereka dan memasang pembaruan yang tersedia.
NSA dan FBI Minta Pengelola Sistem Segera Bertindak
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) meminta organisasi yang menggunakan PHP untuk segera menyiapkan dan menerapkan pembaruan keamanan. Peringatan tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kerentanan ini dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk mengakses berkas dan basis data server apabila sistem yang digunakan masih rentan. Jika pembaruan belum dapat diterapkan, NSA menyarankan agar sistem terdampak dinonaktifkan sementara sampai masalah keamanannya ditangani.
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) turut memperingatkan potensi penyalahgunaan celah tersebut. Kemampuan menjalankan kode dari jarak jauh dapat dimanfaatkan penyerang untuk mengganggu sistem, mengambil data, atau membuka jalan bagi aktivitas berbahaya lainnya.
Peringatan serupa juga dilaporkan datang dari otoritas keamanan siber Singapura, Inggris, Australia, Kanada, dan Uni Eropa. Organisasi pemerintah maupun perusahaan swasta yang menjalankan aplikasi berbasis PHP diminta meningkatkan kewaspadaan.
Serangan PHP2Shell Diduga Sudah Dicoba Sebelum Diumumkan
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ditemukannya upaya eksploitasi sebelum kerentanan tersebut diumumkan secara luas kepada publik.
Amazon mengungkapkan bahwa tim intelijen ancaman sibernya mendeteksi percobaan pemanfaatan PHP2Shell melalui MadPot. Sistem tersebut digunakan untuk memantau aktivitas mencurigakan yang menyasar infrastruktur yang terhubung ke internet.
Temuan ini menunjukkan bahwa pihak tertentu diduga telah berupaya memanfaatkan celah keamanan tersebut sebelum informasi mengenai kerentanan itu diketahui secara luas.
Meski demikian, Amazon menyatakan belum mengetahui bagaimana para penyerang bisa mendapatkan informasi mengenai kedua celah tersebut lebih awal.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa kerentanan perangkat lunak dapat menimbulkan risiko bahkan sebelum seluruh pengelola sistem mengetahui adanya masalah. Karena itu, pemantauan aktivitas jaringan dan penerapan pembaruan keamanan menjadi bagian penting dari perlindungan situs web.
Google dan OpenAI Gunakan AI untuk Menemukan Celah
Di tengah meningkatnya ancaman, kecerdasan buatan (AI) ikut berperan dalam proses identifikasi dan analisis kerentanan.
Google menyatakan bahwa tim keamanan siber Wiz memanfaatkan model AI untuk membantu menemukan dan menyelidiki kelemahan pada PHP. Model Gemini juga digunakan untuk menilai kerentanan, menguji kemungkinan serangan, serta memeriksa apakah perbaikan yang dikembangkan mampu mengatasi masalah tersebut.
Sementara itu, OpenAI menyebut para peneliti yang menggunakan model AI buatannya turut membantu mengidentifikasi kerentanan kritis tersebut.
OpenAI juga mengungkapkan bahwa selama dua bulan terakhir, perusahaan itu memimpin koordinasi dengan pengelola perangkat lunak, peneliti keamanan siber, dan penyedia layanan keamanan. Kerja sama tersebut bertujuan menyusun perbaikan dan langkah mitigasi sebelum informasi mengenai kerentanan dipublikasikan.
OpenAI menilai kasus PHP2Shell sebagai persoalan keamanan yang serius. Perusahaan tersebut sekaligus menyoroti dua sisi penggunaan AI dalam keamanan siber.
Di satu sisi, AI dapat membantu peneliti menemukan kelemahan perangkat lunak dengan lebih cepat dan menguji efektivitas perbaikan. Namun, kemampuan serupa juga berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencari celah dan menyusun serangan.
Cloudflare Siapkan Perlindungan, Pembaruan PHP Sudah Tersedia
Penyedia layanan keamanan dan infrastruktur internet Cloudflare dilaporkan telah menerapkan perlindungan terhadap PHP2Shell melalui web application firewall (WAF).
WAF berfungsi menyaring lalu lintas yang menuju aplikasi web dan membantu memblokir permintaan yang terindikasi berbahaya. Perlindungan ini dapat mengurangi risiko serangan, tetapi tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti pembaruan perangkat lunak.
Tim pengembang PHP juga telah merilis perbaikan untuk kedua celah keamanan tersebut. Pengelola situs disarankan memeriksa versi PHP yang digunakan, memastikan pembaruan sesuai dengan lingkungan server, serta mengikuti pemberitahuan keamanan resmi.
Bagi pemilik situs WordPress, langkah pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan melalui dasbor WordPress. Versi PHP biasanya dikelola melalui konfigurasi hosting atau server, sehingga pemilik situs mungkin perlu menghubungi penyedia hosting untuk memastikan versi yang digunakan dan status pembaruannya.
Langkah yang Perlu Dilakukan Pengelola Situs WordPress
Untuk mengurangi risiko, pengelola situs dapat melakukan sejumlah langkah berikut:
- Periksa versi PHP. Gunakan informasi dari panel hosting atau tanyakan langsung kepada penyedia layanan jika versi PHP tidak terlihat.
- Pasang pembaruan keamanan. Ikuti panduan resmi pengembang PHP dan penyedia hosting untuk memperbarui versi yang terdampak.
- Perbarui WordPress dan plugin. Pastikan inti WordPress, tema, serta plugin menggunakan versi yang masih didukung dan memperoleh pembaruan keamanan.
- Tinjau log server. Periksa aktivitas yang tidak biasa, permintaan mencurigakan, perubahan berkas, atau indikasi akses tanpa izin.
- Pastikan pencadangan tersedia. Simpan cadangan situs dan basis data secara berkala di lokasi yang aman.
- Gunakan perlindungan tambahan. WAF dan pemantauan keamanan dapat membantu mendeteksi atau memblokir sebagian aktivitas berbahaya.
Jika ditemukan tanda kompromi, pengelola situs sebaiknya segera menghubungi penyedia hosting atau tenaga keamanan siber untuk melakukan pemeriksaan. Mengganti kata sandi akun penting dan memeriksa akses administrator juga dapat menjadi bagian dari respons insiden.
Kerentanan PHP2Shell menunjukkan bahwa keamanan situs web membutuhkan kombinasi pembaruan perangkat lunak, pemantauan, pencadangan, dan respons cepat terhadap peringatan resmi. Bagi pengelola situs berbasis WordPress, memastikan versi PHP tetap aman merupakan langkah penting untuk melindungi data dan menjaga layanan tetap berjalan.
Catatan: Nama PHP2Shell dan rincian teknis kerentanan dalam artikel ini mengikuti materi sumber. Pengelola situs perlu merujuk pemberitahuan keamanan resmi PHP dan penyedia hosting untuk mengetahui versi yang terdampak serta versi perbaikan yang sesuai dengan sistem masing-masing.
FAQ: Celah Keamanan PHP2Shell
1. Apa itu PHP2Shell?
PHP2Shell adalah sebutan yang digunakan dalam laporan sumber untuk dua celah keamanan PHP yang berpotensi memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh pada sistem yang rentan.
2. Apakah semua situs WordPress terdampak?
Tidak otomatis. Risiko bergantung pada versi PHP, konfigurasi server, dan status pembaruan yang digunakan. Pengelola situs perlu memeriksa lingkungan hosting masing-masing.
3. Apa bahaya jika celah keamanan tidak diperbaiki?
Penyerang berpotensi menjalankan kode berbahaya dan mengakses sumber daya server. Dampaknya dapat mencakup gangguan layanan, perubahan berkas, atau terbukanya data sensitif, bergantung pada kondisi sistem.
4. Bagaimana cara memeriksa versi PHP pada WordPress?
Periksa informasi kesehatan situs di dasbor WordPress atau panel hosting. Jika informasi versi dan status keamanannya tidak jelas, mintalah konfirmasi dari penyedia hosting.
5. Apakah menggunakan Cloudflare sudah cukup untuk melindungi situs?
Belum tentu. WAF dapat membantu menyaring permintaan berbahaya, tetapi pengelola situs tetap perlu menerapkan pembaruan keamanan dan memeriksa kemungkinan kompromi.
6. Apa langkah pertama jika situs diduga terkena serangan?
Hubungi penyedia hosting, amankan akses administrator, periksa log dan berkas situs, serta gunakan cadangan yang bersih jika pemulihan diperlukan. Hindari menghapus bukti aktivitas sebelum pemeriksaan dilakukan.









