CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayonews-Senat Amerika Serikat gagal memajukan RUU kripto CLARITY Act dalam pemungutan suara pada Selasa, 15 September 2026. RUU tersebut hanya memperoleh 50 suara mendukung dan 49 menolak. Angka itu masih kurang dari ambang 60 suara yang diperlukan untuk melanjutkan proses legislasi.

Kegagalan tersebut Menjadi perkembangan penting bagi industri aset digital AS. CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka regulasi bagi aset digital. Pelaku industri kripto menilai aturan tersebut dapat memberikan kepastian hukum yang lebih besar.

Empat senator Republik, yakni Jerry Moran, Susan Collins, Josh Hawley dan Thom Tillis, memilih menolak langkah tersebut. Seluruh senator Demokrat juga memberikan suara menentang. Reuters melaporkan, Tillis mengubah suaranya menjadi tidak setuju dalam langkah prosedural. Perubahan itu tetap memungkinkan RUU tersebut diajukan kembali untuk dipertimbangkan.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini, Apakah Siap Tembus Rekor Baru? Ini Analisis, Prediksi, dan Faktor yang Wajib Dipantau

Senat Republik sebelumnya merilis teks baru RUU tersebut pada Minggu malam. Perubahan itu menjadi upaya terakhir untuk mengatasi kekhawatiran industri perbankan dan sebagian anggota Demokrat. Namun, perubahan tersebut belum menghasilkan dukungan yang cukup untuk mencapai 60 suara.

Dampaknya langsung terasa di pasar kripto. Bitcoin turun lebih dari 5 persen ketika pasar melihat voting CLARITY Act berpotensi gagal. Penurunan tersebut menjadi salah satu pelemahan harian terbesar Bitcoin sejak Juni 2026. Saham Coinbase juga sempat turun hingga 10 persen. Saham penerbit stablecoin Circle turut melemah hingga sekitar 10 persen.

Kegagalan di Senat juga membuat proses legislasi berpotensi tertunda. Kongres AS dijadwalkan memasuki masa reses sebelum pemilihan paruh waktu November. Karena itu, pembahasan lanjutan CLARITY Act menghadapi ketidakpastian waktu.

Baca Juga :  Investor Kripto Indonesia Tembus 21,37 Juta! Bittime Buka Akses Saham Global, Peluang Cuan Makin Lebar

Tanpa undang-undang baru, regulator seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) tetap memiliki peran dalam membentuk kebijakan aset digital berdasarkan kewenangan yang ada. Namun, aturan yang dibuat melalui regulator dapat menghadapi perubahan ketika kebijakan pemerintahan berganti atau ketika muncul tantangan hukum.

CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan kegagalan tersebut mengecewakan. Ia juga menyatakan SEC dan CFTC memiliki perangkat yang diperlukan untuk membuat aturan lebih jelas berdasarkan kewenangan yang sudah tersedia. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah regulator dan kemungkinan pembahasan kembali CLARITY Act di Kongres.

Berita Terkait

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Berita Terbaru