TEKNOLOGI – Persaingan smartphone lipat kelas premium semakin menarik menjelang agenda besar Apple pada 9 September 2026. Huawei dan Xiaomi lebih dulu menghadirkan perangkat foldable terbaru mereka di tengah perhatian pasar yang tertuju pada kemungkinan masuknya Apple ke segmen tersebut.
Huawei memperkenalkan Mate XT 2, sementara Xiaomi menghadirkan Xiaomi 18 Fold. Keduanya diperkenalkan pada 7 September, hanya sekitar dua hari sebelum acara Apple.
Momentum tersebut membuat persaingan smartphone lipat semakin ramai, terutama di pasar premium China yang selama ini menjadi salah satu pusat perkembangan teknologi foldable.
Huawei Mate XT 2 Jadi Penerus Smartphone Tri-Fold
Huawei menempatkan Mate XT 2 sebagai salah satu produk utama dalam agenda peluncurannya.
Perangkat tersebut merupakan generasi penerus Mate XT, smartphone yang dikenal dengan konsep tri-fold atau mekanisme lipat tiga bagian.
Berbeda dari smartphone foldable model buku yang umumnya memiliki satu engsel utama, desain tri-fold memungkinkan perangkat dibuka menjadi bidang layar yang lebih luas melalui beberapa bagian panel.
Konsep ini memberikan pendekatan berbeda terhadap penggunaan smartphone layar besar. Ketika ditutup, perangkat tetap memiliki bentuk seperti smartphone, sedangkan saat dibuka, area layar dapat diperluas untuk kebutuhan multitasking maupun konsumsi konten.
Selain Mate XT 2, Huawei juga memperkenalkan sejumlah perangkat lain dalam acara yang digelar pada 7 September. Produk wearable seperti smartwatch turut menjadi bagian dari ekosistem perangkat yang diperkenalkan perusahaan.
Penjualan produk baru Huawei di China diperkirakan mulai berlangsung pada 10 September.
Xiaomi 18 Fold Andalkan Desain Foldable Model Buku
Pada momentum yang hampir bersamaan, Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold.
Berbeda dari pendekatan tri-fold Huawei, Xiaomi menggunakan desain foldable bergaya buku. Saat perangkat dibuka, layar internal menjadi lebih luas sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan yang biasanya membutuhkan layar berukuran lebih besar.
Xiaomi juga membekali perangkat tersebut dengan sistem kamera tiga sensor.
Salah satu komponen yang menarik perhatian adalah penggunaan XRING 03, chipset yang dikembangkan Xiaomi sendiri. Pengembangan chip secara internal menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk meningkatkan kemampuan teknologi perangkat kerasnya.
Sebelumnya, Xiaomi telah memamerkan 18 Fold dalam ajang IFA 2026. Kehadiran perangkat ini sekaligus menunjukkan ambisi Xiaomi untuk memperkuat posisi di segmen smartphone premium.
Meski demikian, ketersediaan Xiaomi 18 Fold di pasar global masih belum dapat dipastikan secara luas.
Apple Siapkan Agenda 9 September
Di tengah peluncuran Huawei dan Xiaomi, perhatian industri juga mengarah kepada Apple.
Apple dijadwalkan menggelar acara pada 9 September 2026. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah kemungkinan hadirnya iPhone Fold, yang disebut-sebut sebagai smartphone lipat pertama Apple.
Namun, status iPhone Fold tetap perlu menunggu konfirmasi resmi Apple. Informasi mengenai desain, spesifikasi, harga, dan jadwal penjualan tidak seharusnya dianggap final hanya berdasarkan laporan atau rumor sebelum acara berlangsung.
Sejumlah laporan memperkirakan smartphone lipat Apple akan ditempatkan di kelas premium dengan harga yang dapat melampaui Rp33 juta.
Jika benar diperkenalkan, masuknya Apple akan menjadi perkembangan penting bagi industri foldable.
Apple memiliki basis pengguna yang besar serta ekosistem perangkat yang terintegrasi. Kehadiran produk foldable dari perusahaan tersebut berpotensi menarik konsumen yang selama ini menggunakan iPhone tetapi belum beralih ke smartphone lipat.
Apple Masuk ke Pasar yang Sudah Ramai
Apple tidak masuk ke pasar foldable yang kosong.
Huawei sudah mengembangkan perangkat lipat dengan berbagai pendekatan, termasuk konsep tri-fold. Xiaomi juga terus memperluas portofolionya. Sementara itu, Samsung telah menjadi salah satu pemain utama di kategori smartphone lipat Android.
Produsen lain juga menawarkan berbagai model dengan desain, ukuran layar, mekanisme engsel, serta teknologi kamera yang berbeda.
Karena itu, tantangan Apple bukan sekadar memperkenalkan smartphone yang dapat dilipat. Apple juga harus menawarkan alasan kuat bagi pengguna untuk memilih perangkat tersebut dibandingkan produk foldable yang telah tersedia.
Faktor seperti ketahanan engsel, ketebalan perangkat, kualitas layar, kemampuan kamera, daya tahan baterai, sistem operasi, harga, dan integrasi dengan ekosistem akan menjadi bagian penting dalam persaingan.
Huawei dan Xiaomi Ambil Momentum Lebih Dulu
Peluncuran Huawei Mate XT 2 dan Xiaomi 18 Fold menjelang acara Apple membuat perhatian terhadap pasar foldable semakin tinggi.
Secara strategi pemasaran, momentum tersebut memberikan kesempatan bagi kedua perusahaan untuk menunjukkan inovasi mereka sebelum Apple mengumumkan produk yang dinantikan.
Namun, belum tentu peluncuran yang lebih awal otomatis membuat salah satu perusahaan unggul. Respons konsumen terhadap masing-masing perangkat baru dapat dipengaruhi oleh harga, spesifikasi, pengalaman penggunaan, ketersediaan produk, serta dukungan ekosistem.
Jika Apple benar-benar memperkenalkan iPhone Fold, persaingan di segmen smartphone lipat premium diperkirakan semakin ketat.
Huawei dapat mengandalkan pengalaman mengembangkan teknologi foldable dan konsep tri-fold, Xiaomi membawa desain foldable model buku serta pengembangan chipset internal, sementara Apple memiliki kekuatan pada integrasi perangkat keras, sistem operasi, dan ekosistemnya.
Dengan tiga pendekatan tersebut, pasar smartphone lipat 2026 berpotensi memasuki fase persaingan baru.
Perhatian berikutnya tertuju pada acara Apple 9 September. Setelah pengumuman resmi dilakukan, barulah perbandingan antara iPhone Fold dengan Huawei Mate XT 2 dan Xiaomi 18 Fold dapat dilakukan berdasarkan spesifikasi dan harga yang benar-benar dikonfirmasi.
Editor : Dedi Dora









