Jakarta-IHSG hari ini, Senin 24 Agustus 2026, dibuka menguat ke level 6.528,85. Penguatan tersebut terjadi di tengah sentimen positif pasar saham global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 3,16 poin atau 0,05 persen pada awal perdagangan. Indeks sempat berada di level 6.525,49 sebelum menyentuh 6.544.
Pada awal perdagangan, sebanyak 302 saham menguat. Sementara itu, 148 saham melemah dan 238 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.486,69 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang IHSG. Saham TPIA naik 1,48 persen menjadi Rp2.060. Kemudian, DSSA menguat 1,43 persen ke Rp1.065 per saham.
Saham AMMN juga mencatat kenaikan 0,89 persen menjadi Rp4.520. Selain itu, UNVR naik 0,84 persen, BREN menguat 0,58 persen, dan PANI bertambah 0,41 persen.
Namun, saham perbankan justru bergerak melemah. BBNI turun 1,34 persen, sedangkan BBRI terkoreksi 0,93 persen. Pergerakan ini menunjukkan rotasi sektor masih menjadi perhatian investor.
Sentimen eksternal turut menjadi katalis IHSG hari ini. Pada perdagangan Jumat, Dow Jones naik 0,98 persen, S&P 500 menguat 0,43 persen, dan Nasdaq bertambah 0,44 persen. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar Asia.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat. Area support berada pada 6.480–6.500, sedangkan resistance berada di 6.600–6.700. Investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.
FAQ IHSG Hari Ini
Apakah IHSG hari ini naik?
Ya. IHSG dibuka naik 0,05 persen ke level 6.528,85 pada Senin 24 Agustus 2026.
Saham apa yang menguat saat IHSG dibuka?
TPIA, DSSA, AMMN, UNVR, BREN, dan PANI termasuk saham yang menguat pada awal perdagangan.
Berapa harga saham TPIA hari ini?
Pada awal perdagangan, TPIA berada di sekitar Rp2.060 per saham setelah naik 1,48 persen.
Berapa level support dan resistance IHSG hari ini?
Support IHSG berada di kisaran 6.480–6.500. Resistance berada di area 6.600–6.700.
Apakah IHSG berpeluang naik lagi?
IHSG masih berpeluang menguat jika sentimen global tetap positif. Namun, investor perlu memperhatikan kondisi pasar dan risiko koreksi.
Apakah artikel ini merupakan rekomendasi membeli saham?
Tidak. Informasi ini merupakan berita pasar dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. (*)
Editor : Fanda Yosephta









