Jakarta-Pemerintah kembali mematangkan rencana pembatasan pembelian Pertalite. Kebijakan ini diarahkan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Salah satu pendekatan yang sedang dikaji adalah melihat jenis kendaraan yang digunakan konsumen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat, 21 Agustus 2026, menyebut jenis kendaraan dapat menjadi acuan pembatasan. Menurutnya, jenis kendaraan dapat mencerminkan kelompok kesejahteraan pemiliknya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan contoh kendaraan seperti BMW dan Mercedes-Benz. Bahlil mempertanyakan penggunaan BBM subsidi oleh pemilik mobil mewah. Namun, pemerintah belum menetapkan daftar resmi merek dan tipe mobil yang dilarang membeli Pertalite.
Karena itu, mobil mewah dari berbagai merek berpotensi masuk kriteria. Penentuan akhirnya kemungkinan tidak hanya berdasarkan merek. Pemerintah masih mengkaji jenis kendaraan serta sistem yang dapat menghubungkan data kendaraan dengan data kesejahteraan.
Selain jenis kendaraan, pemerintah juga membahas kelompok masyarakat berdasarkan desil. Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebut pembatasan akan dicoba terlebih dahulu kepada masyarakat desil 10. Sementara pernyataan sebelumnya dari pemerintah juga menyebut desil 9 dan 10.
Pertamina Patra Niaga sendiri masih menunggu arahan pemerintah. Artinya, mekanisme final pembelian Pertalite belum berubah hanya berdasarkan pernyataan mengenai BMW atau Mercedes-Benz. Kebijakan tersebut masih membutuhkan aturan resmi dan sistem pelaksanaan.
Lalu, mobil apa saja yang berpotensi terdampak? Pertama, kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz yang sudah disebut pemerintah. Kedua, mobil mewah dari merek lain yang masuk klasifikasi serupa. Ketiga, kendaraan dengan spesifikasi tertentu yang nantinya masuk kriteria pembatasan pemerintah.
Sementara itu, mobil murah, LCGC, kendaraan keluarga, dan mobil kelas menengah belum bisa disebut otomatis bebas. Pemerintah belum mengumumkan daftar final berdasarkan merek, tipe, kapasitas mesin, harga kendaraan, atau tahun produksi. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya menunggu aturan resmi sebelum menarik kesimpulan.
Untuk sepeda motor, Bahlil sebelumnya menyatakan pembatasan yang sedang dikaji tidak menyasar sepeda motor. Fokus pembahasan saat ini lebih banyak mengarah pada mobil dan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.
Pembatasan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah mengurangi salah sasaran subsidi. Data yang dikutip Bloomberg Technoz menunjukkan kelompok desil 9 dan 10 termasuk pengguna Pertalite dalam jumlah besar. Pemerintah kemudian berupaya menghubungkan data sosial ekonomi dengan transaksi BBM.
Meski begitu, aturan final belum diterbitkan. Karena itu, klaim bahwa BMW atau Mercedes-Benz sudah resmi dilarang membeli Pertalite belum tepat. Yang sudah jelas, pemerintah sedang menyiapkan mekanisme pembatasan dan jenis kendaraan menjadi salah satu pertimbangan utama.
Bagi masyarakat, perubahan ini perlu diperhatikan karena kebijakan dapat memengaruhi pilihan BBM dan biaya operasional kendaraan. Jika aturan resmi diterbitkan, pemilik kendaraan tertentu mungkin harus beralih ke BBM nonsubsidi.
FAQ
Apakah BMW sudah resmi dilarang membeli Pertalite?
Belum. BMW baru disebut sebagai contoh mobil mewah dalam pembahasan pemerintah.
Apakah Mercedes-Benz akan dilarang membeli Pertalite?
Belum ada larangan resmi. Mercedes-Benz disebut sebagai contoh kendaraan mewah yang menjadi perhatian.
Apakah semua mobil mewah akan dilarang?
Belum ada daftar final. Pemerintah masih mematangkan kriteria berdasarkan jenis kendaraan dan data kesejahteraan.
Apakah LCGC pasti tetap boleh membeli Pertalite?
Belum ada kepastian resmi. Pemerintah belum mengumumkan klasifikasi final berdasarkan model kendaraan.
Apakah sepeda motor terkena pembatasan?
Pernyataan Bahlil menyebut sepeda motor tidak menjadi sasaran pembatasan yang sedang dikaji.
Kapan pembatasan Pertalite berlaku?
Belum ada tanggal pemberlakuan final. Pemerintah masih mempersiapkan sistem dan mekanisme pelaksanaannya. (*)
Editor : Fanda Yosephta









