Jakarta-The Federal Reserve masih mempertahankan target federal funds rate di 3,50%-3,75% pada 21 Agustus 2026. Keputusan tersebut berasal dari rapat FOMC 28-29 Juli. FOMC mengambil keputusan dengan suara 9-3 untuk mempertahankan kisaran tersebut.
Keputusan The Fed menjadi perhatian pasar karena tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang. Risalah rapat Juli menunjukkan sejumlah pejabat masih membuka peluang kenaikan bunga jika inflasi kembali meningkat. Kondisi tersebut membuat investor berhati-hati menghadapi keputusan berikutnya.
Pasar kini mulai mengarahkan perhatian ke rapat FOMC berikutnya pada 15-16 September 2026. Data ekonomi Amerika Serikat sebelum rapat tersebut akan menjadi faktor penting. Inflasi, pasar tenaga kerja, konsumsi, dan perkembangan imbal hasil Treasury dapat memengaruhi keputusan bank sentral.
Dampaknya terhadap emas cukup menarik. Harga emas spot berada di sekitar US$4.516,19 per troy ounce pada perdagangan 20 Agustus. Harga tersebut bertahan setelah emas sempat turun ke sekitar US$4.450,08. Sehari sebelumnya, emas melonjak lebih dari 4 persen.
Penguatan emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil obligasi jangka panjang Amerika Serikat. Treasury juga meningkatkan pembelian kembali surat utang berjangka panjang. Langkah tersebut membantu menekan yield dan memperkuat daya tarik emas.
Namun, investor tidak boleh menganggap suku bunga The Fed otomatis menentukan arah emas. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas karena emas tidak memberikan bunga. Sebaliknya, penurunan yield riil dan pelemahan dolar dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.
Untuk dolar AS, keputusan The Fed menciptakan dua arah risiko. Suku bunga tinggi dapat mendukung dolar karena meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Namun, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat menekan dolar. Pada 20 Agustus, indeks dolar turun ke sekitar 98,82 dan sempat menyentuh level terendah tiga bulan terhadap euro.
Bagi pasar saham, kondisi suku bunga juga menjadi perhatian karena biaya pendanaan memengaruhi valuasi perusahaan. Sementara itu, masyarakat perlu membedakan dampak Fed rate dengan bunga KPR atau deposito di Indonesia. Suku bunga The Fed tidak secara langsung menentukan bunga produk perbankan Indonesia, tetapi perubahan dolar, rupiah, pasar obligasi, dan kebijakan Bank Indonesia dapat memberikan pengaruh.
Dengan demikian, The Fed masih mempertahankan federal funds rate 3,50%-3,75%. Fokus pasar selanjutnya bergeser pada data ekonomi Amerika Serikat dan prospek keputusan September. Untuk investor emas, area US$4.500 menjadi level psikologis penting, sementara perubahan ekspektasi bunga dapat meningkatkan volatilitas emas, dolar, saham, dan aset berisiko.
FAQ
Berapa suku bunga The Fed saat ini?
Target federal funds rate berada pada 3,50%-3,75%.
Apakah The Fed menaikkan suku bunga pada rapat Juli 2026?
Tidak. FOMC mempertahankan kisaran 3,50%-3,75% dengan suara 9-3.
Kapan rapat The Fed berikutnya?
Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan pada 15-16 September 2026.
Apakah The Fed bisa menaikkan bunga pada September?
Peluang tersebut tetap menjadi perhatian pasar. Risalah Juli menunjukkan sejumlah pejabat terbuka terhadap kenaikan jika inflasi tetap tinggi.
Apa dampak suku bunga The Fed terhadap harga emas?
Suku bunga dan yield yang lebih tinggi dapat menekan emas. Sebaliknya, penurunan yield riil dan pelemahan dolar dapat mendukung emas.
Berapa harga emas dunia terbaru?
Reuters mencatat harga emas spot sekitar US$4.516,19 per troy ounce pada 20 Agustus 2026.
Apakah emas masih berpotensi naik?
Peluang kenaikan tetap ada, tetapi risiko koreksi juga tinggi. Investor perlu memperhatikan dolar, Treasury yield, inflasi, kebijakan Fed, dan risiko geopolitik.
Apakah suku bunga The Fed menentukan bunga KPR Indonesia?
Tidak secara langsung. Bunga KPR Indonesia lebih dipengaruhi kondisi likuiditas, biaya dana bank, kebijakan Bank Indonesia, risiko kredit, dan strategi masing-masing bank.
Apakah keputusan The Fed berpengaruh terhadap rupiah?
Bisa. Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal dan nilai dolar terhadap mata uang lain, termasuk rupiah.
Apa yang harus dipantau investor setelah keputusan The Fed?
Investor dapat memperhatikan data inflasi AS, tenaga kerja, yield Treasury, indeks dolar, ekspektasi FedWatch, harga emas, serta perkembangan kebijakan Bank Indonesia. (*)
Editor : Fanda Yosephta









