Biaya Internet Starlink untuk Bisnis Terbaru 2026, Mulai Rp550 Ribu per Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Starlink menghadirkan layanan khusus untuk pelaku usaha yang membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi dan stabil. Di Indonesia, paket Starlink Business ditawarkan mulai Rp550.000 per bulan, sementara biaya perangkat keras dimulai dari Rp5.900.000. Paket ini dirancang untuk mendukung operasional kantor, toko, pabrik, hingga lokasi usaha di daerah terpencil.

Berbeda dengan paket rumahan, Starlink Business menawarkan Priority Data yang memberikan prioritas akses jaringan ketika lalu lintas internet sedang padat. Pelanggan juga memperoleh dukungan teknis prioritas 24 jam, alamat IPv4 publik, serta layanan dengan perjanjian tingkat layanan (SLA).

Untuk bisnis dengan kebutuhan lebih besar, Starlink menyediakan paket Global Priority yang dimulai dari Rp4.661.000 per bulan. Paket ini ditujukan bagi perusahaan yang beroperasi lintas negara, sektor maritim, maupun lokasi dengan mobilitas tinggi.

Baca Juga :  iPhone Duo Resmi Meluncur, Harga Tembus Rp35 Juta: Kapan iPhone Lipat Apple Masuk Indonesia?

Selain biaya langganan bulanan, pelanggan perlu membeli perangkat Starlink yang mencakup antena satelit, router Wi-Fi, kabel, dan perlengkapan pemasangan. Setelah perangkat aktif, proses instalasi dapat dilakukan sendiri selama lokasi memiliki pandangan langit yang terbuka.

Starlink Business cocok digunakan oleh UMKM, hotel, rumah sakit, sekolah, perkebunan, pertambangan, hingga kantor cabang di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Internet satelit ini juga sering dimanfaatkan sebagai koneksi cadangan (backup internet) untuk menjaga operasional bisnis tetap berjalan saat jaringan utama mengalami gangguan.

Keunggulan lain Starlink Business adalah kontrak bulanan yang fleksibel. Pelanggan tidak diwajibkan terikat kontrak jangka panjang sehingga lebih mudah menyesuaikan kebutuhan operasional perusahaan.

Bagi pelaku usaha yang mengutamakan koneksi stabil di lokasi terpencil, Starlink Business dapat menjadi investasi yang menarik. Sebelum berlangganan, pastikan memilih paket sesuai kebutuhan data dan jumlah pengguna agar biaya operasional tetap efisien.

Baca Juga :  5 Tools AI Gratis Terbaik 2026 untuk Kerja, Kuliah, dan Bisnis, Bantu Produktivitas hingga Tingkatkan Penghasilan

FAQ

Berapa biaya Starlink untuk bisnis di Indonesia?
Paket bisnis tersedia mulai Rp550.000 per bulan, dengan biaya perangkat mulai Rp5.900.000.

Apa perbedaan Starlink Business dan paket rumahan?
Starlink Business menawarkan prioritas jaringan, dukungan 24/7, alamat IP publik, dan SLA untuk kebutuhan operasional perusahaan.

Apakah Starlink Business cocok untuk UMKM?
Ya. Paket ini dapat digunakan oleh UMKM, kantor, toko, hingga perusahaan yang berada di wilayah tanpa jaringan fiber optik.

Apakah harus membeli perangkat?
Ya. Pelanggan wajib membeli perangkat Starlink sebelum mengaktifkan layanan.(Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

4,3 Juta KPM Baru Dapat Bansos 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima
Mortgage Rates Today: 30-Year Rate Hits 6.85% — What Homebuyers Need to Know Now
BCA Salurkan KPR Rp144,3 Triliun hingga Juni 2026, Apa yang Terjadi dengan Pasar Rumah?
Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Pastikan Subsidi BBM Masih Aman
BCA Siapkan Buyback Saham Rp5 Triliun hingga 2027, Investor Perlu Tahu 5 Hal Ini
Saham ANTM dan UNTR Tetap Menguat Saat Bisnis-27 dan IHSG Tertekan, Ini Daftarnya
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Risiko Fiskal
KPR Ditolak Bank Padahal Gaji Cukup? Cek Faktor Ini
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 03:00 WIB

4,3 Juta KPM Baru Dapat Bansos 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 02:00 WIB

Mortgage Rates Today: 30-Year Rate Hits 6.85% — What Homebuyers Need to Know Now

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

BCA Salurkan KPR Rp144,3 Triliun hingga Juni 2026, Apa yang Terjadi dengan Pasar Rumah?

Kamis, 10 September 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Pastikan Subsidi BBM Masih Aman

Kamis, 10 September 2026 - 20:00 WIB

BCA Siapkan Buyback Saham Rp5 Triliun hingga 2027, Investor Perlu Tahu 5 Hal Ini

Berita Terbaru