Dana Nasabah Rp144 Miliar Diduga Hilang, Platform Kripto Knaken Resmi Bangkrut

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO.ID – Platform perdagangan aset kripto asal Belanda, Knaken, resmi dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Rotterdam. Putusan tersebut dikeluarkan setelah Kejaksaan Agung Belanda mengajukan permohonan kepailitan menyusul dugaan hilangnya dana milik nasabah senilai sekitar 7 juta euro atau setara Rp144 miliar.

Keputusan pengadilan diambil di tengah penyelidikan yang masih berlangsung terhadap manajemen perusahaan terkait dugaan penyalahgunaan atau penggelapan aset digital.

Berawal dari Temuan Otoritas Keuangan

Proses kepailitan bermula setelah Otoritas Pasar Keuangan Belanda (AFM) melaporkan adanya kondisi keuangan yang dinilai mengkhawatirkan pada Knaken.

Dalam laporan tersebut, ditemukan dugaan defisit dana yang cukup besar sehingga memicu tindakan hukum dari Kejaksaan Agung Belanda.

Selain mengajukan permohonan pailit, aparat penegak hukum juga membuka penyelidikan pidana terhadap pihak manajemen perusahaan guna mengusut penyebab hilangnya dana pelanggan.

Platform Mendadak Berhenti Beroperasi

Sebelum dinyatakan bangkrut, layanan Knaken dilaporkan telah berhenti beroperasi sejak awal Juni 2026.

Situs perusahaan tidak lagi dapat diakses sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang menyimpan dana maupun aset kripto melalui platform tersebut.

Baca Juga :  Singlife Dapat Suntikan S$550 Juta dari MUFG, Perkuat Modal Usai Diakuisisi Sumitomo Life

Di tengah situasi tersebut, manajemen perusahaan sempat meminta pelanggan untuk tidak terburu-buru mengajukan gugatan hukum sambil menunggu proses penyelesaian yang dilakukan perusahaan.

Pengadilan: Kepailitan untuk Melindungi Nasabah

Dalam pertimbangannya, Pengadilan Rotterdam menilai keputusan kepailitan diperlukan untuk melindungi kepentingan para pelanggan.

Majelis hakim menyebut terdapat dugaan kekurangan dana yang signifikan serta kurangnya transparansi kepada para nasabah mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Pengadilan juga menilai mekanisme kepailitan memberikan ruang bagi kurator untuk menelusuri aset perusahaan dan melakukan proses penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Proposal Manajemen Ditolak

Selama persidangan, pihak Knaken mengusulkan alternatif penyelesaian berupa pembagian sisa dana perusahaan kepada pelanggan secara proporsional.

Namun usulan tersebut ditolak karena dinilai tidak didukung oleh kecukupan aset untuk memenuhi seluruh kewajiban perusahaan kepada para nasabah.

Dengan putusan tersebut, proses penyelesaian aset Knaken selanjutnya akan dilakukan melalui mekanisme kepailitan sesuai hukum di Belanda.

Pelajaran bagi Investor Kripto

Kasus Knaken kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya memahami risiko investasi aset digital.

Baca Juga :  Token Pi Network Menguat Usai Upgrade Jaringan, Ini Analisis dan Prospeknya

Investor disarankan menggunakan platform yang memiliki izin dari regulator di wilayah operasinya, menerapkan sistem keamanan berlapis, serta tidak menempatkan seluruh dana investasi pada satu platform.

Diversifikasi investasi dan penyimpanan aset secara mandiri (self-custody) untuk sebagian aset juga menjadi langkah yang sering disarankan guna mengurangi risiko apabila terjadi gangguan pada penyedia layanan.


FAQ

Mengapa Knaken dinyatakan bangkrut?

Pengadilan Rotterdam menyatakan Knaken bangkrut setelah adanya dugaan defisit dana perusahaan dan hilangnya dana nasabah sekitar 7 juta euro.

Berapa dana nasabah yang diduga hilang?

Nilainya diperkirakan mencapai 7 juta euro, atau sekitar Rp144 miliar, berdasarkan kurs saat laporan diterbitkan.

Apakah kasus ini masih diselidiki?

Ya. Otoritas Belanda masih melakukan penyelidikan terhadap manajemen perusahaan terkait dugaan penyalahgunaan aset digital.

Apa yang dapat dipelajari investor?

Investor sebaiknya memilih platform yang diawasi regulator, mengelola risiko dengan diversifikasi, dan memahami keamanan penyimpanan aset digital.

Berita Terkait

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula, Modal Mulai Rp10.000
BRI Kembali Gelar KKB Expo, Hadirkan Beragam Merek Mobil dan Penawaran Menarik
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.030 Triliun pada Mei 2026, Ini Penjelasan BI
BPNT Tahap 3 Cair Mulai 20 Juli 2026, Begini Cara Cek Penerima Lewat HP
Promo Tokopedia Terbaru Juli 2026, Diskon hingga Rp1 Juta dan Cashback Menarik
Promo Shopee Terbaru Juli 2026, Gratis Ongkir Rp0 hingga ShopeePay Deals Rp1
Cara Mendapatkan Saldo DANA Gratis untuk Pemula 2026, Legal dan Aman
5 Asuransi Mobil All Risk Terbaik di Indonesia 2026, Premi Mulai 1 Persen
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:00 WIB

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula, Modal Mulai Rp10.000

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:03 WIB

Dana Nasabah Rp144 Miliar Diduga Hilang, Platform Kripto Knaken Resmi Bangkrut

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:00 WIB

BRI Kembali Gelar KKB Expo, Hadirkan Beragam Merek Mobil dan Penawaran Menarik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:07 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.030 Triliun pada Mei 2026, Ini Penjelasan BI

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:05 WIB

BPNT Tahap 3 Cair Mulai 20 Juli 2026, Begini Cara Cek Penerima Lewat HP

Berita Terbaru

Ekonomi

Cara Investasi Reksadana untuk Pemula, Modal Mulai Rp10.000

Sabtu, 18 Jul 2026 - 14:00 WIB