Jangan Tunggu Nyeri Dada, Kenali Tanda Awal Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS – Kolesterol tinggi sering berkembang tanpa keluhan yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat meski kadar kolesterol dalam darah sudah melebihi batas normal. Kondisi ini perlu diwaspadai karena penumpukan lemak dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Seiring waktu, kolesterol dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak pada dinding arteri. Akibatnya, aliran darah berpotensi terganggu dan risiko penyakit jantung maupun stroke meningkat. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menunggu nyeri dada untuk memeriksa kadar kolesterol.

Risiko kolesterol tinggi juga tidak hanya mengintai kelompok lanjut usia. Orang berusia 20-an dan 30-an tetap dapat mengalami peningkatan kolesterol. Pola makan, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, serta faktor keturunan dapat memengaruhi profil kolesterol seseorang.

Salah satu tanda fisik yang perlu mendapat perhatian ialah munculnya lingkaran putih atau abu-abu di sekitar kornea mata. Kondisi tersebut dikenal sebagai corneal arcus. Pada sebagian orang berusia lanjut, kondisi ini dapat berkaitan dengan proses penuaan.

Baca Juga :  Minum Air Dingin atau Air Hangat? Ini Manfaat dan Waktu Terbaik Mengonsumsinya

Namun, kemunculan corneal arcus pada usia lebih muda perlu diperiksa lebih lanjut. Endapan lipid dapat membentuk cincin di sekitar kornea. Meski demikian, pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk memastikan kadar kolesterol dan menilai risiko penyakit kardiovaskular.

Selain perubahan pada mata, benjolan kekuningan di kulit juga patut diperhatikan. Kondisi yang disebut xanthoma dapat berkaitan dengan penumpukan lemak di jaringan. Benjolan dapat muncul pada kelopak mata, siku, lutut, atau sekitar tendon Achilles.

Benjolan tersebut terkadang dianggap sebagai masalah kulit biasa. Namun, masyarakat sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes profil lipid untuk mengukur kolesterol total, LDL, HDL, serta trigliserida.

Pemeriksaan kolesterol secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi orang dengan faktor risiko. Menjaga pola makan, rutin bergerak, mengendalikan berat badan, dan berhenti merokok juga membantu menjaga kesehatan jantung. Jika menemukan perubahan pada mata atau kulit, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.

Baca Juga :  Waspada Penyakit Jantung Koroner, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Sejak Dini

FAQ

Apakah kolesterol tinggi selalu menyebabkan nyeri dada?
Tidak. Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Nyeri dada dapat muncul ketika sudah terjadi gangguan aliran darah, tetapi penyebabnya harus diperiksa dokter.

Apakah usia 20-an bisa mengalami kolesterol tinggi?
Bisa. Faktor genetik dan gaya hidup dapat meningkatkan kadar kolesterol sejak usia muda.

Apakah cincin putih di mata pasti tanda kolesterol tinggi?
Tidak selalu. Corneal arcus juga dapat berkaitan dengan usia. Pada orang muda, pemeriksaan medis dan tes kolesterol perlu dipertimbangkan.

Apa tes untuk mengetahui kadar kolesterol?
Tes profil lipid dapat mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida dalam darah.

Bagaimana cara membantu mengontrol kolesterol?
Pola makan sehat, aktivitas fisik, menjaga berat badan, dan tidak merokok dapat membantu. Pengobatan harus mengikuti penilaian tenaga kesehatan. Tim

Berita Terkait

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya
BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru
Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap
Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh
Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:00 WIB

BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu

Berita Terbaru

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

Otomotif

Daftar Motor Listrik di Bawah Rp20 Juta

Jumat, 28 Agu 2026 - 04:06 WIB