BTN Gunakan Data BNBA untuk Sasar Calon Penerima KPR Program 3 Juta Rumah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI, KayoNews.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) akan memanfaatkan data By Name By Address (BNBA) guna meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Pemanfaatan data BNBA dilakukan melalui kerja sama antara BTN dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut akan digunakan untuk memetakan masyarakat yang belum memiliki rumah, tingkat pendapatan, hingga kemampuan membeli rumah sehingga pembiayaan dapat diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Data Akurat Dinilai Kunci Atasi Backlog Perumahan

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan kebutuhan data yang akurat menjadi faktor penting dalam mengatasi backlog atau kekurangan rumah di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi backlog perumahan sekitar 9,9 juta unit, sementara kebutuhan rumah baru setiap tahun diperkirakan mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit.

Dengan dukungan data yang lebih lengkap, BTN berharap dapat mengidentifikasi masyarakat yang belum memiliki rumah berdasarkan lokasi, tingkat penghasilan, kondisi sosial ekonomi, hingga kemampuan finansial mereka.

Baca Juga :  Prabowo Kaget Data Kemiskinan Naik, Pertanyakan Angka BPS yang Selalu Turun

“Data yang semakin akurat akan membantu penyaluran pembiayaan menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Nixon dalam keterangan resminya.

Dukung Program 3 Juta Rumah

Melalui kerja sama tersebut, BTN akan memanfaatkan data statistik nasional dan BNBA sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Informasi tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat di berbagai daerah sekaligus mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah.

Selain membantu menentukan calon penerima KPR, data tersebut juga menjadi dasar penyusunan strategi pembiayaan yang lebih efektif dan efisien.

Sensus Ekonomi 2026 Ikut Dimanfaatkan

Tidak hanya BNBA, BTN juga akan menggunakan hasil Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan BPS.

Data sensus tersebut akan dimanfaatkan untuk memetakan aktivitas usaha, pusat pertumbuhan ekonomi baru, hingga perkembangan ekosistem bisnis yang berkaitan dengan sektor perumahan.

Melalui informasi tersebut, BTN berharap dapat menyusun strategi bisnis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah.

Pengambilan Keputusan Berbasis Data

BTN menilai pemanfaatan data akan menjadi kebutuhan utama di industri perbankan modern.

Menurut Nixon, kemampuan mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat akan membantu perusahaan dalam menyusun kebijakan, menentukan strategi bisnis, hingga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Cara Isi Saldo DANA Tanpa KTP, Mudah Lewat Bank dan Alfamart

Selain pemanfaatan data, kerja sama BTN dan BPS juga mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penyusunan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA.


FAQ

Apa itu data BNBA?

BNBA atau By Name By Address merupakan basis data yang memuat identitas individu berdasarkan nama dan alamat, yang selama ini banyak digunakan pemerintah dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.

Mengapa BTN menggunakan data BNBA?

BTN memanfaatkan data BNBA agar penyaluran KPR lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang belum memiliki rumah dan memenuhi persyaratan pembiayaan.

Berapa backlog perumahan di Indonesia?

BTN menyebut backlog perumahan di Indonesia masih sekitar 9,9 juta unit, dengan kebutuhan rumah baru mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu unit setiap tahun.

Apa tujuan kerja sama BTN dan BPS?

Kerja sama bertujuan meningkatkan kualitas data untuk mendukung penyaluran pembiayaan perumahan, penyusunan strategi bisnis, serta mendukung Program 3 Juta Rumah.

Berita Terkait

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
PPh Final UMKM Dibatasi, Ini 3 Wajib Pajak yang Masih Bisa Menggunakannya
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Status Desil DTKS Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat Aplikasi Cek Bansos
Kabar Baik PPPK, Pemerintah Amankan Anggaran Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status
Pemerintah Siapkan Rp3 Triliun untuk Insentif Motor Listrik, Berlaku September
Kartu Kredit Indonesia Resmi Diluncurkan, Ini Bedanya dengan Visa dan Mastercard
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:00 WIB

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:00 WIB

PPh Final UMKM Dibatasi, Ini 3 Wajib Pajak yang Masih Bisa Menggunakannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Status Desil DTKS Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat Aplikasi Cek Bansos

Berita Terbaru

Ekonomi

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:00 WIB