JAKARTA – Kabar baik bagi pengguna kendaraan di Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini membuat biaya pengisian bahan bakar lebih ringan bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan berbahan bakar berkualitas tinggi.
Tiga produk yang mengalami penurunan harga adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan Biosolar subsidi masih dipertahankan. Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat.
Di wilayah DKI Jakarta, misalnya, Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter, turun dari Rp20.750 per liter. Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter. Penurunan terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp21.150 per liter, atau lebih murah Rp3.650 per liter dibanding bulan sebelumnya.
Untuk wilayah Sumatera seperti Aceh, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatera Utara, harga Pertamax tetap Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp19.750, Dexlite Rp20.150, Pertamina Dex Rp21.650, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Sementara Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memiliki harga Pertamax Rp17.000 per liter karena perbedaan biaya distribusi.
Di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax dipatok Rp16.250 per liter. Pertamax Green tetap Rp17.000 per liter untuk wilayah yang tersedia, sedangkan Pertamax Turbo menjadi Rp19.300, Dexlite Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Untuk NTT juga tersedia Biosolar Non-Subsidi seharga Rp19.600 per liter.
Wilayah Kalimantan juga mengalami penyesuaian. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur menjual Pertamax Rp16.650 per liter. Adapun Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menetapkan harga Pertamax Rp17.000 per liter. Sementara seluruh provinsi di Sulawesi umumnya memiliki harga yang sama dengan wilayah Sumatera bagian timur. Di Maluku dan Papua, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax Rp16.650 per liter dengan harga Dexlite sekitar Rp20.150 per liter.
Pertamina menegaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala sesuai regulasi pemerintah. Selain menawarkan harga yang lebih kompetitif, perusahaan juga memastikan kualitas bahan bakar tetap memenuhi standar sehingga mampu menjaga performa mesin sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan.
Masyarakat disarankan mengecek harga BBM sesuai daerah masing-masing sebelum mengisi bahan bakar karena terdapat perbedaan harga di sejumlah provinsi dan kawasan khusus seperti FTZ Batam maupun FTZ Sabang. Penyesuaian berikutnya akan mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia serta kebijakan pemerintah.
Faq
1. BBM apa saja yang turun harga pada Juli 2026?
Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan harga mulai 1 Juli 2026.
2. Apakah harga Pertalite berubah?
Tidak. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia.
3. Apakah harga Pertamax ikut turun?
Tidak. Harga Pertamax masih tetap sesuai wilayah masing-masing.
4. Mengapa harga BBM berbeda di setiap provinsi?
Perbedaan dipengaruhi biaya distribusi, logistik, dan kebijakan penyaluran di masing-masing daerah.
5. Kapan harga BBM Pertamina diperbarui?
Evaluasi dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan regulasi pemerintah. Tim









