Rupiah Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS, Ini Faktor yang Bikin Kurs Berpeluang Menguat Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Mata uang Garuda menguat 9 poin ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS), meski posisinya masih berada di dekat level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS dan membaiknya sentimen pasar global.

Penguatan rupiah dipengaruhi melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke posisi 101,51. Selain itu, pasar mulai merespons positif perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali terbuka sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia mulai berkurang.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed masih membuka peluang mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir 2026. Kondisi tersebut membuat pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, masih rentan mengalami fluktuasi.

Selain isu suku bunga, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat seperti inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), dan klaim pengangguran mingguan. Hasil data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2.675.000 per Gram

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai cukup kuat. Pemerintah menyebut ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah kini hanya sekitar 20 persen setelah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi. Langkah tersebut membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional ketika terjadi gejolak global.

Kinerja ekonomi Indonesia juga masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Cadangan devisa berada di level US$144,9 miliar, sementara realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun. Aktivitas manufaktur juga tetap berada di zona ekspansi sehingga menjadi penopang optimisme pelaku pasar.

Di sisi lain, terdapat catatan mengenai surplus neraca perdagangan Indonesia yang mulai menyusut meski masih mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kekuatan rupiah dalam jangka menengah.

Baca Juga :  Pensiunan PNS Bersiap Terima Gaji April dan Gaji ke-13

Untuk perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, analis memperkirakan rupiah masih berpeluang bergerak menguat secara terbatas pada kisaran Rp17.940 hingga Rp17.990 per dolar AS. Pelaku pasar tetap diminta mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi arah kurs dalam waktu dekat.

FAQ

1. Berapa kurs rupiah hari ini?
Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.943 per dolar AS pada Kamis, 25 Juni 2026.

2. Mengapa rupiah menguat?
Karena indeks dolar AS melemah, harga minyak dunia turun, dan sentimen pasar global membaik.

3. Apakah rupiah masih berisiko melemah?
Ya. Risiko tetap ada apabila The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau muncul gejolak geopolitik baru.

4. Berapa prediksi rupiah besok?
Analis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.940-Rp17.990 per dolar AS.

5. Apa dampak kurs rupiah bagi masyarakat?
Pergerakan rupiah memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, cicilan berbasis dolar, hingga biaya bahan baku industri. ( Tim)

Berita Terkait

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya
PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Berita Terbaru

Otomotif

Harga Honda PCX 160 dan Yamaha Nmax Agustus 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:00 WIB