Akses Telegram Ditutup, Ribuan Warga India Serbu Aplikasi VPN

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Pemblokiran sementara aplikasi Telegram oleh pemerintah India memicu lonjakan besar penggunaan layanan Virtual Private Network (VPN). Ribuan warga berbondong-bondong mengunduh aplikasi VPN untuk tetap mengakses platform perpesanan tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan akses Telegram yang mulai berlaku sejak 16 Juni 2026 berdampak langsung terhadap peningkatan penggunaan berbagai aplikasi keamanan digital dan layanan komunikasi alternatif.

Unduhan VPN Naik Hampir 50 Persen

Berdasarkan data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures, jumlah unduhan aplikasi VPN di India meningkat sekitar 49 persen pada hari pertama pemblokiran Telegram.

Tercatat lebih dari 208 ribu unduhan VPN terjadi dalam satu hari, naik signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran 139 ribu unduhan.

Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap Telegram sebagai sarana komunikasi sehari-hari.

Proton VPN dan Turbo VPN Jadi Pilihan Utama

Sejumlah layanan VPN mengalami peningkatan pengguna secara drastis.

Proton VPN menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di App Store Apple dengan kenaikan lebih dari 100 persen. Sementara Turbo VPN mencatat peningkatan sekitar 85 persen.

Di platform Android, kedua aplikasi tersebut juga mencatat pertumbuhan signifikan, dengan Proton VPN naik sekitar 64 persen dan Turbo VPN meningkat sekitar 35 persen.

Baca Juga :  Berburu Saldo DANA Gratis? Ini Tips Resmi dan Terpercaya

Selain itu, layanan VPN populer lainnya seperti NordVPN dan ExpressVPN juga memperoleh tambahan pengguna baru dalam jumlah besar selama periode pemblokiran.

VPN Mendominasi Peringkat Aplikasi

Tidak hanya jumlah unduhan yang meningkat, posisi aplikasi VPN di toko aplikasi India juga melonjak tajam.

Proton VPN berhasil masuk ke jajaran lima besar kategori utilitas di App Store Apple. Sementara di Google Play Store, aplikasi tersebut naik ke posisi kedua dalam kategori serupa.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap teknologi privasi dan keamanan digital saat akses ke layanan tertentu dibatasi.

Signal dan Viber Ikut Kebanjiran Pengguna

Selain VPN, masyarakat India juga mulai mencari alternatif aplikasi komunikasi selain Telegram.

Aplikasi Signal mencatat lonjakan unduhan hingga 72 persen di App Store dan lebih dari 300 persen di Google Play Store.

Viber juga mengalami peningkatan signifikan dengan pertumbuhan unduhan lebih dari 200 persen.

Menariknya, aplikasi iMe yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem Telegram mencatat kenaikan paling drastis. Jumlah unduhan hariannya melonjak puluhan kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Alasan India Memblokir Telegram

Pemerintah India menjelaskan bahwa pembatasan Telegram dilakukan sementara hingga 22 Juni 2026.

Baca Juga :  Mau Beli Poco F8? Simak Dulu Beda Pro dan Ultra

Langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran platform tersebut dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk menyebarkan informasi palsu menjelang pelaksanaan ujian masuk nasional tingkat sarjana.

Otoritas setempat menilai pembatasan sementara diperlukan guna mencegah peredaran soal ujian palsu dan berbagai bentuk penipuan digital yang berpotensi merugikan peserta ujian.

Telegram Gugat Pemerintah India

Telegram tidak tinggal diam menghadapi kebijakan tersebut.

Pihak perusahaan dilaporkan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Delhi dengan alasan bahwa pemerintah seharusnya menindak konten atau akun bermasalah, bukan memblokir seluruh layanan secara menyeluruh.

Telegram berpendapat bahwa pemblokiran total dapat mengganggu jutaan pengguna yang menggunakan platform tersebut untuk kebutuhan komunikasi yang sah.

Debat Baru soal Kebebasan Internet

Kasus pemblokiran Telegram kembali memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara keamanan digital dan kebebasan akses internet.

Di satu sisi, pemerintah berupaya mencegah penyebaran informasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Namun di sisi lain, pembatasan layanan digital secara menyeluruh dianggap dapat membatasi hak pengguna dalam mengakses informasi dan berkomunikasi.

Perkembangan kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian dunia karena India merupakan salah satu pasar internet terbesar dengan ratusan juta pengguna aktif.

Berita Terkait

GTA VI Resmi Buka Pre-Order 25 Juni 2026, Ini Jadwal Rilis Lengkapnya
Trump Umumkan Apple dan Intel Bersatu Bangun Chip di Amerika Serikat
HYPE Masih Murah? CEO Hyperion Sebut Hyperliquid Bisa Jadi ‘Ethereum Baru’, Investor Mulai Melirik
Google Earth Rilis Flight Simulator Gratis, Begini Cara Menjelajahi Dunia dari Udara Tanpa Download
Harga Laptop 2026 Melonjak, Produsen Beralih ke Teknologi Baru ala Smartphone
Spesifikasi Tecno Spark 50 Pro: Helio G100, IP69 dan RAM Hingga 24 GB
Xiaomi Hidupkan Kembali Inovasi Tesla
Toyota Cena Resmi Meluncur, MPV Hybrid Lebih Besar dari Innova Zenix Dibanderol Mulai Rp 639 Juta
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:00 WIB

Akses Telegram Ditutup, Ribuan Warga India Serbu Aplikasi VPN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:00 WIB

GTA VI Resmi Buka Pre-Order 25 Juni 2026, Ini Jadwal Rilis Lengkapnya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trump Umumkan Apple dan Intel Bersatu Bangun Chip di Amerika Serikat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:58 WIB

HYPE Masih Murah? CEO Hyperion Sebut Hyperliquid Bisa Jadi ‘Ethereum Baru’, Investor Mulai Melirik

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

Google Earth Rilis Flight Simulator Gratis, Begini Cara Menjelajahi Dunia dari Udara Tanpa Download

Berita Terbaru

Olahraga

Turki Tersingkir! Paraguay Raih Kemenangan Dramatis di Grup D

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:00 WIB