TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak, Roblox Ikut Batasi Fitur – Dampak Besar PP Tunas 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta -Penerapan kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas 2026 mulai menunjukkan dampak nyata di Indonesia. Sejumlah platform global seperti TikTok dan Roblox kini melakukan perubahan besar demi mematuhi regulasi tersebut. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem internet yang lebih aman, terutama bagi anak-anak yang semakin aktif menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

TikTok menjadi platform yang paling mencuri perhatian setelah menonaktifkan sekitar 1,7 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap sejak akhir Maret hingga akhir April 2026 sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pemerintah. Penonaktifan tersebut tidak hanya menjadi bukti keseriusan platform, tetapi juga menandai perubahan besar dalam sistem pengawasan pengguna.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan apresiasi terhadap langkah TikTok yang dinilai cepat dan transparan. Ia menyebut bahwa platform ini menjadi contoh bagi perusahaan digital lain dalam menerapkan kebijakan perlindungan anak. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara regulator dan platform untuk meningkatkan keamanan digital secara menyeluruh.

Tidak hanya berhenti pada penonaktifan akun, TikTok juga memperkuat sistem pemantauan aktivitas pengguna. Platform ini semakin aktif dalam menindak konten berbahaya serta aktivitas ilegal seperti judi online. Dengan peningkatan sistem keamanan tersebut, diharapkan pengguna, khususnya anak-anak, dapat terhindar dari berbagai risiko di dunia maya.

Baca Juga :  PP Tunas Berlaku, Menkum Ancam Blokir Instagram hingga YouTube Jika Langgar Aturan Anak

Di sisi lain, Roblox juga mengambil langkah signifikan dengan menerapkan sistem verifikasi usia bagi seluruh penggunanya di Indonesia. Mengingat jumlah pengguna anak yang sangat besar, kebijakan ini menjadi penting untuk memastikan pengalaman bermain tetap aman dan sesuai dengan usia. Verifikasi ini menjadi filter utama dalam mengontrol akses dan interaksi di dalam platform.

Roblox juga menghapus fitur komunikasi dengan orang asing bagi pengguna di bawah usia tertentu. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan potensi interaksi berbahaya serta mengurangi risiko kejahatan digital. Dengan pembatasan tersebut, anak-anak dapat bermain dengan lebih aman tanpa risiko komunikasi dengan pihak yang tidak dikenal.

Selain itu, Roblox menghadirkan fitur kontrol waktu bermain yang dapat diatur oleh orang tua. Fitur ini memungkinkan orang tua untuk mengawasi serta membatasi durasi bermain anak, sehingga dapat mengurangi risiko kecanduan game. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi digital yang lebih luas untuk keluarga di Indonesia.

Baca Juga :  Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Secara keseluruhan, implementasi PP Tunas 2026 menjadi langkah besar dalam memperkuat perlindungan anak di era digital. Pemerintah berharap seluruh platform digital mengikuti langkah TikTok dan Roblox agar tercipta lingkungan online yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan generasi muda di Indonesia.

FAQ:

1. Apa itu PP Tunas 2026?

PP Tunas adalah regulasi pemerintah Indonesia yang fokus pada perlindungan anak dalam penggunaan platform digital.

2. Mengapa TikTok menonaktifkan akun anak?

Karena akun tersebut melanggar batas usia minimum sesuai kebijakan perlindungan anak.

3. Apa perubahan terbesar di Roblox?

Penerapan verifikasi usia, penghapusan fitur komunikasi dengan orang asing, dan kontrol waktu bermain.

4. Apakah aturan ini berlaku untuk semua platform?

Ya, pemerintah mendorong seluruh platform digital untuk mematuhi kebijakan ini.

5. Apa manfaat kebijakan ini bagi masyarakat?

Meningkatkan keamanan digital, melindungi anak dari risiko online, dan menciptakan lingkungan internet yang lebih sehat.

Berita Terkait

Perbedaan Redmi Note 17 Series: Pro Max, Pro 5G, 17 5G dan 4G
Pengganti Freon Mulai Dikembangkan, Teknologi Garam Bisa Ubah AC dan Kulkas
Duel Flagship 2nm, Ini Perbedaan OPPO Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max
Infinix Xbook 14 Neo Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan
Punya Kekayaan Rp4.518 Triliun, Mark Zuckerberg Tetap Gunakan Galaxy S24 Ultra
Huawei MatePad Air Z Standar dan Enjoy Edition, Ini Perbedaan Spesifikasi dan Harganya
ASUS ExpertBook P3 G1 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp14,69 Juta
PC Gaming ASUS ROG G1000 Meluncur, Pendinginan Mampu Tangani 1.000 Watt
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:00 WIB

Perbedaan Redmi Note 17 Series: Pro Max, Pro 5G, 17 5G dan 4G

Sabtu, 26 September 2026 - 20:00 WIB

Pengganti Freon Mulai Dikembangkan, Teknologi Garam Bisa Ubah AC dan Kulkas

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00 WIB

Duel Flagship 2nm, Ini Perbedaan OPPO Find X10 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max

Sabtu, 26 September 2026 - 12:00 WIB

Infinix Xbook 14 Neo Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Punya Kekayaan Rp4.518 Triliun, Mark Zuckerberg Tetap Gunakan Galaxy S24 Ultra

Berita Terbaru