OLAHRAGA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali melanjutkan program naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Kali ini, dua pemain muda yakni Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Garuda menuju peringkat 50 besar FIFA.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa kehadiran kedua pemain tersebut bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari roadmap pengembangan sepak bola nasional hingga 2031.
Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat 118 FIFA dan terus berupaya meningkatkan daya saing di level Asia maupun dunia.
Target Masuk 50 Besar FIFA dan 10 Besar Asia
PSSI menargetkan Timnas Indonesia mampu menembus 50 besar ranking FIFA dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, federasi juga memasang target ambisius untuk membawa Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara terbaik Asia.
Menurut Sumardji, pencapaian tersebut membutuhkan peningkatan kualitas pemain, kedalaman skuad, kompetisi yang lebih kompetitif, serta regenerasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin membangun tim nasional yang mampu bersaing secara konsisten di level internasional dan memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap posisi,” ujarnya.
Siapa Luke Anthony Vickery?
Luke Anthony Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk klub Australia, Macarthur FC.
Pemain yang dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan menyerang dari sisi lapangan tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Cherie Claudine Vickery.
Sementara nenek Luke, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, sehingga memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi sebagai warga negara Indonesia.
Dengan usia yang masih muda, Luke diproyeksikan menjadi bagian penting regenerasi Timnas Indonesia untuk beberapa tahun mendatang.
Mitchell Lee Baker Perkuat Lini Serang Garuda
Selain Luke, PSSI juga mengajukan naturalisasi Mitchell Lee Baker yang saat ini bermain untuk Georgetown University dalam kompetisi NCAA Amerika Serikat.
Penyerang berusia 19 tahun tersebut memiliki darah Indonesia dari pihak ibunya, Maureen Lee Baker.
Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, berasal dari Semarang, Jawa Tengah.
Mitchell dinilai memiliki potensi besar untuk menambah variasi serangan Timnas Indonesia, terutama dalam menghadapi turnamen internasional di masa mendatang.
Diproyeksikan untuk Berbagai Turnamen Besar
PSSI telah menyiapkan roadmap pengembangan Timnas Indonesia hingga 2031.
Luke dan Mitchell diproyeksikan menjadi bagian dari skuad Garuda pada sejumlah ajang internasional, antara lain:
- ASEAN Championship 2026
- FIFA Series 2026–2031
- Piala Asia AFC 2027
- ASEAN Championship 2028
- Kualifikasi Piala Dunia 2030
- ASEAN Championship 2030
- Piala Dunia FIFA 2030
- Piala Asia AFC 2031
Kehadiran kedua pemain muda tersebut diharapkan dapat memperkuat persaingan internal tim sekaligus meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia.
Naturalisasi Jadi Bagian Strategi Jangka Panjang
PSSI menilai program naturalisasi bukan hanya soal menambah kekuatan tim, tetapi juga menghadirkan transfer pengetahuan dan pengalaman dari pemain yang berkembang di luar negeri.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan sepak bola Indonesia secara menyeluruh, baik di level tim nasional maupun kompetisi domestik.
Selain meningkatkan kualitas skuad senior, kehadiran pemain muda keturunan juga dapat menjadi contoh bagi pemain lokal dalam hal profesionalisme, disiplin, dan standar kompetisi internasional.
Mimpi Besar Garuda Menuju Piala Dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, performa Timnas Indonesia menunjukkan tren positif di berbagai ajang internasional.
Dengan kombinasi pemain lokal, diaspora, serta program pembinaan usia muda yang terus diperkuat, PSSI optimistis target tampil secara reguler di Piala Dunia dan bersaing di level elite Asia bukan lagi sekadar mimpi.
Naturalisasi Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat proses tersebut sekaligus memperkuat fondasi Timnas Indonesia dalam jangka panjang.









