Rehab Jalan Renah Pemetik Mulai Dikerjakan, Warga Pertanyakan Sumber Anggaran Perbaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI – Perbaikan ruas jalan di kawasan Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, mulai dilakukan setelah lama dikeluhkan masyarakat akibat kondisi jalan yang rusak, berlumpur, dan sulit dilalui. Namun di tengah proses rehabilitasi yang sedang berjalan, muncul pertanyaan dari warga terkait sumber anggaran yang digunakan untuk membiayai pekerjaan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan perbaikan yang dilakukan masih terbatas pada pengerukan badan jalan dan penimbunan material untuk memperkeras permukaan jalan. Kondisi tersebut dinilai belum menjadi solusi permanen mengingat karakteristik tanah di kawasan tersebut yang lunak dan sering tergenang saat musim hujan.

Sejumlah warga menilai perbaikan yang dilakukan memang membantu akses transportasi untuk sementara waktu, terutama bagi petani dan masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Namun mereka khawatir kondisi jalan akan kembali rusak dalam waktu singkat apabila tidak disertai pembangunan konstruksi yang lebih kuat.

“Kalau hanya ditimbun dan diratakan seperti ini, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama. Apalagi saat hujan turun, jalan kembali berlumpur,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Selain mempertanyakan kualitas pekerjaan, masyarakat juga mulai menyoroti transparansi sumber pendanaan proyek tersebut. Hingga saat ini belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah perbaikan jalan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kerinci, bantuan Pemerintah Provinsi Jambi, program pemerintah pusat, atau bahkan dukungan pihak swasta maupun dana pribadi.

Baca Juga :  Tinjau Pintu Air PLTA Kerinci, Gubernur dan Bupati Tebar Benih Ikan Jaga Kelestarian Perairan

Berdasarkan penelusuran pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, belum terlihat adanya paket kegiatan yang secara spesifik mencantumkan rehabilitasi atau perbaikan Jalan Renah Pemetik. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai asal-usul pembiayaan pekerjaan tersebut.

Pengamat tata kelola pembangunan daerah menilai keterbukaan informasi anggaran menjadi hal penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Setiap pekerjaan infrastruktur yang menggunakan dana publik idealnya diumumkan secara terbuka, mulai dari sumber pendanaan, nilai anggaran, hingga pelaksana kegiatan.

Di sisi lain, warga berharap pemerintah segera memberikan penjelasan resmi terkait status pekerjaan yang sedang berlangsung. Mereka juga meminta agar perbaikan jalan tidak berhenti pada tahap pengerasan semata, melainkan ditingkatkan menjadi pembangunan jalan yang lebih permanen agar mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Jalan Renah Pemetik sendiri merupakan akses penting bagi warga dan petani setempat. Selain menjadi jalur transportasi harian, ruas tersebut juga berperan dalam mendukung distribusi hasil pertanian yang menjadi salah satu sektor utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, kejelasan anggaran dan kualitas pembangunan menjadi perhatian besar warga agar manfaat perbaikan benar-benar dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Milad ke-113, Muhammadiyah Gelar Lomba TK/RA se-Kerinci dan Sungaipenuh

FAQ

Mengapa perbaikan Jalan Renah Pemetik menjadi sorotan?

Karena meskipun perbaikan sudah dilakukan, belum ada penjelasan resmi mengenai sumber anggaran yang digunakan untuk membiayai pekerjaan tersebut.

Bentuk perbaikan apa yang dilakukan saat ini?

Perbaikan yang terlihat di lapangan berupa pengerukan badan jalan dan pengerasan menggunakan material timbunan.

Apa keluhan utama masyarakat?

Masyarakat khawatir jalan tidak akan bertahan lama karena kondisi tanah yang lunak dan berlumpur, terutama saat musim hujan.

Apakah kegiatan ini tercantum di SiRUP LKPP?

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan media, belum terlihat paket kegiatan yang secara spesifik mencantumkan perbaikan Jalan Renah Pemetik.

Apa harapan warga?

Warga berharap ada transparansi terkait sumber dana serta pembangunan jalan yang lebih permanen agar akses transportasi dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. (Fyo)

Berita Terkait

Jalan Belui–Koto Lanang Dianggarkan Rp1,5 Miliar untuk 4 Km, Berapa Meter yang Bisa Diperbaiki?
Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Berakhir, Ini Pesan Bupati Monadi untuk Generasi Muda
Festival Budaya Sukses, Bagaimana Kerinci Bisa Tarik Wisatawan Dalam Negeri dan Mancanegara?
Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi
Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci
Daftar Proyek Jalan Kerinci 2026: Ada Paket Rp8,5 Miliar hingga Rp450 Juta
Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya
Buyer Eropa Bidik Kayu Manis Kerinci, Peluang Ekspor Langsung Terbuka
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Jalan Belui–Koto Lanang Dianggarkan Rp1,5 Miliar untuk 4 Km, Berapa Meter yang Bisa Diperbaiki?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Berakhir, Ini Pesan Bupati Monadi untuk Generasi Muda

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Festival Budaya Sukses, Bagaimana Kerinci Bisa Tarik Wisatawan Dalam Negeri dan Mancanegara?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Berita Terbaru