Jakarta – Suku bunga deposito kembali menjadi perhatian masyarakat setelah tren suku bunga perbankan masih bertahan di level yang relatif menarik sepanjang Juni 2026. Di tengah ketidakpastian pasar keuangan dan fluktuasi investasi, deposito tetap menjadi pilihan favorit bagi nasabah yang mengutamakan keamanan serta kepastian imbal hasil.
Berdasarkan data terbaru perbankan, bank-bank konvensional besar atau Himbara masih menawarkan bunga deposito di kisaran 2,25% hingga 3,50% per tahun. Sementara itu, sejumlah bank digital terus bersaing menawarkan bunga yang jauh lebih tinggi, bahkan mencapai 9,00% per tahun untuk tenor tertentu. Perbedaan ini membuat banyak masyarakat mulai membandingkan potensi keuntungan dari kedua jenis lembaga keuangan tersebut.
Untuk kelompok bank konvensional, suku bunga deposito tertinggi masih ditawarkan oleh BRI dengan bunga hingga 3,50% per tahun untuk tenor tertentu. Sementara Bank Mandiri menawarkan bunga antara 2,25% hingga 2,50%, sedangkan BNI berada pada kisaran 2,25% hingga 2,50% per tahun. Besaran bunga tersebut masih berada dalam batas yang ditetapkan oleh regulator dan menjadi pilihan bagi nasabah yang mengutamakan stabilitas.
Di sisi lain, bank digital semakin agresif menarik dana masyarakat. Beberapa bank digital menawarkan bunga deposito mulai dari 5,00%, 6,00%, hingga mencapai 9,00% per tahun. Tingginya bunga ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda dan investor pemula yang ingin memperoleh imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito konvensional. Namun, nasabah tetap perlu memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing bank.
Jika dihitung secara sederhana, deposito Rp100 juta dengan bunga 3,50% per tahun akan menghasilkan bunga kotor sekitar Rp3,5 juta dalam setahun. Setelah dipotong pajak deposito sebesar 20%, hasil bersih yang diterima sekitar Rp2,8 juta. Sementara pada deposito dengan bunga 8%, nasabah berpotensi memperoleh bunga kotor Rp8 juta dan bunga bersih sekitar Rp6,4 juta per tahun.
Meski menawarkan keuntungan lebih besar, calon deposan perlu memastikan bahwa bank yang dipilih terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta simpanannya memenuhi ketentuan penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan. Hal ini penting agar dana yang ditempatkan tetap mendapatkan perlindungan sesuai regulasi yang berlaku.
Para analis menilai minat masyarakat terhadap deposito diperkirakan masih tinggi sepanjang semester kedua 2026. Selain risiko yang relatif rendah, instrumen ini juga menjadi alternatif menarik saat pasar saham dan aset kripto mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat deposito tetap relevan sebagai bagian dari strategi diversifikasi keuangan.
Bagi masyarakat yang ingin membuka deposito, langkah paling penting adalah membandingkan tingkat bunga, tenor, biaya administrasi, serta batas maksimal penjaminan. Dengan melakukan perbandingan secara cermat, nasabah dapat memilih produk deposito yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikonya.
Daftar Bunga Deposito Hari Ini (11 Juni 2026)
| Bank | Bunga Deposito |
|---|---|
| BRI | 3,00% – 3,50% |
| Mandiri | 2,25% – 2,50% |
| BNI | 2,25% – 2,50% |
| Bank Jago | 5,00% – 6,00% |
| Superbank | 6,00% – 7,50% |
| Krom Bank | 6,50% – 8,25% |
| Bank Amar | Hingga 9,00% |
| Bank Aladin Syariah | Hingga 9,00% |
FAQ
Apakah bunga deposito dikenakan pajak?
Ya. Bunga deposito dikenakan pajak final sebesar 20% untuk simpanan di atas Rp7,5 juta.
Mana yang lebih tinggi, deposito bank digital atau bank konvensional?
Secara umum, bank digital menawarkan bunga lebih tinggi, yaitu 5%-9% per tahun, sedangkan bank konvensional berada di kisaran 2,25%-3,50%.
Apakah deposito aman?
Deposito tergolong instrumen investasi berisiko rendah, terutama jika ditempatkan pada bank yang diawasi OJK dan memenuhi syarat penjaminan LPS.
Berapa keuntungan deposito Rp100 juta dengan bunga 8%?
Bunga kotor sekitar Rp8 juta per tahun. Setelah pajak 20%, bunga bersih sekitar Rp6,4 juta. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









