Jakarta – Kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta perubahan suku bunga membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih instrumen investasi pada 2026. Di antara berbagai pilihan yang tersedia, saham dan deposito masih menjadi dua instrumen yang paling banyak dipertimbangkan oleh investor Indonesia. Pertanyaannya, mana yang lebih menguntungkan tahun ini?
Deposito selama ini dikenal sebagai instrumen investasi yang menawarkan keamanan dan kepastian imbal hasil. Ketika suku bunga acuan berada dalam tren tinggi, sejumlah bank menawarkan bunga deposito yang cukup menarik. Bagi investor konservatif, kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperoleh keuntungan tanpa harus menghadapi risiko fluktuasi pasar yang ekstrem.
Di sisi lain, investasi saham menawarkan potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan deposito. Ketika perusahaan mencatat kinerja yang baik dan pasar saham bergerak positif, investor bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen. Namun, potensi keuntungan tinggi tersebut selalu disertai risiko yang lebih besar.
Sebagai ilustrasi, deposito dengan bunga rata-rata 5 persen per tahun dapat memberikan keuntungan sekitar Rp5 juta dalam setahun untuk dana Rp100 juta sebelum pajak. Sementara itu, saham berkapitalisasi besar yang memiliki fundamental kuat berpotensi memberikan imbal hasil dua digit dalam kondisi pasar yang mendukung. Namun, tidak ada jaminan keuntungan karena harga saham dapat naik maupun turun setiap saat.
Analis pasar modal menilai saham masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang. Dengan strategi yang tepat dan pemilihan emiten berkualitas, potensi pertumbuhan nilai investasi saham dinilai lebih tinggi dibandingkan instrumen berbasis bunga tetap seperti deposito.
Meski demikian, deposito tetap memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, yaitu tingkat risiko yang rendah. Dana yang ditempatkan pada deposito relatif aman dan tidak terpengaruh oleh gejolak pasar harian. Instrumen ini sangat cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan kepastian penghasilan.
Pada 2026, sejumlah sektor saham seperti perbankan, energi, telekomunikasi, dan teknologi masih menjadi perhatian investor karena memiliki prospek pertumbuhan yang menarik. Saham-saham yang rutin membagikan dividen juga menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan pendapatan pasif selain potensi capital gain.
Perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk tidak memilih salah satu secara mutlak. Kombinasi saham dan deposito justru dianggap sebagai strategi yang lebih bijak. Deposito dapat berfungsi sebagai penyangga keamanan portofolio, sementara saham menjadi mesin pertumbuhan aset dalam jangka panjang.
Bagi investor pemula, memahami profil risiko menjadi langkah pertama sebelum menentukan pilihan investasi. Jika tujuan utama adalah menjaga nilai dana dan memperoleh pendapatan stabil, deposito bisa menjadi pilihan. Namun jika mengejar pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang dan siap menghadapi fluktuasi pasar, saham menawarkan peluang yang lebih besar.
Dengan kondisi pasar yang dinamis sepanjang 2026, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, dan jangka waktu investasi. Tidak ada instrumen yang paling baik untuk semua orang, tetapi ada instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing investor.
Perbandingan Saham vs Deposito 2026
| Faktor | Saham | Deposito |
|---|---|---|
| Potensi Keuntungan | Tinggi | Sedang |
| Risiko | Tinggi | Rendah |
| Likuiditas | Tinggi | Menengah |
| Jaminan Modal | Tidak Ada | Relatif Aman |
| Cocok Untuk | Investor Agresif | Investor Konservatif |
| Jangka Waktu | Menengah-Panjang | Pendek-Menengah |
FAQ
Apakah saham lebih untung daripada deposito?
Dalam jangka panjang, saham berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan deposito, tetapi risikonya juga lebih besar.
Apakah deposito aman?
Deposito termasuk instrumen investasi dengan risiko rendah dan cocok untuk menjaga stabilitas dana.
Berapa modal awal investasi saham?
Saat ini investasi saham dapat dimulai dengan modal ratusan ribu rupiah tergantung harga saham yang dibeli.
Apakah deposito cocok untuk anak muda?
Cocok sebagai tempat menyimpan dana darurat atau tujuan keuangan jangka pendek, namun untuk pertumbuhan aset biasanya diperlukan instrumen lain seperti saham.
Sebaiknya pilih saham atau deposito?
Tergantung profil risiko dan tujuan investasi. Banyak ahli keuangan menyarankan kombinasi keduanya agar portofolio lebih seimbang. Tim
Editor : Fanda Yosephta









