Purbaya Tegaskan Program MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Bebani APBN

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Purbaya, kedua program prioritas pemerintah tersebut dirancang secara fleksibel sehingga tetap dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal nasional.

Ia menyampaikan hal itu saat menjawab kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi tekanan terhadap APBN akibat program-program strategis pemerintah.

Program Disebut Fleksibel dan Bisa Disesuaikan

Purbaya mengatakan pemerintah memiliki ruang untuk melakukan efisiensi apabila diperlukan, termasuk dalam pelaksanaan program MBG.

“Program itu fleksibel. MBG juga fleksibel. Ketika diperlukan efisiensi, efisiensi bisa dilakukan,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan pemerintah terus memantau kondisi ekonomi dan fiskal agar berbagai program prioritas tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.

Defisit APBN Diyakini Tetap Terjaga

Purbaya optimistis defisit APBN masih dapat dipertahankan di bawah batas aman 3 persen meskipun pemerintah menjalankan berbagai program prioritas.

Menurutnya, lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Ratings juga tidak mempermasalahkan program MBG maupun Kopdes Merah Putih.

Baca Juga :  Promo DANA Juni 2026, Bonus Voucher hingga Rp10 Ribu dan Diskon Top Up Rp79 Ribu

Ia menjelaskan, perhatian utama lembaga pemeringkat lebih banyak tertuju pada sentimen pasar dibanding keberadaan program-program tersebut.

“Pondasi fiskal kita tidak bermasalah. Program-program itu juga tidak dipersoalkan karena kita bisa meyakinkan bahwa defisit tetap terjaga di bawah 3 persen,” katanya.

Risiko Ekonomi Dinilai Masih Terkendali

Menkeu juga menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap kuat di tengah berbagai tantangan global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dunia.

Menurut Purbaya, pemerintah memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian anggaran sesuai kebutuhan apabila terjadi tekanan ekonomi.

Ia menilai kekhawatiran bahwa program MBG dan Kopdes tidak fleksibel merupakan anggapan yang kurang tepat.

“Kalau harga minyak naik, semuanya masih bisa dikendalikan dan disesuaikan. Jadi tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal kita,” ujarnya.

Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas Fiskal

Pemerintah saat ini terus berupaya menjaga keseimbangan antara program sosial, pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan fiskal negara.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini 20 Mei 2026 Menguat ke Rp17.654 per Dolar AS Hari Ini, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen

Sementara Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Meski menuai sorotan terkait kebutuhan anggaran yang besar, pemerintah menegaskan seluruh program telah diperhitungkan secara matang dalam perencanaan APBN.

FAQ

Apa itu program MBG?

MBG atau Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya pelajar.

Apa itu Kopdes Merah Putih?

Koperasi Desa Merah Putih adalah program penguatan ekonomi desa melalui pengembangan koperasi berbasis masyarakat.

Apakah MBG membebani APBN?

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, program MBG tidak membebani APBN karena bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan.

Berapa target defisit APBN Indonesia?

Pemerintah menargetkan defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen.

Apa kata S&P Ratings soal MBG?

Purbaya menyebut S&P Ratings tidak mempermasalahkan program MBG maupun Kopdes Merah Putih.

Mengapa program MBG dianggap fleksibel?

Karena anggarannya dapat disesuaikan melalui efisiensi jika kondisi ekonomi memerlukan penyesuaian fiskal.

Berita Terkait

KPK Usut Dugaan Korupsi Notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI-Telkom
Gaji TNI Terbaru 2026 Resmi Naik, Berikut Besaran Tukin dari Prajurit hingga Jenderal
Mau Jadi Nasabah Prioritas? Segini Minimal Saldo di BNI, BRI, dan Mandiri
Relaksasi SPT Berakhir, Wajib Pajak Telat Lapor Kini Kena Denda
Rupiah Melemah dan IHSG Rontok,Cara Melindungi Keuangan Keluarga
5 HP Sejutaan Terbaik Juni 2026 untuk Pelajar, RAM Besar dan Baterai Awet
KPK Obral Barang Mewah Sitaan Koruptor, Ada iPhone 11 Pro hingga Pajero Dakar
Program MBG Tak Lagi Bergantung Dapur Baru, Kantin Sekolah Jadi Solusi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 10:00 WIB

KPK Usut Dugaan Korupsi Notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI-Telkom

Senin, 8 Juni 2026 - 08:00 WIB

Purbaya Tegaskan Program MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Bebani APBN

Senin, 8 Juni 2026 - 04:00 WIB

Gaji TNI Terbaru 2026 Resmi Naik, Berikut Besaran Tukin dari Prajurit hingga Jenderal

Senin, 8 Juni 2026 - 00:30 WIB

Mau Jadi Nasabah Prioritas? Segini Minimal Saldo di BNI, BRI, dan Mandiri

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:00 WIB

Relaksasi SPT Berakhir, Wajib Pajak Telat Lapor Kini Kena Denda

Berita Terbaru