Semarak Kenduri Sko Sungai Penuh, Luhah Dasira Arak Bambu Panjang 40 Meter Diiringi Lagu Ala Yamule

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Luhah Dasira mengarak bambu sepanjang 40 meter diiringi Lagu Ala Yamule dalam kemeriahan Kenduri Sko di Sungai Penuh, sebagai simbol persatuan dan pelestarian adat budaya Kerinci.

Warga Luhah Dasira mengarak bambu sepanjang 40 meter diiringi Lagu Ala Yamule dalam kemeriahan Kenduri Sko di Sungai Penuh, sebagai simbol persatuan dan pelestarian adat budaya Kerinci.

SUNGAI PENUH – Kemeriahan tradisi adat Kenduri Sko kembali mewarnai kehidupan masyarakat Kota Sungai Penuh. Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi saat masyarakat Luhah Dasira mengarak bambu raksasa sepanjang sekitar 40 meter yang menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya leluhur.

Arak-arakan bambu panjang tersebut berlangsung meriah dengan iringan musik dan nyanyian khas daerah. Lagu Ala Yamule yang menggema sepanjang perjalanan menambah semangat warga yang bahu-membahu membawa bambu raksasa itu menuju lokasi acara adat. Suasana penuh kegembiraan terlihat dari antusiasme masyarakat yang memadati jalur arak-arakan.

Kenduri Sko sendiri merupakan tradisi adat masyarakat Kerinci yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini menjadi momentum penting untuk mensyukuri hasil panen, mempererat hubungan kekeluargaan, sekaligus mengukuhkan nilai-nilai adat yang masih dijaga hingga saat ini.

Baca Juga :  Bertahan, Bergeser, atau Non Job ? Nasib 29 Pejabat Eselon II Sungaipenuh Ditentukan Hasil Job Fit 

Bambu sepanjang 40 meter yang diarak oleh Luhah Dasira menjadi daya tarik tersendiri. Selain menunjukkan kekompakan masyarakat, kegiatan tersebut juga melambangkan kekuatan persatuan dalam menjaga adat dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Warga dari berbagai usia turut ambil bagian dalam prosesi tersebut. Mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga anak-anak terlihat ikut meramaikan acara. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa tradisi Kenduri Sko masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.

Iringan Lagu Ala Yamule yang terus berkumandang menciptakan nuansa khas Kerinci yang kental. Banyak pengunjung dan wisatawan mengabadikan momen tersebut karena dinilai unik dan jarang ditemui di daerah lain.

Baca Juga :  Dari Budaya ke Prestasi, Pencak Silat Wali Kota Cup I Resmi Digelar

Selain prosesi adat, Kenduri Sko juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat. Berbagai pertunjukan seni budaya, kuliner tradisional, dan kegiatan adat lainnya turut memeriahkan rangkaian acara yang berlangsung selama beberapa hari.

Pelestarian tradisi seperti Kenduri Sko diharapkan dapat terus dilakukan agar warisan budaya masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tetap terjaga. Arak-arakan bambu sepanjang 40 meter yang dilakukan Luhah Dasira menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal masih hidup dan berkembang di tengah modernisasi. (Fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif
Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat
Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata
Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?
Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang
Gaji ke-13 ASN Kota Sungai Penuh Segera Cair, BKAD Pastikan Dibayar Besok atau Paling Lambat Minggu Ini
Distribusi Air Perumda Sungai Penuh Terganggu Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak dan Jadwal Normal Kembali
Wako Alfin dan Bupati Monadi Sepakat Bentuk LAAK Sakti Alam Kerinci, Adat Bersatu Kembali
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:59 WIB

Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:38 WIB

Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata

Senin, 13 Juli 2026 - 19:34 WIB

Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:33 WIB

Plt Pimpin 8 Dinas di Sungai Penuh, Simak Kewenangan yang Boleh dan Dilarang

Berita Terbaru