Harga Sawit Anjlok Mendadak, Petani Curiga Ada Permainan PKS Usai Pidato Prabowo

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mendadak anjlok di sejumlah daerah usai pemerintah mewacanakan pembenahan tata kelola ekspor komoditas strategis. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani sawit nasional karena penurunan harga dinilai terlalu tajam dan tidak sebanding dengan koreksi harga crude palm oil (CPO) di pasar global.

Empat asosiasi petani sawit nasional yakni Apkasindo, Samade, SPKSI, dan Aspekpir bahkan menggelar pertemuan khusus untuk membahas dampak penurunan harga tersebut. Mereka menilai ada indikasi permainan harga oleh pabrik kelapa sawit (PKS) yang memanfaatkan situasi pasca pidato Presiden Prabowo Subianto terkait penataan ekspor sumber daya alam termasuk CPO.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung, menyebut harga TBS di sejumlah provinsi turun drastis antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram hanya dalam waktu singkat. Padahal, menurut hitungan industri sawit, penurunan harga CPO biasanya tidak langsung membuat harga TBS jatuh sedalam itu.

“Kalau harga CPO turun Rp1.000 per kilogram, normalnya harga TBS hanya turun sekitar Rp300 per kilogram. Tapi sekarang koreksi harga CPO sekitar Rp450 sampai Rp600, sementara harga TBS bisa turun Rp1.000,” ujarnya.

Baca Juga :  Lapor Pak Purbaya! Uang Pecahan Rp5 Ribu–Rp20 Ribu Langka di Kerinci-Sungai Penuh, Omzet Pedagang Anjlok 50%

Petani pun mulai panik karena pendapatan mereka tergerus tajam. Penurunan harga TBS disebut berdampak langsung terhadap kemampuan petani membeli pupuk hingga merawat kebun sawit. Dalam simulasi asosiasi, penurunan Rp800 per kilogram saja bisa membuat petani kehilangan sekitar Rp8 juta untuk hasil panen 10 ton sawit.

Situasi ini membuat asosiasi petani meminta pemerintah segera turun tangan menjaga stabilitas harga sawit nasional. Mereka juga meminta PT Daya Sawit Indonesia atau DSI mengawasi potensi permainan harga oleh PKS yang membeli hasil panen petani dengan alasan teknis tertentu.

Selain itu, asosiasi mengusulkan sistem satu harga TBS nasional agar harga sawit petani lebih transparan dan tidak bergantung pada kebijakan tiap daerah. Skema tersebut diharapkan bisa melindungi petani sawit rakyat dari fluktuasi ekstrem yang merugikan.

Di sisi lain, para petani tetap mendukung langkah pemerintah memperbaiki tata kelola ekspor CPO agar penerimaan negara lebih optimal. Namun mereka berharap kebijakan baru tidak justru membuat petani kecil menjadi korban akibat permainan pasar dan tekanan harga di lapangan.

Baca Juga :  Huawei nova 14 Pro Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Promo Rp 4,5 Juta

Industri sawit sendiri masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia dan sumber penghasilan jutaan petani di berbagai daerah. Karena itu, stabilitas harga TBS dinilai sangat penting untuk menjaga daya beli petani sekaligus keberlanjutan produksi sawit nasional.

FAQ

Kenapa harga sawit turun drastis?

Harga sawit turun setelah muncul wacana pembenahan tata kelola ekspor CPO oleh pemerintah. Petani menduga ada permainan harga oleh PKS yang memanfaatkan situasi pasar.

Berapa penurunan harga TBS sawit?

Di beberapa daerah, harga TBS turun antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

Apa dampaknya bagi petani sawit?

Pendapatan petani turun drastis sehingga memengaruhi kemampuan membeli pupuk dan merawat kebun.

Apa solusi yang diusulkan asosiasi petani?

Asosiasi mengusulkan satu harga TBS nasional dan pengawasan ketat terhadap PKS agar tidak terjadi permainan harga.

Apakah petani menolak kebijakan pemerintah?

Tidak. Petani tetap mendukung perbaikan tata kelola ekspor CPO, namun meminta stabilitas harga tetap dijaga. (Tim)

Berita Terkait

Cara Menghasilkan Uang Online untuk Pemula Modal HP dan Internet
Konglomerat Batu Bara Kehilangan Rp19,4 Triliun Usai Saham BYAN Jatuh
Kevin Warsh Officially Takes Over the Fed, America’s Richest Central Bank Chief Draws Wall Street Attention
Trump Officially Swears In Kevin Warsh as New Fed Chair, Global Markets Watch Interest Rate Direction
Aturan Baru OJK: Pengguna Tak Bisa Lagi Punya Banyak PayLater
BSI Tebar Promo Tabungan Emas, Buka 100 Gram Bonus Emas Fisik
Tesla Stock Price Today: TSLA Gains Momentum Amid Strong Market Optimism
DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp15,6 Triliun pada 2025, Fokus UMKM dan Energi Hijau
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:30 WIB

Cara Menghasilkan Uang Online untuk Pemula Modal HP dan Internet

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:30 WIB

Harga Sawit Anjlok Mendadak, Petani Curiga Ada Permainan PKS Usai Pidato Prabowo

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

Konglomerat Batu Bara Kehilangan Rp19,4 Triliun Usai Saham BYAN Jatuh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:30 WIB

Kevin Warsh Officially Takes Over the Fed, America’s Richest Central Bank Chief Draws Wall Street Attention

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:00 WIB

Trump Officially Swears In Kevin Warsh as New Fed Chair, Global Markets Watch Interest Rate Direction

Berita Terbaru

Asuransi Kendaraan

Asuransi Mobil Online Murah 2026, Premi Mulai Rp400 Ribuan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:00 WIB

Pendidikan

Pelatihan Desain Grafis Online Terbaik 2026 untuk Pemula

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:00 WIB