Jakarta-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Mata uang Garuda dibuka turun ke level Rp17.395 per dolar AS di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS yang naik ke posisi 98,06. Kondisi tersebut membuat mayoritas mata uang negara berkembang berada di zona merah. Investor global saat ini cenderung memilih aset aman seperti dolar AS dan emas karena situasi ekonomi dunia yang belum stabil.
Sentimen utama yang membebani rupiah berasal dari memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan energi global.
Naiknya tensi geopolitik menyebabkan harga minyak mentah dunia ikut melonjak. Dampaknya, tekanan terhadap mata uang emerging market termasuk rupiah semakin besar. Pelaku pasar memilih mengurangi aset berisiko sambil menunggu perkembangan terbaru konflik internasional tersebut.
Selain faktor geopolitik, pasar juga masih menantikan kepastian arah kebijakan moneter The Fed. Sejumlah pejabat bank sentral AS disebut masih memiliki pandangan berbeda terkait peluang penurunan suku bunga tahun ini. Situasi itu membuat dolar tetap perkasa di pasar global.
Dari dalam negeri, kondisi fiskal Indonesia turut menjadi perhatian investor. Utang pemerintah hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai Rp9.920,42 triliun. Sementara itu, defisit APBN kuartal pertama 2026 telah menembus Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Meski rasio utang Indonesia masih di bawah batas aman internasional, pelaku pasar tetap mencermati kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Kondisi tersebut ikut memengaruhi sentimen terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Analis memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini masih berpotensi bergerak di kisaran Rp17.380 hingga Rp17.430 per dolar AS. Investor kini fokus memantau perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak dunia, serta sinyal terbaru dari The Fed yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar keuangan global.
FAQ
Berapa kurs rupiah hari ini?
Rupiah pada Senin, 11 Mei 2026 dibuka melemah ke level Rp17.395 per dolar AS.
Apa penyebab rupiah melemah?
Pelemahan rupiah dipicu konflik AS-Iran, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.
Apa dampak rupiah melemah bagi masyarakat?
Harga barang impor berpotensi naik, termasuk elektronik, bahan bakar, dan kebutuhan industri yang menggunakan bahan baku luar negeri.
Apakah pelemahan rupiah berdampak pada investasi?
Ya, investor cenderung lebih berhati-hati dan memilih aset aman seperti dolar AS atau emas saat rupiah melemah.
Bagaimana proyeksi rupiah selanjutnya?
Analis memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan global dan perkembangan kebijakan ekonomi AS.









