IHSG Hari Ini Senin 11 Mei 2026, Dibuka Melemah Ke Level 6.924

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan pada awal pekan ini setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah cukup dalam pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Tekanan jual terjadi di berbagai sektor, terutama saham perbankan, telekomunikasi, hingga komoditas yang membuat IHSG turun ke level 6.924,20. Kondisi ini memicu perhatian investor ritel maupun institusi karena sejumlah saham unggulan mengalami koreksi tajam sejak sesi pembukaan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG terkoreksi sekitar 0,65 persen dibanding penutupan sebelumnya. Sentimen negatif langsung mendominasi pasar dengan ratusan saham bergerak di zona merah. Pelemahan tersebut dipicu kombinasi faktor global dan domestik, termasuk kekhawatiran investor terhadap arah ekonomi dunia, pelemahan rupiah, hingga isu rebalancing MSCI yang sedang dinantikan pelaku pasar.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu emiten yang paling banyak disorot karena mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 7 persen ke level Rp4.300 per saham. Selain BMRI, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga ikut melemah lebih dari 5 persen. Tekanan jual turut menghantam saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun sekitar 5 persen pada perdagangan pagi.

Tidak hanya sektor perbankan dan telekomunikasi, saham berbasis tambang juga ikut mengalami koreksi. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun lebih dari 3 persen, diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Investor terlihat masih cenderung melakukan aksi profit taking sambil menunggu kepastian kebijakan ekonomi dan sentimen eksternal lainnya.

Baca Juga :  Asing Kembali Masuk, Net Buy US$203,5 Juta Dongkrak Bursa RI

Meski mayoritas saham berada di zona merah, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik lebih dari 2 persen dan menjadi salah satu saham terbaik pada awal perdagangan. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga berhasil menguat di tengah tekanan pasar.

Analis pasar modal menilai IHSG saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan selama beberapa pekan terakhir. Investor disebut masih wait and see terhadap perkembangan suku bunga global, harga komoditas, dan arus modal asing. Selain itu, pengumuman rebalancing MSCI yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat diprediksi akan memengaruhi arah pergerakan saham big caps di Bursa Efek Indonesia.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji area support penting di kisaran 6.900 hingga 6.920. Jika level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka dalam jangka pendek. Namun apabila tekanan jual terus meningkat, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya. Investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tidak terburu-buru melakukan aksi beli.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 22 April 2026 Diprediksi Melemah, Ini Saham Rekomendasi Analis

Pelemahan IHSG hari ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pasar saham memiliki volatilitas tinggi yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga sentimen geopolitik. Meski demikian, sejumlah analis menilai koreksi saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai mencermati saham-saham fundamental kuat dengan valuasi menarik.

FAQ

Mengapa IHSG turun hari ini?

IHSG melemah karena tekanan jual pada saham-saham besar seperti BMRI, ISAT, dan JPFA serta dipengaruhi sentimen global dan domestik.

Saham apa yang paling turun pada perdagangan hari ini?

Saham BMRI menjadi salah satu yang paling dalam koreksinya, disusul JPFA dan ISAT.

Faktor apa yang memengaruhi pergerakan IHSG?

Pergerakan IHSG dipengaruhi kondisi ekonomi global, arus dana asing, nilai tukar rupiah, harga komoditas, dan sentimen MSCI.

Apakah IHSG masih berpotensi rebound?

Analis menilai peluang rebound masih ada jika IHSG mampu bertahan di area support 6.900–6.920.

Saham apa yang justru menguat saat IHSG turun?

Beberapa saham yang menguat antara lain MAPI, INCO, ASII, AMRT, BBCA, dan PTBA. (Tim)

Berita Terkait

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Agustus 2026: Dollar AS Rp17.868, Cek Kurs BCA, Mandiri, BNI
Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta
Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online
Prabowo Pantau B50, Harga Biosolar di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter
Indonesia Confirms Subsidized Fuel Prices Will Not Rise Despite Global Oil Volatility
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Agustus 2026: Dollar AS Rp17.868, Cek Kurs BCA, Mandiri, BNI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Berita Terbaru

Otomotif

Suzuki Burgman Street 2026 Resmi Meluncur

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:00 WIB

Oplus_131072

Kerinci

Bupati Kerinci Lega, Pusat Tambah Dana Transfer ke Daerah

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:42 WIB